... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Presiden Myanmar Setujui RUU Diskriminatif Terhadap Minoritas Muslim

Foto: Presiden Myanmar, Thein Sein

KIBLAT.NET, Yangoon – Presiden Myanmar menandatangani undang-undang terakhir dari empat Rancangan Undang-Undang (RUU) kontroversial yang diperjuangkan oleh Budha radikal pada hari Senin (31/8). RUU itu dikecam oleh kelompok-kelompok hak asasi karena mendiskriminasi minoritas Muslim di negara itu.

Presiden Thein Sein menandatangani RUU Monogami setelah disahkan oleh parlemen pada 21 Agustus, menurut seorang pejabat senior di kantor presiden, Zaw Htay.

RUU sempat dikirim kembali ke parlemen untuk diperiksa sebelum ditandatangani.

RUU menetapkan hukuman bagi orang-orang yang memiliki lebih dari satu pasangan atau hidup dengan pasangan yang belum menikah.

Pemerintah membantah RUU itu ditujukan untuk umat Islam, yang berjumlah 5 persen dari populasi, dan beberapa di antaranya mempraktekkan poligami.

Presiden juga menandatangani dua undang-undang lainnya tentang pelarangan pindah agama dan perkawinan antar agama, pada 26 Agustus, kata Zaw Htay.

Langkah-langkah tersebut adalah bagian dari empat RUU “Ras dan Hukum Perlindungan Agama” yang diperjuangkan oleh Komite Perlindungan Kebangsaan dan Agama atau Ma Ba Tha.

Menurut seorang pejabat Human Rights Watch berbasis di New York, undang-undang itu berbahaya bagi Myanmar.

“Mereka membuat potensi diskriminasi atas dasar agama dan menimbulkan kemungkinan ketegangan komunal serius,” kata Phil Robertson, wakil direktur divisi Asia Human Rights Watch.

“Sekarang undang-undang ini sudah dibukukan, kekhawatirannya adalah bagaimana mereka mengimplementasikan dan menegakkannya.”

Pada bulan Mei, Presiden menandatangani RUU pengendalian populasi yang didukung oleh Ma Ba Tha. UU itu memaksa wanita untuk memberi jeda tiga tahun untuk setiap kelahiran.

Kelompok pimpin Biksu itu telah memicu sentimen terhadap Muslim, yang telah dituduh mencoba untuk mengambil alih Myanmar dan outbreed mayoritas Buddha.

Ratusan orang telah tewas dalam kobaran kekerasan agama di Myanmar. Pada tahun 2012, sebuah insiden di negara bagian Rakhine menyebabkan lebih dari 140.000 orang mengungsi, kebanyakan dari mereka adalah minoritas Muslim Rohingya yang tidak memiliki kewarganegaraan (Stateless).

Sumber: Worldbulletin
Penulis: Qathrunnada

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Akui Negara Palestina, Mahkamah Agama Israel Desak Paus Minta Maaf

KIBLAT.NET, Tel Aviv – Pengadilan Tinggi Agama Israel, Sanhedrin yang beranggotakan 71 orang, menuntut Paus...

Selasa, 01/09/2015 11:15 0

Philipina

Filipina Intensifkan Perburuan Abu Sayyaf

KIBLAT.NET, Mindanao – Pasukan pemerintah Filipina mengintensifkan pengejaran anggota gerakan jihad Abu Sayyaf di provinsi...

Selasa, 01/09/2015 10:52 0

Turki

Dituduh Dukung ISIS, Dua Wartawan Inggris Ditangkap di Turki

KIBLAT.NET, Ankara – Pengadilan Turki melanjutkan, Senin (31/08), proses hukum terhadap dua wartawan Inggris yang...

Selasa, 01/09/2015 09:59 0

Suriah

Tuntut Buka Pengepungan Kota Syiah, Puluhan Orang Demo di Damaskus

KIBLAT.NET, Damaskus – Puluhan pengikut Syiah di Damaskus menggelar protes untuk mendesak rezim berupaya lebih...

Selasa, 01/09/2015 08:59 0

Yaman

Koalisi Teluk Klaim Hancurkan Pabrik Bom Syiah Hautsi

KIBLAT.NET, Sanaa – Koalisi negara Teluk membantah bahwa mereka telah membunuh warga sipil dalam serangan...

Selasa, 01/09/2015 08:22 0

Suriah

Kanselir Jerman Sambut Baik Peran Iran dalam Mengakhiri Konflik Suriah

KIBLAT.NET, Berlin – Kanselir Jerman, Angela Markel, Senin (31/08), menyatakan menyambut baik partisipasi Iran dalam...

Selasa, 01/09/2015 07:32 0

Artikel

Gerakan Anti Syiah dan Jab-jab Cepat Amir Khan

KIBLAT.NET – Di jagad olahraga tinju dataran Eropa, nama Amir Khan bukan nama biasa. Muda,...

Senin, 31/08/2015 20:01 2

Iran

Iran Ganti Slogan “Matilah Amerika” Menjadi “Matilah Saudi”

KIBLAT.NET, Teheran – Media-media jurnalis Iran beberapa waktu terakhir ramai membicarakan penghapusan slogan “Matilah Amerika”...

Senin, 31/08/2015 16:29 0

Indonesia

Prihatin atas Situasi Ekonomi, Besok, 48 Ribu Buruh Gelar Demo di Jakarta

KIBLAT.NET, Jakarta – Sebanyak 48 ribu buruh akan menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia,...

Senin, 31/08/2015 15:09 0

Indonesia

Bentrok TNI-Polri di Sulbar, 1 Tewas, 1 Pos Polantas Hancur, 6 Kendaraan Dibakar

KIBLAT.NET, Sulawesi Barat – Bentrokan antara TNI-Polri kembali terjadi di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Akibatnya,...

Senin, 31/08/2015 14:24 0

Close