... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Biografi Dr. Aiman Az-Zawahiri (1): Masa Muda dan Jejak Keturunan Intelektual

KIBLAT.NET – Beberapa hari yang lalu dirinya muncul dalam sebuah pesan audio. Pesan itu berisi baiatnya kepada amirul mukminin yang baru sepeninggal Mullah Umar rahimahullah. Dalam rekaman tersebut, ia mengumumkan baiatnya secara resmi kepada Mullah Akhtar dengan ungkapan:

إني بوصفي أميرا لجماعة قاعدة الجهاد أتقدم إليكم ببيعتنا لكم، مجددا نهج الشيخ أسامة وإخوانه الشهداء الأبرار في بيعتهم لأمير المؤمنين الملا محمد عمر مجاهد رحمهم الله أجمعين

“Saya sebagai pemimpin jamaah Al-Qaidah Al-Jihad, menyampaikan baiat kami kepadamu, memperbarui jalan Syaikh Usamah dan saudara-saudaranya yang telah gugur syahid, yang dalam hal ini mereka berbaiat kepada Amirul Mukminin Mullah Muhammad Umar Mujahid. Semoga Allah mengasihi mereka semua.”

Ya, dialah Hakimul Harakah Islamiyah,  Syaikh Aiman Az-Zawahiri, Amir Al-Qaidah yang dikenal sebagai seorang yang lembut dan bijaksana. Ia adalah penasihat dan dokter pribadi Syaikh Usamah rahimahullah, yang akhirnya menjadi tokoh tunggal pengganti Syaikh Usamah sebagai Amir Al-Qaidah.

Dr. Aiman disebut-sebut sebagai seorang ahli bedah yang handal. Pantaslah jika Syaikh Usamah memberikan kepercayaan padanya. Menurut salah satu anggota Al-Qaidah, Dr. Aiman juga disebut sebagai “letnan-nya” Syaikh Usamah. Jadi, Dr. Aiman memang  benar-benar dipersiapkan untuk menjadi pengganti Syaikh Usamah nantinya. Tak ayal dengan posisinya yang begitu penting, Amerika menghargai $25 juta dolar untuk semua informasi yang berkenaan dengan dirinya.

Silsilah Keluarga Dr. Aiman Az-Zawahiri

Nama aslinya adalah Aiman bin Muhammad Rabi’ bin Muhammad Ibrahim bin Musthafa bin Abdul Karim bin Suwailim Az-Zawahiri An-Nafi’i, Abu Muhammad Al-Mishri. Terlahir di kabilah An-Naf’iyat, bani Sa’ad bin Utaibah Hawazin Al-Adnaniyah. Qabilah ini berpindah dari Hijaz menuju Mesir dan tumbuh berkembang di negeri Nabi Musa.

Az-Zawahiriyah adalah elemen terbesar dalam qabilah An-Naf’iyat. Sebagian besar darinya terdiri dari para ulama dan orang-orang yang berpengetahuan luas. Dari sinilah terlahir sosok Dr. Aiman yang dikenal sebagai seorang dokter yang handal. Karena,  sebagian besar keluarga Az-Zawahiri memang menjadi ulama di Al-Azhar. Ayahnya sendiri adalah Dr. Muhammad Rabi’ Az-Zawahiri rahimahullah, seorang Guru Besar di Universitas ‘Ain Syams Fakultas Kedokteran.

Dr. Aiman Az-Zawahiri

Dr. Aiman Az-Zawahiri

Pamannya adalah Al-Ustadz Dr. Muhammad Asy-Syafi’i Az-Zawahiri, salah satu guru besar kedokteran di dunia dan seorang yang jenius dalam bidang kedokteran, di mana karyanya dijadikan rujukan di bidang pengobatan. Pamannya juga pernah menjadi ketua persatuan dokter di Mesir. Kakeknya adalah Syaikh Muhammad Al-Ahmadi Az-Zawahiri rahimahullah yang pernah menjadi Syaikh tertinggi di Jami’ Al-Azhar pada tahun 1930-an.

