... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Letjen (Purn) Kiki Syahnakri: Pemerintah Perlu Bentuk Desk Khusus Tangani Separatisme

Foto: Kiki Syahnakri sewaktu masih aktif menangani kasus Timor-Timur.

KIBLAT.NET, Jakarta – Ancaman angin separatisme mulai berhembus cukup kencang dari wilayah Timur Indonesia, khususnya Papua. Sejumlah tragedi kekerasan yang terjadi di wilayah Papua dituding oleh sejumlah pengamat sebagai upaya pengkondisian agar Papua tak pernah aman.

Menurut Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Letjen (Purn) Kiki Syahnakri pemerintah harus mengambil kebijakan tegas dan terpadu dalam upaya mengeliminasi gerakan separatisme.

“Harus dilakukan secara terpadu. Karena di dalamnya itu ada aspek-aspek diplomasi, pembangunan daerah, pendidikan dan kesehatan setempat, termasuk aspek militer. Ini harus dikoordinasikan,” ujar Panglima Penguasa Darurat Militer Timor-Timor ini kepada Kiblat.net di bilangan Jakarta, belum lama ini.

Hanya saja, menurut Kiki, permasalahannya saat ini semua aspek-aspek itu belum terkoordinasi oleh pemerintah. Ia pun mengusulkan agar pemerintah membentuk desk khusus separatisme seperti halnya desk khusus terorisme di bawah BNPT.

Kiki yang punya pengalaman panjang di Timor Timur ini mengkritisi dana Otonomi Khusus (Otsus) dari APBN yang dialirkan ke Papua. Dijelaskannya, sudah mungkin entah puluhan triliun atau ratusan triliun yang dialirkan oleh pemerintah pusat ke daerah Papua. Tapi tidak membekas, karena tidak dikoordinasikan secara terpadu.

“Operasi intelnya jalan sendiri, operasi militernya jalan sendiri, diplomasinya jalan sendiri, pembangunan daerahnya jalan sendiri, masing-masing kementerian juga jalan sendiri. tidak terkoordinasi,” sambungnya.

Pria kelahiran Karawang ini membeberkan bahwa desk khusus separatisme juga harus ada badannya yang secara khusus menangani itu, meskipun bentuknya lembaga ad hoc saja.

BACA JUGA  Jazuli Juwaini Pimpin Gerakan Pembagian Masker dan Disinfektan Rumah Ibadah Gratis

“Di Inggris, dulu ini, dalam rangka menangani Irlandia Utara (IRA) itu ada badan semacam itu. Dipimpin oleh Mendagrinya Inggris. Terus militernya dipimpin oleh, kalau di kita Kasumnya lah. Bintang tiga. Jadi semua terpadu,” tandas Kiki.

Nama Kiki Syahnakri sempat populer di tahun 1999 kala ia menjadi pucuk pimpinan militer tertinggi saat menghadapi pasukan separatisme di Timor Timur.

Namanya muncul lagi menjadi pembicaraan kala September 2014 lalu, Kiki diundang oleh Interfet (Pasukan internasional untuk Timor Timur) untuk menjadi salah satu pembicara seminar “Timor Crisis” di Melbourne, Australia.

Dalam acara itu, salah seorang pembicara bernama Prof. Damien Kingsbury mengaku bahwa ia telah memiliki proposal referendum Papua. Informasi ini kemudian menjadi viral di dunia maya.

Kendati demikian, Kiki menjelaskan bahwa apa yang dikatakan Prof Damien Kingsbury hanya klaim pribadi.
“Saya anggap dia bohong. Dia (Kingsbury) bilang begini; saya punya proposal Jokowi tentang penyelesaian Papua. Ketika dikejar oleh kita proposal macam apa, memang dia tidak vulgar mengatakan referendum, tetapi bisa kita tangkap untuk menuju kepada referendum,” ujar Kiki.

Kiki melanjutkan, ketika dicecar mana proposalnya, Prof Damien Kingsbury hanya menjawab, ‘tidak saya bawa’. “Oh berarti dia bohong. Kan tidak mungkin Jokowi membuat proposal tertulis seperti itu,” bela Kiki.

 

Reporter: Fajar Shadiq
Editor: Alamsyah

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

2 comments on “Letjen (Purn) Kiki Syahnakri: Pemerintah Perlu Bentuk Desk Khusus Tangani Separatisme”

  1. Proposal tertulis mungkin tidak.. Tapi, bukan berarti janji Jokowi tak pernah ada. Kira-kira di forum internasional semacam itu apa mungkin Prof Damien Kingsbury hanya gertak sambal???

  2. Astaga, kalau ucapan orang itu benar apa jadinya negri ini??

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Ratusan Mortir Awali Kemajuan Mujahidin di Kota Syiah Al-Fu’ah, Idlib

KIBLAT.NET, Idlib – Dentuman roket dan mortir di baris pertahanan militer Suriah, Senin (31/08), mengawali...

Selasa, 01/09/2015 16:14 0

Opini

Para Penakluk Ahzab

KIBLAT.NET – Seorang panglima yang brilian adalah dia yang bisa menggunakan taktik atau senjata baru...

Selasa, 01/09/2015 15:00 0

Afrika

Ketiga Kalinya, Pasukan Haftar Kembali Dipukul Mundur Mujahidin di Derna

KIBLAT.NET, Derna – Sejumlah pejuang yang tergabung dalam MCS atau Majelis Syura Mujahidin di Derna...

Selasa, 01/09/2015 14:00 0

Irak

Peneliti: Hampir Semua Milisi yang Bertempur di Iraq Berasal dari Iran

KIBLAT.NET, Baghdad – Seorang peneliti senior Iraq, Dr Yahya El-Kubaisi mengatakan bahwa 90 persen milisi...

Selasa, 01/09/2015 13:07 0

Analisis

5 Kegagalan Strategi AS di Iraq: Pengiriman Instruktur Militer (Bag.1)

Jika pada kesempatan pertama anda gagal, selanjutnya akan terus gagal dan gagal lagi KIBLAT.NET –...

Selasa, 01/09/2015 12:00 0

Wilayah Lain

Presiden Myanmar Setujui RUU Diskriminatif Terhadap Minoritas Muslim

KIBLAT.NET, Yangoon – Presiden Myanmar menandatangani undang-undang terakhir dari empat Rancangan Undang-Undang (RUU) kontroversial yang...

Selasa, 01/09/2015 11:45 0

Palestina

Akui Negara Palestina, Mahkamah Agama Israel Desak Paus Minta Maaf

KIBLAT.NET, Tel Aviv – Pengadilan Tinggi Agama Israel, Sanhedrin yang beranggotakan 71 orang, menuntut Paus...

Selasa, 01/09/2015 11:15 0

Philipina

Filipina Intensifkan Perburuan Abu Sayyaf

KIBLAT.NET, Mindanao – Pasukan pemerintah Filipina mengintensifkan pengejaran anggota gerakan jihad Abu Sayyaf di provinsi...

Selasa, 01/09/2015 10:52 0

Turki

Dituduh Dukung ISIS, Dua Wartawan Inggris Ditangkap di Turki

KIBLAT.NET, Ankara – Pengadilan Turki melanjutkan, Senin (31/08), proses hukum terhadap dua wartawan Inggris yang...

Selasa, 01/09/2015 09:59 0

Suriah

Tuntut Buka Pengepungan Kota Syiah, Puluhan Orang Demo di Damaskus

KIBLAT.NET, Damaskus – Puluhan pengikut Syiah di Damaskus menggelar protes untuk mendesak rezim berupaya lebih...

Selasa, 01/09/2015 08:59 0

Close