... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Revolusi Mental atau Resesi Total?

Foto: Presiden Joko Widodo

KIBLAT.NET – Dunia ini, termasuk negara Indonesia berada dalam sunnatullah yang bersifat riil dan objektif. Artinya siapapun yang berada dibumi ini harus tunduk pada hukum alam yang berlaku bagi siapapun tanpa pandang bulu.

Lalu apa kaitannya dengan Indonesia? Sudah menjadi kewajaran jika suatu proses yang tidak benar akan menghasilkan produk yang tidak benar pula. Kemenangan Jokowi adalah hasil suatu ‘’produk’’ ketakutan yang di-manage oleh kekuatan-kekuatan pemodal.

Secara alamiah, sifat Prabowo memang cenderung anti kompromi terhadap tawar-menawar politik, meskipun tidak dapat dipungkiri kekuatan tersebut sangat menentukan jalannya pemilihan umum. Karakter seorang prajurit yang percaya diri dan selalu siap menghadapi resiko paling menyakitkan sekalipun sudah menjadi watak dasar dari seorang Prabowo.

Lewat permainan media, semua orang ditakuti dengan traumatisasi masa lalu Prabowo sebagai aktor pemberangus aktivis HAM. Karena dianggap produk militer, besar dalam masa orde baru dan kebetulan menantu sosok diktator (Soeharto), Prabowo dicitrakan media massa sebagai ‘’hantu’’ politik.

Prabowophobia sukses membuat pemilih awam menjerit ketakutan dan akhirnya lari ke sosok yang dianggap lebih humanis dan menghibur (Jokowi).

Ketika Jokowi meraup untung dari sosoknya yang kebetulan lucu dan humoris, akhirnya negara ini dipimpin oleh sosok yang terpilih dari apa yang disebut sebagai hasil dari ‘’moment kebetulan’’.

Akhirnya dalam situasi dunia Internasional yang tidak bisa diprediksi maupun dikendalikan, Indonesia tidak bisa berbuat apa-apa ketika dihantam resesi ekonomi global. Direktur Bank Indonesia sekalipun tidak bisa berbuat apa-apa untuk menahan anjloknya kurs Rupiah atas Dollar. Padahal seharusnya itu tugas pokok seorang Direktur Bank Sentral.

Presiden yang naik ke tampuk kekuasaan dengan ‘’jualan’’ slogan Revolusi Mental akan menghadapi kenyataan pahit bahwa rakyat tidak makan kata-kata manis. Harusnya karena perekonomian global tidak bisa dikendalikan maka dibutuhkan sosok yang dari sejak awal punya konsepsi tentang nasionalisme sebagai solusi. Nasionalisme itu berupa sikap ‘’siap mati’’ demi teramankannya kekayaan negara dari pengeruk-pengeruk rakus yang berasal dari asing.

BACA JUGA  Semua "Hanya" Peduli Floyd, Tidak dengan Iyad Hallaq

Kalau saja PT. Freeport bisa direbut, kita bisa mengantongi 2.000 Trilyun/tahun dan dampak inflasi bisa kita ‘’jinakkan’’ dengan subsidi untuk rakyat. Revolusi mental yang didengungkan harusnya bukan menjadi komoditas politik pemenangan pemilu saja, karena penyelamatan perut rakyat jauh lebih penting dari pada sekedar pertarungan kekuasaan.

Rasio utang Indonesia katanya masih aman jika dilihat dari total PDB kita. Tapi apa kita mau terus – menerus hidup dalam kondisi seperti ini? Harusnya patokannya bukan masalah aman atau tidak aman, tapi punya utang atau tidak. Suatu negara tidak akan mungkin mampu mandiri dan berdaulat jika hidupnya terlilit utang.

Dari XIV abad yang lalu, seorang ‘’Presiden’’ negara Madinah (Nabi Muhammad) sudah bicara tentang kemudlorotan orang yang hidupnya terlilit utang. Bangsa yang punya utang berarti dia lemah, tersandera secara politis dan mengalami degradasi kehormatan didepan bangsa lainnya. Bagaimana mungkin kita bisa tidur nyenyak jika bangsa ini punya utang hampir Rp4.000 Trilyun?

Negara jiran Malaysia terancam mengalami revolusi total karena resesi ekonomi melilitnya. Rakyatnya sudah mulai sadar jika pemimpin mereka tidak becus mengurus negara. Kini giliran Indonesia terancam resesi total akibat hantaman inflasi dan turunnya daya beli masyarakat.

Pembagian hasil tambang PT. New Mount, PT. Freeport, TOTAL, EXXON dan korporasi asing lainnya harus dinegosiasi ulang.

Nasionalisasi yang pernah dicontohkan Presiden Iran dan Venezuela faktanya membuat USA, UK dan kapitalis lainnya diam tak berkutik. Kalau saja Presiden Jokowi berani bertindak tegas, ketakutan akan diserang atau dikacaukan oleh asing tidak akan terjadi.

