... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Biografi Dr. Aiman Az-Zawahiri (2): Rihlah ke Afghan Hingga Kasus Penahanan

KIBLAT.NET – Pada biografi Dr. Aiman Az-Zawahiri seri 1, diceritakan masa kecil dan silsilah keluarganya. Selain itu, gambaran tentang masa remaja hingga dewasa dan berkecimpung dalam dunia pergerakan juga termuat di dalamnya. Untuk seri ke-2 ini, kami tampilkan sosok Dr. Aiman ketika awal masuk ke Afghanistan hingga penahanannya karena diduga terlibat dalam pembunuhan Anwar Sadat. Beserta, beberapa alasan kenapa Presiden Mesir itu menjadi target sasaran.

Rihlah ke Afghanistan Tahun 1980 – awal 1981

Salah satu kegiatan Dr. Aiman adalah bekerja di sebuah klinik milik temannya, RS Sayyidah Zainab yang merupakan asosiasi medis Islam milik IM (Ikhwanul Muslimin). Pada suatu malam, Direktur rumah sakit mengutarakan rencananya untuk menuju ke Pakistan. Perjalanan itu dalam rangka melakukan kegiatan kemanusiaan untuk menolong para pengungsi dari Afghanistan.

Tanpa berpikir panjang, Dr. Aiman mengiyakan gagasan itu. Kesempatan emas ini digunakannya untuk mengenal medan jihad Afghanistan. Dr. Aiman ingin mengambil beberapa pengalaman jihad dari bumi para syuhada, Afghanistan. Selain itu, sebagai bekal untuk mendukung aktivitas jihad yang ada di Mesir untuk kemudian hari.

Rencana perjalanan ke Pakistan ini sejalan dengan apa yang dipikirkan Dr. Aiman selama ini. Ia perlu menemukan “wilayah aman” demi keberlangsungan jihad di Mesir. Apalagi saat itu adalah era Anwar Sadat yang benar-benar terlihat kebenciannya terhadap Islam, genderang perang Salib gaya baru pun jelas terlihat kemunculannya.

Dr. Aiman melakukan perjalanan ke kota Peshawar bersama temannya seorang ahli anestesi. Setibanya di sana, mereka berdua pun bertemu dengan seorang rekan sesama dokter bedah. Para dokter bedah ini pun segera melakukan kegiatan perdananya menangani para pengungsi Afghan. Mereka bertiga adalah orang Arab pertama yang datang membantu dan mengulurkan tangannya untuk para muhajirin Afghan.

Selain bekerja sebagai dokter, Dr. Aiman juga mengamati kondisi sekitar yang sangat berpotensi positif bagi gerakan Islam. Komunitas dan pergerakan Islam dapat lahir, tumbuh dan bergerak secara bebas. Inilah rahasia dari bumi jihad Afghanistan.

Dr. Aiman Az-Zawahiri dengan senapan AK-47

Dr. Aiman Az-Zawahiri dengan senapan AK-47

Dr. Aiman mulai menemukan ketertarikan akan medan jihad Afghan sejak tahun 1980. Ia menemukan potensi besar yang tersimpan di tanah Afghan ini untuk berjihad demi kemaslahatan kaum muslimin. Maka dari itu, setelah kira-kira menetap empat bulan di kesempatan pertama, ia kembali lagi ke Afghan pada April 1981 dan menetap selama dua bulan. Setelah berjalan hampir dua bulan, Dr. Aiman kembali Mesir karena suatu kondisi yang mendesak.

Penangkapan Dr. Aiman Az-Zawahiri

BACA JUGA  Entah Apa yang Merasuki Sukmawati

Sebuah peristiwa besar terjadi pada tahun 1981. Tepatnya pada tanggal 6 Oktober, ratusan aktivis ditangkap karena tragedi penembakan presiden yang berkuasa saat itu, Anwar Sadat. Dr. Aiman termasuk salah satu aktivis yang ditangkap karena diduga mempunyai keterkaitan dalam rencana pembunuhan presiden Mesir tersebut.

Presiden Anwar Sadat adalah pemimpin yang kontroversial. Ia bersama orang-orang terdekatnya pergi ke Yerussalem untuk menyampaikan pidatonya di Knesset atau Parlemen Israel. Sadat juga memperkuat hubungan ekonomi dan politik dengan Amerika Serikat. Alasan terkuat kenapa Sadat dibunuh karena sikap terbukanya kepada Zionis Israel.

Sebelum penangkapan terjadi, sebenarnya Dr. Aiman sudah mempunyai firasat akan hal itu. Ia untuk sementara meninggalkan rumah dan tinggal di rumah bibinya dan berencana pergi ke luar negeri. Ketika dirinya sedang menyiapkan segala kebutuhan dan kembali ke rumah untuk mengambil barang-barang, saat itu juga petugas keamanan menyambangi rumah dan menangkapnya.

