... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Wah, Lobster Asli Papua Ini Diberi Nama Seorang Agen NSA

Foto: Cerax Snowden

KIBLAT.NET, Jayapura – Satu spesies lobster asal Papua baru-baru ini didaftarkan sebagai spesies baru oleh Christian Lukhaup dari Humboldt University of Berlin bersama dua rekannya. Lobster air tawar ini berasal dari Sungai Oinsok, Distrik Sawiat di bagian tengah dari Kepala Burung, Papua Barat.

Lobster yang didominasi warna hijau jeruk dan orange ini diberi nama Cherax Snowden. Lobster Cherax Snowden telah lama membingungkan para kolektor maupun pedagang lobster karena mirip dengan anggota lain dari genus Cherax.

“Spesimen pertama Cherax Snowden diekspor dari kota Sorong, Indonesia sebagai Cherax sp. pada tahun 2006, ” Lukhaup menulis dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal ZooKeys.

Seperti dikutip dari media lokal Papua, Tbloid Jubi, Lukhaup pada Sabtu, (29/08) menjelaskan, lobster atau udang karang ini ditangkap oleh seorang kolektor lokal yang tidak diketahui namanya untuk tujuan perdagangan ikan hias di Papua Barat, Indonesia dan diimpor ke Aquarium Dietzenbach di Jerman melalui Maju Aquarium di Jakarta.

Menurutnya, Cherax Snowden mungkin telah dijual dengan nama lain selama bertahun-tahun. Para ilmuwan menduga sebenarnya mudah membedakan Cherax Snowden dengan genus Cherax lainnya melalui oleh bentuk tubuh dan warna.

“Untuk membuktikan Cherax Snowden sebagai spesies berbeda, mereka harus menggunakan urutan perbedaan juga,” lanjut Lukhaup.

Setelah diyakini bahwa spesies ini hanya ada di Papua Barat, New Guinea, spesies baru ini diberi nama yang kontroversial, yakni nama mantan agen NSA, Edward Snowden, yang terkenal karena membocorkan informasi rahasia dari Badan Keamanan Nasional AS.

BACA JUGA  JSIT Indonesia Gulirkan Gerakan Penyemprotan Disinfektan dan Pembagian Antiseptik ke Sekolah

Lukhaup mengaku ia memberikan nama Cherax Snowden karena ia sangat mengagumi Edward Joseph Snowden.
“Spesies baru ini dinamai dengan nama agen AS, Edward Joseph Snowden. Dia dihormati karena prestasi yang luar biasa dalam membela keadilan, dan kebebasan,” tulis Lukhaup.

Para ilmuwan, setelah spesies ini diperkenalkan, mencatat kemungkinan potensi ancaman pada spesies Cherax Snowden. Ini diakui oleh Lukhaup.

“Karena Cherax Snowden dikumpulkan dalam jumlah besar untuk perdagangan akuarium global, serta untuk makanan penduduk lokal. Ini akan berdampak buruk pada populasi lobster. Menurut kolektor lokal, populasi spesies ini telah menurun dalam beberapa tahun terakhir ” tulis Lukhaup dalam emailnya.

Menurut para ilmuwan ini, seperti dikutip oleh Time dan Washington Post, penangkapan Cherax Snowden secara terus menerus untuk diperdagangkan bukanlah praktek berkelanjutan. Jika popularitas spesies ini terus menanjak, maka harus dikembangkan rencana pengelolaan konservasi termasuk program penangkaran.

 

Penulis: Alamsyah
Sumber: Tabloidjubi.com

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Para Penakluk Ahzab

KIBLAT.NET – Seorang panglima yang brilian adalah dia yang bisa menggunakan taktik atau senjata baru...

Selasa, 01/09/2015 15:00 0

Afrika

Ketiga Kalinya, Pasukan Haftar Kembali Dipukul Mundur Mujahidin di Derna

KIBLAT.NET, Derna – Sejumlah pejuang yang tergabung dalam MCS atau Majelis Syura Mujahidin di Derna...

Selasa, 01/09/2015 14:00 0

Irak

Peneliti: Hampir Semua Milisi yang Bertempur di Iraq Berasal dari Iran

KIBLAT.NET, Baghdad – Seorang peneliti senior Iraq, Dr Yahya El-Kubaisi mengatakan bahwa 90 persen milisi...

Selasa, 01/09/2015 13:07 0

Analisis

5 Kegagalan Strategi AS di Iraq: Pengiriman Instruktur Militer (Bag.1)

Jika pada kesempatan pertama anda gagal, selanjutnya akan terus gagal dan gagal lagi KIBLAT.NET –...

Selasa, 01/09/2015 12:00 0

Wilayah Lain

Presiden Myanmar Setujui RUU Diskriminatif Terhadap Minoritas Muslim

KIBLAT.NET, Yangoon – Presiden Myanmar menandatangani undang-undang terakhir dari empat Rancangan Undang-Undang (RUU) kontroversial yang...

Selasa, 01/09/2015 11:45 0

Palestina

Akui Negara Palestina, Mahkamah Agama Israel Desak Paus Minta Maaf

KIBLAT.NET, Tel Aviv – Pengadilan Tinggi Agama Israel, Sanhedrin yang beranggotakan 71 orang, menuntut Paus...

Selasa, 01/09/2015 11:15 0

Philipina

Filipina Intensifkan Perburuan Abu Sayyaf

KIBLAT.NET, Mindanao – Pasukan pemerintah Filipina mengintensifkan pengejaran anggota gerakan jihad Abu Sayyaf di provinsi...

Selasa, 01/09/2015 10:52 0

Turki

Dituduh Dukung ISIS, Dua Wartawan Inggris Ditangkap di Turki

KIBLAT.NET, Ankara – Pengadilan Turki melanjutkan, Senin (31/08), proses hukum terhadap dua wartawan Inggris yang...

Selasa, 01/09/2015 09:59 0

Suriah

Tuntut Buka Pengepungan Kota Syiah, Puluhan Orang Demo di Damaskus

KIBLAT.NET, Damaskus – Puluhan pengikut Syiah di Damaskus menggelar protes untuk mendesak rezim berupaya lebih...

Selasa, 01/09/2015 08:59 0

Yaman

Koalisi Teluk Klaim Hancurkan Pabrik Bom Syiah Hautsi

KIBLAT.NET, Sanaa – Koalisi negara Teluk membantah bahwa mereka telah membunuh warga sipil dalam serangan...

Selasa, 01/09/2015 08:22 0

Close