Ibunya berasal dari keluarga besar (klan) Azzam, divmana salah seorang anggota keluarga besar tersebut, yaitu Abdurrahman Azzam, pernah menjabat sebagai Sekjen Liga Arab. Kakek dari ibunya ini adalah seorang guru besar di Fakutas Adab dan rektor di Universitas Kairo, juga menjadi orang pertama yang menerjemahkan syair-syair karya Muhammad Iqbal ke dalam bahasa Arab juga dalam bentuk syair. Klan Azzam adalah klan yang terkenal di Arab dan melakukan hijrah ke Mesir.

Masa Kecil Dr. Aiman Az-Zawahiri

Ia lahir pada 15 Ramadhan 1370 H /  Juni 1951 M di rumah sakit Dr. Majdi di distrik Ad-Dakiy, propinsi Al-Jiizah, Mesir. Ia tumbuh dan berkembang di daerah Al-Ma’adi. Pada tahun 50-an, Al-Ma’adi saat itu terlihat seperti desa di Inggris. Suasananya damai dan tenang, ruas-ruas jalannya teratur dan kebun-kebunnya bertabur bermacam tubuhan dan bunga yang indah.

Terlihat di pinggir jalan, beberapa villa yang menjulang sekitar dua atau tiga lantai. Di salah satu villa yang beralamatkan di nomer 10 jalan 154 inilah, Aiman kecil tumbuh menjadi pribadi yang shalih, terjaga shalatnya dan hatinya senantiasa bergantung pada masjid.

Di usia yang masih sangat muda, Aiman kecil begitu bersemangat menghadiri kajian-kajian ilmu fikih dan hadits setiap hari Jumat di masjid Husain Shadiqiy, Al-Ma’adiy. Tidak ketinggalan, ia juga kerap mengunjungi perpustakaan milik kakek dari ibunya, Syaikh Abdurrahman ‘Azzam untuk menimba ilmu.

Seiring dengan prosesnya menuntut ilmu, Aiman juga menorehkan karyanya berupa bantahan untuk pemikiran ghulat takfir (Takfir Ekstrim) yang dipimpin Syukri Musthofa. Kemudian ia juga membuat sebuah risalah untuk membantah syubhat orang-orang yang meninggalkan jihad. Sungguh mengagumkan, di umur yang masih belia, Aiman muda telah melahap habis kitab-kitab para salaf dengan cepat dan antusias.

Aiman kecili

Aiman kecil

Dr. Aiman dalam Masa Pendidikan

Aiman muda terlahir dan hidup di distrik Ma’adi “kelas atas” tempat para penulis dan intelektual menetap di sana. Di lingkungan sarat ilmu inilah amir Al-Qaidah kedua ini mengenyam pendidikan sekolah dasar dan menengah Ma’adi. Bakat dan keterampilan Aiman sebenarnya sudah terlihat sejak kecil. Beberapa guru dan teman-temannya sering terkagum-kagum melihat kejeniusan suksesor Syaikh Usamah ini.

Salah seorang temannya yang bernama Dr. Abdullah Hussein menuturkan, “Aiman Az-Zawahiri adalah seorang pemuda yang pendiam. Jika dirinya berbicara, hampir-hampir suaranya tidak terdengar. Walaupun begitu, kecerdasan serta pengetahuannya yang luas tentang ilmu kedokteran telah muncul sejak di usia belia.”

Suatu hari Aiman mengikuti sebuah pelajaran di kelas. Dilihat dari cara duduk dan tempat duduk yang ia pilih, tergambar bahwa ia tidak begitu memperhatikan pelajaran. Namun ketika guru memberikan sebuah pertanyaan, Aiman segera mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan itu dengan singkat, padat dan akurat.

Kecerdasan dan kejeniusannya melebihi teman-teman sebayanya. Ketika temannya telah membaca satu kalimat, maka Aiman telah membaca satu baris. Jika temannya telah membaca satu baris, maka Aiman telah membaca satu halaman, demikian seterusnya.

Tak hanya temannya yang menjadi saksi hidup kecerdasan Aiman. Banyak guru yang tidak menyangsikan lagi kekuatan intelejensi Aiman. Salah satunya adalah guru bahasa Arabnya, Profesor Sayid Abu Jalil dan Abu ‘Ainain. Mereka berdua menyaksikan langsung bagaimana cara Aiman menjawab pertanyaan dengan akurasi diksi kata yang tepat dan fasih dalam berbicara.