Beberapa Adegan Penyelidikan

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa proses penyelidikan pasti identik dengan penyiksaan. Beberapa model penyiksaan yang dilakukan antara lain; mematahkan tulang, siksaan dengan setrum listrik atau alat kejut, dan siksa yang diarahkan pada kejiwaan.

Siksaan yang dipertontonkan juga berupa celaan terhadap keyakinan Dien, pelecehan seksual, pencampuran antara tahanan pria dan wanita, menamai tahanan pria dengan nama perempuan dan metode lain yang bertujuan mempermalukan tahanan.

Cara-cara seperti itu bertujuan menyerang emosi dan psikis seseorang. Juga cara-cara lain seperti penahanan pemberian makanan dan minuman, kualitas air yang buruk serta larangan jam besuk. Atau sebuah celaan seperti yang dilontarkan Muhammad Abdul Fattah Umar dan komplotannya saat mengancam dengan kata-kata yang keji sebelum menyiksa Dr. Aiman.

Ilustrasi bentuk siksaan dalam penjara Mesir

Ilustrasi bentuk siksaan dalam penjara Mesir

Penyelidikan yang dilakukan kepada Dr. Aiman seperti sebuah lelucon. Para petugas intelijen mengajari dengan kalimat sedemikian rupa yang harus diucapkan oleh tahanan. Bentuk-bentuk investigasi seperti ini memaksa para tahanan mengatakan apa yang dikehendaki penyelidik dan membuyarkan kebenaran sebenarnya.

Bahkan ketika Dr. Aiman meminta haknya pada kepala prosekutor, Mahmud Masoud, “Bukankah saya memanggil seorang pengacara?” Mahmud menjawab dengan kasar, “Pengacara mana yang mau menemanimu di dalam penjara, hah!?” Itulah beberapa tindakan zalim kepada para tahanan. Hak-hak yang dimiliki tahanan dikebiri dan dipaksa untuk mengikuti apa saja kemauan mereka.

Dr. Aiman Menyatakan Fakta Penyiksaan

Ketika pengadilan digelar, Dr. Aiman dan para tahanan satu per satu mengungkapkan fakta penyiksaan yang terjadi. Konselor Abdul Ghaffar Muhammmad memerintahkan semua tahanan untuk melakukan tes forensik untuk mengecek kebenaran terjadinya penyiksaan. Maka, jalannya pengadilan berubah menjadi penyidikan mendalam tentang adanya penyiksaan tahanan.

BACA JUGA  Dari Natsir ke Nadiem: Akar Pendidikan di Indonesia

Guna mengungkap fakta, Dr. Aiman dengan lantang memberikan pernyataan, “Apa manfaat penyelidikan ini? Kamu sekalian menyelidiki peristiwa yang terjadi tiga tahun yang lalu, selama itu berlangsung hukum yang berlaku hanyalah siksaan demi siksaan. Apa guna dari semua yang kalian perbuat selama ini?” Dr. Aiman juga menambahkan bahwa selama metode-metode seperti ini tetap dipakai pemerintah, maka Mesir tidak akan pernah terbebas dari kekerasan.

Meskipun menerima beberapa ancaman dan kecaman, Dr. Aiman tetap melayangkan gelombang perlawanan atas ketidakadilan ini. Hingga, fakta-fakta penyiksaan ini menjadi tersebar luas di seluruh antero negeri lewat media-media cetak dan elektronik.

Status tahanan sipil yang disematkan pada Dr. Aiman berganti menjadi status tahanan politik. Dr. Aiman mendapatkan dakwaan baru dalam kasus “Jihad”. Trik-trik yang dilakukan pihak pemerintah adalah membuat kasus baru agar Dr. Aiman tetap di dalam penjara.

Dr. Aiman dalam penjara Mesir

Dr. Aiman dalam penjara Mesir

Dr. Aiman memilih salah seorang ikhwah yang berbicara atas nama dirinya dalam bahasa Inggris. Penjelasan-penjelasan dalam mahkamah itu berisi alasan kenapa Sadat dibunuh dan beberapa manhaj mujahidin yang membuat para hadirin beserta staf pengadilan terkagum-kagum.

Selama dalam penahanan yang berjalan kurang lebih tiga tahun, Dr. Aiman memanfaatkannya untuk belajar dan mengkaji ulang ilmu-ilmu yang telah dipelajarinya. Ia tidak mau waktu hanya terbuang sia-sia saat dalam penjara. Dr. Aiman juga berbagi pengalamannya dengan tahanan lain, salah satunya kepada Isham Qomari. Dr. Aiman juga mengadakan Dauroh Syar’iyah di “madrasah nabi Yusuf” ini.

