... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Myanmar Larang Rohingya Perbaiki Masjid yang Rusak Diterjang Banjir

Foto: Warga Rohingya membersihkan lumpur dari rumah mereka setelah air surut

KIBLAT.NET, Arakan – Pihak berwenang Myanmar melarang warga Muslim Rohingya membenahi tempat ibadah mereka yang rusak akibat terjangan banjir beberapa waktu lalu. Warga Muslim yang berupaya membenahi masjid akan didatangi polisi dan diusir, sebagaimana dilaporkan kantor berita Arakan dan dilansir Al-Jazeera, Senin (31/08).

Kantor berita Arakan mengungkapkan, banyak masjid yang rusak akibat musibah banjir Myanmar yang juga menggenangi wilayah Arakan, tempat minoritas Muslim. Beberapa masjid hancur total dan lainnya rusak sebagian.

Beberapa waktu sebelumnya, Presiden Myanmar Thein Sein ketika mengunjungi korban banjir mengatakan membolehkan warga Rohingya memulai membangun masjid mereka yang hancur atau memperbaiki yang rusak sebagian. Akan tetapi, dalam prakteknya, pihak berwenang tidak memberi izin bagi warga Muslim memperbaiki masjid mereka.

Sehingga, hal itu sangat bertentangan dengan pernyataan presiden.

Kantor berita Arakan menunjukkan, warga Rohingya di banyak kota dan desa di wilayah Arakan saat ini mengalami kesulitan menghadiri shalat lima waktu di masjid. Hal itu karena pemeriksaan ketat yang diberlakukan polisi terhadap warga Rohingya yang keluar rumah.

Selain itu, polisi juga memberlakukan jam malam di wilayah tersebut. Pihak berwenang berdalih, jam malam itu untuk mencegah terjadinya bentrokan antara warga Muslim dan pengikut Budha yang tinggal di desa sebelah.

Perlu diketahui, pemerintah Myanmar mengumumkan menutup ratusan masjid dan melarang warga Muslim Rohingya menyuarakan syair-syair Islam pasca bentrokan 2012. Bentrokan itu menelan ribuan korban warga Muslim. Ribuan lainnya terpaksa melarikan diri, ratusan di antaranya terdampar di Indonesia.

BACA JUGA  ICC Restui Penyelidikan Kejahatan Myanmar terhadap Rohingya

Sebagaimana diberitakan, banjir melanda empat provinsi di Myanmar termasuk kota Rakhine yang dihuni minoritas Muslim, pada akhir Juli lalu. Bencana itu membunuh puluhan warga Rohingya yang tertindas. Meski bantuan banjir mengalir dari PBB, warga Rohingya tidak merasakan bantuan itu.

Sumber: Al-Jazeera
Penulis: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pimred Majalah Gontor: Tidak Ilmiah Jika Tahlilan Jadi Ukuran Setia pada Pancasila

KIBLAT.NET, Jakarta – Pemimpin Redaksi Majalah Gontor, Adnin Armas mengatakan pandangan bahwa tahlilan menjadi ukuran...

Selasa, 01/09/2015 17:38 0

Indonesia

Letjen (Purn) Kiki Syahnakri: Pemerintah Perlu Bentuk Desk Khusus Tangani Separatisme

KIBLAT.NET, Jakarta – Ancaman angin separatisme mulai berhembus cukup kencang dari wilayah Timur Indonesia, khususnya...

Selasa, 01/09/2015 17:08 2

Indonesia

Mantan Wakasad: Situasi Timtim Jelang Merdeka dengan Papua Saat Ini Ada Kemiripan

KIBLAT.NET, Jakarta – Mantan Panglima Penguasa Darurat Militer Timor-Timur Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri menegaskan...

Selasa, 01/09/2015 16:32 0

Suriah

Ratusan Mortir Awali Kemajuan Mujahidin di Kota Syiah Al-Fu’ah, Idlib

KIBLAT.NET, Idlib – Dentuman roket dan mortir di baris pertahanan militer Suriah, Senin (31/08), mengawali...

Selasa, 01/09/2015 16:14 0

Indonesia

Wah, Lobster Asli Papua Ini Diberi Nama Seorang Agen NSA

KIBLAT.NET, Jayapura – Satu spesies lobster asal Papua baru-baru ini didaftarkan sebagai spesies baru oleh Christian...

Selasa, 01/09/2015 15:30 0

Opini

Para Penakluk Ahzab

KIBLAT.NET – Seorang panglima yang brilian adalah dia yang bisa menggunakan taktik atau senjata baru...

Selasa, 01/09/2015 15:00 0

Afrika

Ketiga Kalinya, Pasukan Haftar Kembali Dipukul Mundur Mujahidin di Derna

KIBLAT.NET, Derna – Sejumlah pejuang yang tergabung dalam MCS atau Majelis Syura Mujahidin di Derna...

Selasa, 01/09/2015 14:00 0

Irak

Peneliti: Hampir Semua Milisi yang Bertempur di Iraq Berasal dari Iran

KIBLAT.NET, Baghdad – Seorang peneliti senior Iraq, Dr Yahya El-Kubaisi mengatakan bahwa 90 persen milisi...

Selasa, 01/09/2015 13:07 0

Analisis

5 Kegagalan Strategi AS di Iraq: Pengiriman Instruktur Militer (Bag.1)

Jika pada kesempatan pertama anda gagal, selanjutnya akan terus gagal dan gagal lagi KIBLAT.NET –...

Selasa, 01/09/2015 12:00 0

Wilayah Lain

Presiden Myanmar Setujui RUU Diskriminatif Terhadap Minoritas Muslim

KIBLAT.NET, Yangoon – Presiden Myanmar menandatangani undang-undang terakhir dari empat Rancangan Undang-Undang (RUU) kontroversial yang...

Selasa, 01/09/2015 11:45 0

Close