Selain bahasa Arab, Aiman juga membuat kagum salah satu guru besar bahasa Inggris, Profesor Georges Michel. Aiman mampu berkomunikasi verbal secara aktif dalam bahasa Inggris dengan lancar dan mengesankan.

Setelah melalui sekolah Ibtidaiyah dan lanjutan kemudian lulus pada tahun 1968, Aiman muda masuk ke dalam Fakultas Kedokteran di Universitas Kairo dan menyelesaikannya pada tahun 1394 H – 1974 M. Setelah itu, ia berhasil meraih gelar magister spesialis ilmu bedah dengan predikat kelulusan “jayyid jiddan”  pada tahun 1398 H – 1978 M.

Dr. Aiman saat berusia remaja

Dr. Aiman saat berusia remaja

Ia kemudian melanjutkan program doktoral. Karena situasi tidak mengizinkan untuk segera menyelesaikan program doktoralnya, ia terpaksa meninggalkan Mesir. Meski demikian, ia tetap berhasil meraih gelar Doktor bidang ilmu bedah di Universitas Pakistan.

Awal Mula Berkecimpung dalam Gerakan Islam    

Pada 1965, ketika Aiman masih duduk di bangku sekolah menengah, ada sebuah peraturan keras untuk melawan Ikhwanul Muslimin. Sebuah makar yang dilakukan pemerintah Jamal Abdun Nasir untuk memberangus gerakan Islam yang berujung pada eksekusi sejumlah aktivis.

Salah seorang ulama terkenal yang dieksekusi adalah Sayyid Qutub. Kisah syahidnya selalu dikenang dan menjadi tragedi menyakitkan bagi kaum muslimin, mengguncang dunia Arab dan Islam, mengobarkan kemarahan ulama, da’i dan masyarakat Islam.

Kaum muslimin mengecam keras tindak kejahatan keji ini dan melakukan shalat ghaib di penjuru Timur dan Barat, surat kabar Islam menampilkan edisi khusus tentang Asy-Syahid Sayyid Qutub beserta rekan-rekannya. Para ulama dan dai mengharapkan penjahat-penjahat yang terlibat dalam penggantungan Sayyid Qutub mendapatkan balasan siksa dari Allah.

Di antara untaian kalimat yang sangat masyhur dari Sayyid Qutub adalah,

“Telunjuk yang senantiasa menjadi saksi keesaan Allah dalam setiap shalatnya, menolak untuk menuliskan barang satu huruf penundukan atau menyerah kepada rezim thaghut….”

Pemerintah saat itu menganggap bahwa semua yang mereka lakukan dapat menghentikan laju gerakan Islam. Namun, justru kejadian tak terlupakan itulah menjadi pemicu munculnya gerakan-gerakan baru yang lebih komprehensif. Aiman muda tumbuh dan berkembang di saat kondisi politik yang memanas. Hal itu membuat kesadaran untuk membela Islam tumbuh.

Demo di Mesir menuntut penerapan syariat Islam

Demonstrasi untuk menuntut penerapan syariat Islam

Tahun 1966, Aiman bersama sahabat-sahabatnya mendirikan sebuah jamaah yang bertujuan untuk mendirikan sebuah daulah Islamiyah yang menerapkan syariat Islam di bumi Mesir. Jamaah yang didirikan ini menggunakan jihad sebagai wasilah untuk mengubah tatanan Mesir yang sekuler. Jamaah ini terkenal dengan nama Jamaah Jihad Mesir.

Persiapan matang telah dilaksanakan. Sebagian besar anggotanya adalah para mahasiswa di berbagai universitas Mesir yang menunggu perekrutan untuk menjadi tentara cadangan sebelum perang Oktober 1973. Mereka ingin menggunakan meomentum ini untuk menyempurnakan persiapan matang yang selama ini direncanakan (kudeta).

Aiman dengan gigihnya mengadakan kegiatan-kegiatan bersama para mahasiswa di Universitas Kairo dan universitas-universitas lainnya. Sehingga, terkumpullah anggota sejumlah 200 orang. Dari 200 orang yang telah dikumpulkan, mereka tidak saling mengetahui antara satu dengan yang lainnya bahwa mereka sama-sama anggota Jamaah Jihad Mesir. Hal itu dilakukan untuk menjaga kerahasiaan adanya jamaah yang berusaha  melakukan kudeta terhadap pemerintah.