BACA JUGA  Semua "Hanya" Peduli Floyd, Tidak dengan Iyad Hallaq

Agresor dunia seperti Amerika Serikat tidak mau mengambil resiko perang dengan Indonesia. Secara hitung-hitungan ekonomi, biaya invasi yang mereka kucurkan jauh lebih besar berkali-kali lipat ketimbang kerugian pendapatan mereka akibat nasionalisasi. Lagi pula konsep nasonalisasi yang kita tawarkan disertai dengan kompensasi yang adil dan wajar kok.

Jadi Revolusi mental seperti apa yang ada dibenak Presiden? Kalau melihat gagasan revolusioner Soekarno tentang NKRI dan Revolusi Islam di Iran, Perubahan fundamental biasanya bergejolak diawal lalu diikuti dengan stabilitas yang kontinyu. Tapi ini kok malah terbalik, kampanye revolusi mental ‘’made in Jokowi’ tenang diawal tapi selanjutnya kacau.

Apakah ini tanda-tanda reformasi jilid II? Angin perubahan tahun 1998 mirip yang terjadi hari ini. Ditandai gejolak ekonomi global, lalu perlahan krisis menghantam negara – negara tetangga, dan detik ini Malaysia mulai bergolak dan selanjutnya Indonesia menjadi titik sental keterpurukan di Asia Tenggara.

Tersiar kabar belasan ribu etnis Tionghoa sudah meninggalkan Indonesia. Sentimen anti-Cina dan keturunannya meningkat tajam. Di sosial media berhembus isu rasial secara intensif. Konsolidasi mahasiswa-aktivis kepemudaan menjamur di mana-mana. Seolah-olah alam memberi sinyal gejolak politik sudah di depan mata.

Meskipun semangat egaliterisme ras dan penghormatan HAM sudah dipupuk selama 17 tahun sejak reformasi. Ternyata kecemburuan dan kebencian pribumi terhadap WNI ras tiongkok tidak pernah benar-benar terhapus dari hati masyarakat.

Kini tinggal menunggu waktu. Apakah kerusuhan 98’ akan terulang atau semua ini hanya cobaan yang akan segera berlalu, kawan!!!

 

Ditulis oleh: Muhammad Mualimin, (Ketua HMI Komisariat Universitas Al Azhar Indonesia, Ketua DPC PERMAHI Jakarta Selatan, anggota FLP Jakarta)


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

JFI Siap Jembatani Kedermawanan Sosial

KIBLAT.NET, Jakarta – Untuk memaksimalkan peranan media massa dalam menjembatani serta menggalang kedermawanan sosial masyarakat, sejumlah...

Rabu, 02/09/2015 18:18 0

Amerika

Pentagon Kembangkan Sistem Elektronik dan Sensor Fleksibel

KIBLAT.NET, Washington – Sepekan lalu, Pentagon mengumumkan sebuah kesepakatan kerja sama baru dengan sejumlah perusahaan...

Rabu, 02/09/2015 18:03 0

Iran

Film Nabi Muhammad Besutan Sutradara Iran Tuai Kontroversi

KIBLAT.NET, Teheran – Pembuatan film senilai 40 juta USD oleh produser Iran tentang masa kanak-kanak...

Rabu, 02/09/2015 17:09 0

Irak

AS Desak Milisi Syiah di Ramadi Segera Mundur

KIBLAT.NET, Ramadi – Militer Amerika Serikat, pada Senin (31/08) mendesak agar milisi Syiah meninggalkan kota...

Rabu, 02/09/2015 16:33 0

Palestina

Israel Tangkap Orangtua Aktivis Remaja Palestina At-Tamimi

KIBLAT.NET, Ramallah – Tentara Zionis Israel pada hari Selasa (01/09) menangkap aktivis Palestina Basil al-Tamimi,...

Rabu, 02/09/2015 16:15 0

Inggris

Petisi Serukan ‘Tangkap Netanyahu’ Ditandatangani Hampir 100 Ribu Warga Inggris

KIBLAT.NET, London – Sebuah petisi yang menyerukan agar PM Israel Benjamin Netanyahu ditangkap atas kejahatan perang...

Rabu, 02/09/2015 15:54 0

Siyasah

Mengapa Kematian Mullah Umar Disembunyikan?

KIBLAT.NET – Menurut Asy-Syinqithi, sebagian orang yang suka mencari ikan di air keruh menilai penyembunyian...

Rabu, 02/09/2015 15:02 2

Siyasah

Konfirmasi Jubir Taliban: Mullah Umar Meninggal Dunia April 2013

KIBLAT.NET – Juru bicara Taliban Dzabihullah Mujahid telah mengonfirmasi bahwa Mullah Umar Mujahid Amir Imarah...

Rabu, 02/09/2015 15:02 0

Amerika

CIA Gulirkan Operasi Khusus Targetkan Komandan Jihadis di Suriah

KIBLAT.NET, Washington – Surat kabar Amerika Serikat, Washington Post, Selasa (01/09), melaporkan bahwa Badan Intelijen...

Rabu, 02/09/2015 12:50 0

Turki

Bulan Sabit Merah Turki Gelontorkan $354 Juta untuk Pengungsi Suriah

KIBLAT.NET, Ankara – Lembaga kemanusiaan Bulan Sabit Merah Turki telah menggelontorkan dana hampir 345 juta...

Rabu, 02/09/2015 10:51 0

Close