Ada sebuah kisah yang menunjukkan sifat wara’-nya. Saat itu ada seorang pejabat pemerintahan Mesir yang datang karena ingin mengunjungi anaknya. Kebetulan saat itu ibu dari Dr. Aiman juga datang dan menunggu di sebuah ruangan. Tiba-tiba ada salah seorang petugas datang dan memberi minuman kepada ibu Dr. Aiman. Sesampainya Dr. Aiman di ruangan, ia segera memanggil petugas dan ingin membayar minuman yang disajikan dan berkata, “Kami tidak akan pernah mengambil sesuatu apapun dari kalian selamanya.”

Terkadang Dr. Aiman juga menengahi debat dari para ikhwah tentang sebuah ilmu. Hal yang paling diperdebatkan adalah persolan Imarah. Dr. Aiman dengan bijak menengahi perdebatan dan memimpin para ikhwah yang ada di penjara. Qadarullah, pada akhir tahun 1984 Dr. Aiman bebas dari masa tahanan. Babak baru perjalanan jihad Dr. Aiman pun dimulai.

Simak perjuangan beliau dalam dunia jihad hingga menjadi orang namor satu di Al-Qaidah pada seri berikutnya…

 

Penulis: Dhani El_Ashim

Editor: Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Mesir

Bom Meledak di Sinai, Empat Tentara AS Terluka

KIBLAT.NET, Sinai – Sedikitnya empat tentara Amerika Serikat luka-luka akibat ledakan ranjau di timur laut...

Jum'at, 04/09/2015 16:00 0

Indonesia

Tolak Kedatangan Presiden Mesir, Tagar #IndonesiaRejectsSisi Jadi Trending Topik

KIBLAT.NET, Jakarta – Penolakan terhadap kedatangan presiden Mesir Abdul Fattah Al-Sisi tak hanya berupa aksi...

Jum'at, 04/09/2015 15:06 0

Suriah

Lagi, Jaisyul Fath Gagalkan Serangan Militer Suriah di Sahlu Al-Ghab

KIBLAT.NET, Hama – Koalisi mujahidin Jaisyul Fath di provinsi Idlib, Suriah, kembali menggagalkan upaya militer...

Jum'at, 04/09/2015 14:25 0

Irak

Milisi Syiah dan Militer Iraq Baku Tembak Sengit di Baghdad

KIBLAT.NET, Baghdad – Baku tembak meletus antara tentara nasional dan Brigade Syiah Hizbullah Iraq di...

Jum'at, 04/09/2015 10:37 0

Indonesia

Jokowi Diperingatkan Tak Jadi Boneka Asing Seperti Al-Sisi

KIBLAT.NET, Jakarta – Kejahatan kemanusiaan yang telah dilakukan bukanlah satu-satunya alasan penolakan massa atas kedatangan...

Jum'at, 04/09/2015 09:46 0

Palestina

Jet Israel Serang Kamp Militer Hamas di Gaza Utara

KIBLAT.NET, Gaza – Militer Israel mengumumkan jet tempurnya menargetkan kamp militer gerakan pejuang Hamas di...

Jum'at, 04/09/2015 09:22 0

Mesir

Miliarder Mesir Berencana Beli Pulau untuk Pengungsi Suriah

KIBLAT.NET, Kairo – Seorang miliarder asal Mesir Naguib Sawiris menawarkan membeli sebuah pulau di lepas...

Jum'at, 04/09/2015 08:48 0

Wilayah Lain

Federasi Ulama Dunia Seru Khatib Jumat Serentak Bicara Tragedi Suriah

KIBLAT.NET, Doha – Federasi Ulama Muslim Dunia (Al-Ittihad Al-‘Alami li ‘Ulama Al-Muslimin), Kamis (03/09), menyeru...

Jum'at, 04/09/2015 08:24 0

Indonesia

Massa Demonstran: Jokowi, Jangan Ikut Jadi Boneka Asing!

KIBLAT.NET, Jakarta – Kejahatan kemanusiaan yang telah dilakukan bukanlah satu-satunya alasan penolakan massa atas kedatangan...

Kamis, 03/09/2015 20:10 0

Indonesia

Mahasiswa Tuntut Jokowi Bawa Presiden Mesir ke Mahkamah Internasional

KIBLAT.NET, Jakarta – Selain menolak kedatangan Presiden Mesir Abdul Fattah Al-Sisi, aksi damai di depan...

Kamis, 03/09/2015 20:00 0

Close