Beberapa anggota jamaah adalah Asy-Syahid Yahya Hasyim, Ismail Ath-Thantawi, Nabil Bar’iy , Sayyid Imam dan Muhammad Az-Zawahiri pernah berada di bawah pimpinan Isham Al-Qamariy rahimahullah. Mereka semua telah ikut bergabung dalam pelatihan angkatan darat.

Sesuatu hal terjadi pada internal jamaah saat ada seseorang yang bertindak ceroboh membocorkan rahasia organisasi. Terjadi perpecahan yang tidak bisa dihindari karena hilangnya rasa kepercayaan pada diri masing-masing anggota. Ada beberapa anggota lain yang keluar dan bergabung ke Ikhwanul Muslimin dan beberapa jamaah lain yang ada di Mesir.

Ada juga yang benar-benar keluar dari amal Islami dan vakum dari kegiatan perjuangan. Ismail Thantawi memilih keluar dari negeri Mesir setelah insiden perpecahan tersebut. Beberapa anggota masih setia berjuang bersama Dr. Aiman hingga terjadi peristiwa penting pada tahun 1981. Peristiwa penting apakah itu? Simak kelanjutan Profil Syaikh Aiman Az-Zawahiri pada seri ke-2.

 

Penulis: Dhani El_Ashim

Editor: Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Irak

Diancam Dibunuhi, Demonstran di Kota Bashra Iraq Hentikan Aksi

KIBLAT.NET, Bashra – Aktivis sipil di kota Bashra, Iraq Selatan, Senin (24/08), mengumumkan menghentikan aksi...

Selasa, 25/08/2015 09:20 0

Mesir

Bom Hantam Rombongan Perwira Polisi Mesir

KIBLAT.NET, Beheira – Sebuah bom menghantam bus yang sedang mengangkut para perwira polisi Mesir pada...

Selasa, 25/08/2015 08:30 0

Indonesia

JPU Amin Mude: Kami Tak Mau Menghukum Orang Tak Bersalah

KIBLAT.NET, Jakarta – Jaksa Penuntut Umum dalam kasus tuduhan tindak pidana terorisme dengan terdakwa Muhammad...

Senin, 24/08/2015 18:10 0

Indonesia

Hakim Tolak Eksepsi Amin Mude

KIBLAT.NET, Jakarta – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Senin (24/08), menolak eksepsi/keberatan yang dilayangkan...

Senin, 24/08/2015 17:20 0

Suriah

Balas Pembantaian Duma, Mujahidin Targetkan Kota Syiah di Idlib

KIBLAT.NET, Idlib – Mujahidin Suriah mengumumkan operasi balasan terhadap pembantaian rezim Suriah di pedesaan Damaskus...

Senin, 24/08/2015 16:47 0

Wilayah Lain

Kelompok Anti Islam Australia Teror Pembangunan Masjid

KIBLAT.NET, – Disetujuinya pembangunan gedung untuk pusat komunitas, ibadah, olahraga senilai $ 3 juta dolar...

Senin, 24/08/2015 16:19 0

Opini

Racun Diktator di Alam Demokrasi

KIBLAT.NET – Derasnya arus investasi yang membanjiri Ibukota menyebabkan ketimpangan tajam antara kaum kapitalis dan...

Senin, 24/08/2015 15:29 0

Artikel

Kisah Berharga Sirajuddin Zuraiqat Bersama Jamaah-Jamaah Islam

KIBLAT.NET – Sirajuddin Zuraiqat dikenal tegas dalam menentang Syiah di Lebanon. Perjuangannya hingga saat ini...

Senin, 24/08/2015 14:30 0

Wilayah Lain

Boko Haram Serang Konvoi Jenderal Tinggi Nigeria

KIBLAT.NET, Borno – Pejuang Boko Haram diduga menyerang satu konvoi yang membawa kepala militer Nigeria,...

Senin, 24/08/2015 14:30 0

Info Event

Sambut 1 Muharam, Ayo Ikuti Turnamen Futsal Santri Se-Jawa Bali

KIBLAT.NETDalam rangka menyambut Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1437 H, keluarga santri Indonesia dan Surau...

Senin, 24/08/2015 14:00 0

Close