... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Peneliti: Hampir Semua Milisi yang Bertempur di Iraq Berasal dari Iran

Foto: Milisi Syiah Iraq

KIBLAT.NET, Baghdad – Seorang peneliti senior Iraq, Dr Yahya El-Kubaisi mengatakan bahwa 90 persen milisi yang bertempur di negaranya adalah warga negara Iran. El-Kubaisi yang merupakan peneliti dari sebuah lembaga think-tank ICSS (Iraqi Centre for Strategic Studies) menyatakan klaimnya itu pada sebuah acara konferensi di Amman, Yordania. Ia juga menggarisbawahi bahwa Iran merupakan salah satu pemain yang terlibat dalam krisis Iraq.

Dalam tulisannya yang dipresentasikan di sebuah konferensi bertema “Yordania Di Tengah Perubahan Kawasan Regional – Skenario Selanjutnya” pada hari Ahad (30/08) kemarin, El-Kubaisi menambahkan bahwa Iraq saat ini sedang didera masalah korupsi di departemen kehakiman dan juga di lingkungan orang-orang yang mendominasi pemerintahan.

Dalam workshop tersebut para peserta menyoroti masalah krisis di Iraq dan masa depan Yordania terkait dengan situasi itu, dan ia bersikeras bahwa komunitas regional maupun internasional harus melakukan intervensi untuk merestrukturisasi rezim politik di Iraq.

El-Kubaisi menjelaskan, “Kelompok Negara Islam (ISIS) telah mengubah konflik yang semula merupakan isu domestik menjadi sebuah krisis regional”. Ia meyakini bahwa kelompok militan semacam ISIS merupakan produk dari krisis politik di Iraq.

Selama konferensi yang diselenggarakan oleh QSPS (Quds Centre for Political Studies), Dr El-Kubasi mengatakan bahwa Yordania punya satu masalah dalam menentukan sifat hubungan negara tersebut dengan Iraq.

Sementara itu, seorang peneliti lain dan analis politik Iraq, Dr Haidar Saied mengatakan bahwa ide pembagian (wilayah) Iraq bukan mewakili kepentingan pihak manapun, dan isu ini tidak diangkat dalam diskusi tersebut.

Namun demikian, isu tentang kemerdekaan Kurdistan sudah mulai menghangat dan dibicarakan.

“Para elit politik Syiah tidak menyadari situasi geopolitik di Iraq,” kata Dr Haidar.

Karena menurutnya, para penguasa politik di Baghdad memiliki kebijakan yang memungkinkan korupsi untuk tetap eksis. “Hal itu berarti, bahwa negara Iraq sendiri tidak mampu melakukan reformasi di sektor publik dan pelayanan umum,” pungkasnya.

 

Penulis: Yasin Muslim
Sumber: Middle East Monitor


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Analisis

5 Kegagalan Strategi AS di Iraq: Pengiriman Instruktur Militer (Bag.1)

Jika pada kesempatan pertama anda gagal, selanjutnya akan terus gagal dan gagal lagi KIBLAT.NET –...

Selasa, 01/09/2015 12:00 0

Wilayah Lain

Presiden Myanmar Setujui RUU Diskriminatif Terhadap Minoritas Muslim

KIBLAT.NET, Yangoon – Presiden Myanmar menandatangani undang-undang terakhir dari empat Rancangan Undang-Undang (RUU) kontroversial yang...

Selasa, 01/09/2015 11:45 0

Philipina

Filipina Intensifkan Perburuan Abu Sayyaf

KIBLAT.NET, Mindanao – Pasukan pemerintah Filipina mengintensifkan pengejaran anggota gerakan jihad Abu Sayyaf di provinsi...

Selasa, 01/09/2015 10:52 0

Turki

Dituduh Dukung ISIS, Dua Wartawan Inggris Ditangkap di Turki

KIBLAT.NET, Ankara – Pengadilan Turki melanjutkan, Senin (31/08), proses hukum terhadap dua wartawan Inggris yang...

Selasa, 01/09/2015 09:59 0

Artikel

Gerakan Anti Syiah dan Jab-jab Cepat Amir Khan

KIBLAT.NET – Di jagad olahraga tinju dataran Eropa, nama Amir Khan bukan nama biasa. Muda,...

Senin, 31/08/2015 20:01 2

Indonesia

Prihatin atas Situasi Ekonomi, Besok, 48 Ribu Buruh Gelar Demo di Jakarta

KIBLAT.NET, Jakarta – Sebanyak 48 ribu buruh akan menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia,...

Senin, 31/08/2015 15:09 0

Indonesia

Bentrok TNI-Polri di Sulbar, 1 Tewas, 1 Pos Polantas Hancur, 6 Kendaraan Dibakar

KIBLAT.NET, Sulawesi Barat – Bentrokan antara TNI-Polri kembali terjadi di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Akibatnya,...

Senin, 31/08/2015 14:24 0

Indonesia

Majelis Umat Kristen Indonesia: Komunis Tak Cocok di Indonesia

KIBLAT.NET, Jakarta – Keresahan terhadap gejala kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) juga dirasakan oleh komunitas...

Senin, 31/08/2015 13:41 0

Wilayah Lain

Muslim Jadi Target Diskriminasi di Bandara Skotlandia

KIBLAT.NET, Edinburgh – Pemeriksaan keamanan di Bandara Skotlandia diyakini secara khusus dan tidak proporsional menargetkan...

Senin, 31/08/2015 12:48 0

Indonesia

Tahlilan Disebut Ukuran Setia Pancasila, An-Nashr: Itu Khayalan!

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur An-Nashr Institute, Munarman mengatakan, pernyataan bahwa orang yang anti-tahlilan diragukan kesetiaannya...

Senin, 31/08/2015 11:21 0

Close