Rezim Al-Sisi Berencana Banjiri Terowongan Bawah Tanah Gaza

KIBLAT.NET, Kairo – Militer Mesir dikabarkan akan membanjiri area di sepanjang perbatasan Gaza dengan air. Upaya itu sebagai bagian dari taktik baru mereka untuk menghancurkan terowongan bawah tanah yang menghubungkan antara Sinai dengan wilayah Palestina. Demikian menurut sumber dari pihak keamanan Palestina kepada kantor berita Anadolu.

Sebuah foto yang berhasil diperoleh pada hari Selasa (01/09) kemarin memperlihatkan bulldozer militer sedang melakukan penggalian untuk memasang sebuah pompa air. Terlihat juga sejumlah pekerja dengan jalur pipa cukup besar yang merupakan bagian dari proyek itu.

“Militer Mesir sudah mulai membangun jalur pipa yang sangat besar di sepanjang garis perbatasan mereka dengan Jalur Gaza”, katanya.

Menurutnya, proyek tersebut dibangun untuk menghancurkan terowongan bawah tanah dengan cara memenuhi area tersebut dengan air. Sejauh ini belum ada komentar dari pihak otoritas Mesir menanggapi laporan tersebut.

Sejak diblokade Israel pada tahun 2007, warga Palestina di Jalur Gaza mendapatkan berbagai barang kebutuhan hidup mereka yang diselundupkan melalui jaringan terowongan bawah tanah di daerah perbatasan wilayah tersebut dengan Semenanjung Sinai, Mesir.

Sejak kudeta militer yang menggulingkan Presiden Muhammad Mursi pada tahun 2013, rezim Al-Sisi telah mengambil tindakan keras terhadap terowongan bawah tanah yang kerap digunakan untuk menyelundupkan barang-barang kebutuhan warga ke wilayah Gaza yang diblokade Israel.

Mesir menuduh bahwa terowongan tersebut digunakan untuk mendukung aktifitas para militan di wilayah Sinai.
Setahun yang lalu, pihak berwenang Mesir mulai membangun zona penyangga di kota sebelah utara Sinai, Rafah, yang berlokasi di sepanjang garis perbatasan dengan Gaza.

Kebijakan tersebut dilakukan menyusul terjadinya serangkaian serangan yang menargetkan pasukan militer dan aparat keamanan.

 

Sumber: Middle East Eye
Penulis: Yasin Muslim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat