... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Berubahkah Manhaj Al-Qaidah?

KIBLAT.NET – Beberapa waktu yang lalu banyak tuduhan –khususnya dari para pendukung ISIS– bahwa Al-Qaidah hari ini telah menyimpang dari manhaj Al-Qaidahnya syaikh Usamah bin Ladin.

Tidak tanggung-tanggung,  tuduhan ini dilontarkan oleh juru bicara ISIS, syaikh Abu Muhammad Al-Adnani yang kemudian diikuti oleh para pendukungnya di berbagai tempat.

Bahkan, dengan terang-terangan menganggap bahwa Al-Qaidah –di bawah pimpinan Dr. Aiman Az-Zawahiri– sudah menyimpang dari manhaj para pendahulunya.

Pertanyaan besarnya adalah, benarkah tuduhan tersebut? Apakah Al-Qaidah benar-benar telah berubah haluan?

Abu Azzam Al-Anshari mencoba mendudukkan tuduhan penyimpangan Al-Qaidah. Yakni berdasarkan statemen-statemen syaikh Athiyatullah Al-Libi rahimahullah yang masih diakui oleh ISIS sebagai tokoh Al-Qaidah “garis lurus”.

Petikan-petikan wawancara, fatwa dan makalah dari syaikh Athiyatullah-lah yang dijadikan sebagai mizan untuk mengukur apakah Al-Qaidah hari ini sudah menyimpang atau masih mengikuti garis para pendahulunya.

Alasan pertama pemilihan Syaikh Athiyatullah adalah karena beliau masih diterima di kalangan ISIS sebagai Al-Qaidah “garis lurus“.

Kedua, karena beliau termasuk dalam dewan syariah Al-Qaidah. Maknanya, pilihan-pilihan beliau merupakan representasi dari manhaj Al-Qaidah itu sendiri.

Berikut ini kami hadirkan terjemahan dari tulisan Abu Azzam Al-Anshari yang berjudul “Hal Baddalat Al-Qaidah?“ dari justpaste.it.



Apakah Al-Qaidah telah Menyimpang?

Al-Qaidah mendapat berbagai tuduhan telah menyimpang dari manhaj Usamah bin Laden. Selain itu, Az-Zawahiri juga dituduh telah berbalik dan menyimpang dari manhaj awalnya.

Al-Adnani beserta para petinggi dan pengikut Daulah memfitnah dengan kebodohan terhadap manhaj Al-Qaidah yang sebenarnya.

Banyak persoalan yang dikira oleh pihak yang berseberangan dengan Al-Qaidah, sejatinya justru adalah manhaj asli dari Al-Qaidah. Manhaj tersebut pada dasarnya telah dianut oleh para pemimpin Al-Qaidah terdahulu.

Jadi, penyimpangan yang dilakukan Al-Qaidah dianggap sudah ada sejak awal pembentukan. Oleh karena itu, tuduhan tersebut bukan hal baru sebagaimana yang mereka katakan.

تنظيم-القاعدة-يدعو-الى-تنفيذ-هجمات-على-الدول-الاوروبية

Tuduhan bahwa Al-Qaidah telah menyimpang dari manhajnya Usamah hanya menyisakan dua kemungkinan. Baik itu berbentuk kebohongan yang dituduhkan kepada Al-Qaidah, ataupun (tuduhan penyimpangan) itu sebenarnya bersumber dari manhaj Al-Qaidahnya syaikh Usamah.

Siapa saja yang merujuk kembali kepada warisan Al-Qaidah dan mengikuti penjelasan para pemimpinnya, akan melihat bahwa perkara ini jelas tanpa terselimuti apapun.

Dalam tulisan ini, telah saya kumpulkan beberapa fatwa, bantahan dan makalah-makalah dari Syaikh Athiyatullah rahimahullah tentang sebagian masalah yang terkait dengan tuduhan bahwa Al-Qaidah telah menyimpang dan beralih dari manhajnya syaikh Usamah.

Saya memilih (pernyataan) dari Syaikh Athiyatullah Al-Libi secara khusus lantaran beberapa sebab.

Yaitu karena beliau seorang ulama rujukan syar’i tandzim Al-Qaidah. Perkataan dan fatwa beliau menjadi hujjah bagi jamaah.

Meski mereka telah menuduh Al-Qaidah menyimpang setelah Usamah, tetapi masih menganggap Syaikh Athiyatullah termasuk pihak yang istiqamah dan tidak berubah (sepeninggal Usamah).

Bahkan, namanya disebut terang-terangan dan beliau sebenar-benarnya syaikh/ulama yang disifati dan direkomendasikan oleh Abu Mush’ab Az-Zarqawi rahimahullah ta’ala.

Sebagian besar kutipan yang saya tulis di sini (yang menjelaskan sikap tandzim secara syar’i), berdasarkan perbincangan yang telah lalu, atau dari audio atau tulisan yang disebarkan…

Saya tidak menyandarkan poin-poin di sini berdasarkan dokumen Abbotabad, meskipun dokumen tersebut aku yakini kebenarannya.

Mereka yang membaca nukilan ini hendaknya berfikir dengan jujur tentang hakekat penyimpangan. Sehingga jelas baginya, apakah “penyimpangan” itu sudah lama dan telah menjadi manhaj Al-Qaidah, ataukah “penyimpangan” itu benar-benar baru.

Kemudian, apakah yang mereka anggap penyimpangan itu benar-benar sebuah penyimpangan atau tidak.

1998 al Qaeda Press Conference

10 Poin yang Dianggap sebagai “Penyimpangan”

1. Al-Qaidah Tidak Mengafirkan Hamas dan Tidak Menuduhnya Berkhianat

Syaikh Athiyatullah Al-Libi rahimahullah berkata, “Kesalahan Hamas adalah kita berharap bahwa mereka memiliki udzur, mereka salah dalam mentakwil, dan mengambil fatwa dari sebagian ulama yang mereka pegangi. Kita tidak menghukumi mereka kafir. Menurut pandangan kami, mereka kaum muslimin yang memiliki kesalahan.”

Kemudian beliau ditanya tentang boleh tidaknya menuduh Hamas berkhianat dan menyifatinya dengan murtadin. Beliau pun menjawab, “Tidak, tidak boleh menyifatinya murtadin atau menuduh mereka kafir.”

Bahkan, ini kesalahan yang kita ingatkan kepada para pemuda di setiap tempat. Kita ingatkan mereka supaya jangan terburu-buru menghukumi seseorang dengan kafir.

Dalam hal ini terdapat kemungkinan khata’ (kesalahan) dan salah takwil, meskipun kesalahannya besar. Kecuali jika datang perkara yang tidak dapat mereka tolak dan tidak ada udzur lagi bagi mereka.

Adapun terkait menuduhnya berkhianat, maka kita juga tidak memandangnya demikian.

Bahkan kami menganggap bahwa kebanyakan dari pemimpin dan masyayikh mereka yang mulia itu menginginkan kebaikan dan berupaya untuk menolong Dien serta berpegang teguh terhadapnya sesuai dengan kemampuan mereka.

Alhamdulillah mereka bukanlah pengkhianat ataupun sejenisnya. Maha Suci Allah dan perlindungan hanya dari Allah.

Beliau juga berkata terkait masuknya Hamas ke parlemen, “Melihat realita Hamas sekarang, saya tidak melihat apa yang mereka lakukan –terkait masuk ke majelis peundang-undangan Palestina– sebagai sebuah tindakan kufur akbar yang mengeluarkan dari agama.”

Beliau juga berkata, “Kita tidak mengatakan bahwa Gerakan Hamas atau bahkan pemerintahan Hamas adalah thaghut. Karena mereka itu Muslim yang menghendaki  kebaikan berdasarkan takwil dan mereka salah di dalamnya.”

2. Al-Qaidah Tidak Mengkafirkan Ikhwanul Muslimin

Syaikh Athiyatullah rahimahullah berkata, “Ikhwanul Muslimin adalah jamaah yang besar. Berbagai kalangan manusia ikut brrgabung di dalam barisan mereka.

BACA JUGA  Petualangan Perang Donald Trump

Di dalamnya ada yang baik, ada juga yang tidak baik, juga terdapat banyak perbedaan pendapat. Tabiat dari jamaah-lah yang menuntut hal itu.

Begitu juga dengan Ikhwanul Muslimin periode yang lalu. Membicarakan sebuah jamaah sebagai sebuah jamaah adalah satu hal, sedangkan pembicaraan terkait person-person di dalamnya adalah satu hal yang lain.

ikhwanul-muslimin

Menilai seseorang itu dilihat dari kebaikan, keshalihan, ketakwaan, ilmu yang bermanfaat dan amal yang shalih.

Adapun jika seseorang tadi bergabung dengan jamaah tertentu, ini adalah bagian dari detail amalannya yang perlu dilihat; apakah itu sebuah amal shalih baginya atau dia termasuk orang yang membuat kesalahan?

Jika dalam berjamaah terdapat amalan shalih dalam dirinya, maka akan menambah kebaikannya.

Namun apabila ia berbuat kesalahan, maka yang kita tempuh adalah bagaimana cara bermu’amalah dengan umat Islam yang melakukan kesalahan.

3. Al-Qaidah Tidak Mengkafirkan Setiap Tentara Thaghut…  Ada Rincian di Dalamnya

Manusia mungkin berbeda pendapat terkait hukum tentang hal ini. Tetapi seorang yang menganggap bahwa perkataannya –terlebih perkataan yang mengkafirkan keseluruhan tanpa terkecuali– adalah kebenaran mutlak.

Kemudian menuduh bahwa perkataan di luar itu adalah sesat, serta menganggap bahwa hal ini (mengkafirkan) adalah perkara yang maklum fid din bid darurah (perkara pokok di dalam agama).

Dan termasuk tuntutan tauhid yang berkebalikan dari syirik dan kekufuran, yang menyelisihinya tidak mendalami dan tidak memahami tauhid dan sejenisnya…

Maka beliau katakan bahwa ini adalah kebodohan dan kesesatan yang nyata. Hal itu adalah perkara yang tidak dapat diterima dari siapapun yang keluar darinya pernyataan seperti di atas.

Masalah ini tanpa keraguan lagi adalah masalah ijtihadiyah yang dibangun dengan penelitian dan dalil. Yaitu ilmu yang dimengerti dengan penelitian dan pendalilan.

Setiap bentuk dan cabangnya bukan termasuk perkara yang maklum fid din bid darurah.

Beliau juga mengatakan bahwa tentara negara Oman saat ini misalnya, mereka berada dalam keadaan tenang dan tidak perang.

Kondisi mereka berbeda dengan tentara yang tunduk kepada pasukan Aljazair dan mengikuti operasi penyisiran mencari mujahidin di sana.

Yang kedua ini (tentara Aljazair), mereka telah kafir menurut kami, berbeda dari yang pertama (tentara Oman).

4. Al-Qaidah Tidak Menjatuhkan Para Ulama yang Menyelisihinya

Syaikh berkata:

“Untuk itu kami terus ingatkan bagi mereka yang menyelisihi pilihan fikih dan amaliyah kami. Yang saya maksud adalah pilihan jihad terhadap pemerintah yang murtad di negeri kami…

Jika penyelisihan mereka itu atas dasar penelitian dan dalil tentang kebenaran serta sekuat tenaga untuk meraih kebenaran, dengan berlandaskan ketakwaan, amal shalih dan keberpihakan terhadap Islam dan pemeluknya, juga pribadinya terkenal dengan kebaikan dan shalih, maka jika darinya ada kebenaran akan diamalkan dan dipegangi..

Orang yang menyelisihi kami seperti itu adalah saudara kami, kekasih kami, dan sahabat kami meski mereka menyelisihi.

Kita akan menjadikannya musuh, tempat kemarahan dan berlepas diri darinya jika penyelisihan tersebut mendorong untuk bergabung bersama dengan musuh kami, berjajar dalam satu barisan kafir, saling tolong menolong dan berwala’ kepada mereka lalu memerangi para mujahidin yang mukmin.”

القاعدة-والتخطيط

Beliau juga berkata:

“Mereka yang menyelisihi tidak kami musuhi dan kami dzalimi. Akan tetapi kami perlakukan dan bermuamalah terhadap mereka dengan adil, sebagaimana Allah SWT berfirman (Wahai orang-orang beriman, jadilah para penegak keadilan).

Maka, kami tidak memusuhi dan berlebihan dalam menghukumi seseorang serta tidak beradab buruk kepada mereka.

Kami juga tidak menolak kebenaran sedikitpun darinya, kami mengakui kebenaran dan menerimanya dari mana pun juga. Kami menolak kesalahan dan kebatilan dari manapun juga.

Dalam setiap hal itu, kami memeganginya dengan adab yang diliputi ketenangan dan kewibawaan.

Tidak ada kontradiksi antara berpegang dengan kebenaran dengan kuat, dan antara menghormati orang yang menyelisihi dan berlaku adab terhadapnya.

Terlebih lagi ketika yang menyelisihi kami adalah para ulama yang memiliki keutamaan, keistimewaan dan kebaikan dalam Islam serta memiliki kemuliaan dan kebaikan yang banyak.

Termasuk juga mereka para tetua yang sudah makan asam garam di dalam Islam yang terkait dengan ilmu dan dakwah kepada Allah.”

5. Mengkafirkan Pemerintah… Persoalan Ijtihadiyah

Persoalan mengkafirkan para pemerintah (yang saya maksud personal mereka) adalah masalah terkait fatwa dan putusan hukum yang terbangun di atas ijtihad.

Hal itu termasuk permasalahan yang memerlukan penelitian, ijtihad dan istidlal.

Pengkafiran pemerintah secara personal bukanlah permasalahan yang maklum fid din bid daruroh,  yang mana setiap orang yang menyelisihinya bisa jatuh dalam kekufuran.

Kemudian bagi mereka yang tidak mengkafirkan para pemerintah atau sebagian dari mereka dari sisi lain, seperti meyakini bahwa berhukum dengan UU positif adalah kufrun duna kufrin (kufur kecil) atau semisalnya, dengan tetap memegang madzhab Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam aqidah di setiap bab, maka dihukumi sebagai seorang yang salah (mukhthi’) dan tidak kami katakan bahwa mereka itu Murjiah.

6. Operasi Bersenjata di Saudi

Saya bersama pendapat mereka yang  tidak memulai bentrokan dengan pemerintah Saudi. Juga –mungkin– mengesampingkan pemerintahan yang munafik ini, diam atasnya, bersabar atas keburukannya dan melindungi diri sebisa mungkin.

BACA JUGA  Soal Terorisme, Fahri Hamzah: Indonesia Jangan Ikuti War On Terror Milik Amerika

Hal tersebut dilakukan karena faedah dan sebab-sebab yang jelas. Juga dikarenakan belum terciptanya kondisi yang kondusif secara sosial.

saudi-capital-riyadh-city-360252

7. Menghukumi Orang Awam dari Kalangan Rafidhah

Kami merinci status hukum terhadap Rafidhah di berbagai negara yang berbeda. Kami juga tidak menghukuminya dengan satu hukum.

Kami –Alhamdulillah— sama-sama telah diketahui dan inilah yang dipegang oleh para imam muhaqqiqin bahwa Rafidhah tidak kami kafirkan mereka seluruhnya secara ta’yin (artinya setiap yang berhubungan dengannya).

Kami merinci hukum kekafiran mereka, dan ini benar sebagaimana yang telah aku sebutkan.

Akan tetapi, kami tetap menyebutnya sebagai kelompok kafir. Kita telah mengetahui besarnya kekafiran dan kezindikan mereka. Pemimpin-pemimpin mereka kafir, tidak diragukan lagi.

Seseorang tidak menjadi Rafidah –sebagaimana perkataan Ibnu Taimiyah— kecuali karena kejahilan atau kemunafikan di dalam batin dan kezindiqan.

8. Posisi Al-Qaidah dalam Revolusi

Tidak diragukan lagi bahwa umat Islam adalah yang paling dapat memanfaatkan –Insya Allah pergolakan rakyat dan gerakan masyarakat ini.

Mereka yang jujur dan ikhlas dari kalangan mujahidin dan dai kepada Allah, mereka-lah yang tampak dan pertama kali ikut serta, termasuk yang mengambil manfaat darinya.

Terkhusus mereka para mujahidin yang berkecimpung di dalamnya, Alhamdulillah.

Kita mendukung revolusi ini karena di dalamnya ada kebaikan yang telah saya sebutkan beberapa di antaranya. Ia adalah fase yang kita harapkan setelahnya muncul kebaikan yang banyak.

Atas sebab ini, Al-Qaidah termasuk pihak yang paling senang dan paling mengambil manfaat dengan adanya revolusi ini. Alhamdulillah atas segala pemberian dan kemuliaan-Nya.

Maka, mereka yang mencelanya hendaklah mati dengan kebencian mereka.

Oleh karena itu, saya mendukung pergolakan revolusi sejak awal dan saya senang dengan hal itu. Umat Islam juga ikut senang walaupun di dalam revolusi tersebut ada asap kesalahan.

Kami tidak lengah dari awan kesalahan-kesalahan itu, tapi kami hanya membiarkannya (sementara waktu, demi tercapainya tujuan bersama).

Al-Qaidah bekerja demi kebaikan umat, sayang kepadanya, serta menghilangkan madharat dan cela dari umat semampunya. Atas dasar inilah Al-Qaidah berdiri.

Kebaikan apa saja dapat dicapai, maka Al-Qaidah bersamanya dan bergembira serta tidak menghalanginya.

Sesungguhnya Al-Qaidah tidak mensyaratkan bahwa kebaikan harus berasal dari Al-Qaidah. Indikator inilah yang menunjukkan kalau Al-Qaidah beramal karena Allah.

Setidaknya itu yang kami harapkan.

03-1

Alangkah senangnya Al-Qaidah dengan revolusi Arab dan dunia Islam.

Dengannya, kita harapkan dalam waktu dekat mudah-mudahan dengan pertolongan Allah saudara-saudara kita di Pakistan akan melakukan pergerakan.

9. Pilihan Damai

Yang benar adalah Al-Qaidah dan mujahidin tidak menghalangi solusi damai (dalam menghadapi revolusi) secara mutlak. Tidak akan didapati pernyataan dan seruan tokoh Al-Qaidah yang melarang solusi damai.

Akan tetapi, mereka menyeru untuk melawan kafir, thaghut, kedzaliman dan rezim yang kafir dan dzolim dengan seluruh wasilah yang diperbolehkan sesuai dengan kemampuan. Puncak dan dasar perlawanan itu adalah jihad.

Yang diingkari mujahidin adalah menjadikan “jalan damai” sebagai alternatif pengganti jihad.

Selama aksi damai itu merupakan tahapan untuk tujuan utama, kemudin aksi damai itu tidak keluar dari batasan syar’i, maka mujahidin tidak melarang hal yang demikian.

Bahkan mereka akan mendukungnya dan mendorong upaya itu. Berapa banyak dari petinggi Al-Qaidah yang menyeru kepada umat Islam untuk melakukan pergerakan massa, demonstrasi dan i’thisham (aksi masa dengan berdiam diri di suatu tempat sebagai wujud protes) dalam berbagai seruan.

Membandingkan aksi damai dengan cara kekerasan seharusnya dilakukan dengan objektif dan juga harus diukur dengan parameter yang benar.

Kami sebagai umat Islam dan mujahidin memiliki pijakan dan mabadi’ (dasar-dasar) yang berlandaskan Islam. Dan kami –Alhamdulillah- memiliki jawaban yang detail menghukumi berbagai bentuk aksi damai.

Oleh karena itu, kami mendukung aksi-aksi demonstrasi. Kami telah menyeru, begitu juga dengan para komandan kami juga menyeru agar rakyat melakukan aksi demonstrasi walaupun itu berupa aksi damai.

Begitu juga, mereka menyeru agar rakyat melawan para thaghut dan rezim diktator yang memaksakan kehendak dengan berbagai cara yang mungkin untuk dilakukan oleh rakyat.

Inilah seruan kita, begitu juga seruan Syaikh Usamah dan Dr. Aiman.

10. Apakah Orang yang Tidak Berjihad Dapat Memberi Fatwa Orang yang Berjihad?

Hal tersebut tidak berlaku secara mutlak. Maksudnya yaitu, seorang mufti wajib berasal dari orang yang mengetahui realitas atas apa yang dia fatwakan dan kondisi orang yang minta fatwa.

Barang siapa yang tidak mengetahui tentang jihad, tidak berpengalaman atau minimal tidak mengikuti perkembangan dan tidak memiliki hubungan yang baik dengan para mujahid, maka dia tidak akan bisa berfatwa terkait permasalahan jihad.

Jika dia nekat berfatwa, maka dia akan melakukan banyak kesalahan dan dia tidak akan dipercaya..

Untuk itulah Syaikhul Islam berkata: Wajib bagi kita terkait masalah jihad untuk mengambil pendapat seorang ahli agama dengan pemahaman yang benar dan memiliki pengalaman atas hal tersebut.

Adapun orang yang hanya mengetahui realita dan hanya mengetahui dhahir-dhahir permasalahan agama saja, maka pendapat mereka tidak diambil.

Terlebih pendapat orang yang tidak tahu realita dan tidak paham agama.

Penerjemah: Rudy
Editor: Miftah

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Lebanon

Syaikh Zuraiqat Seru Mujahidin Suriah Pindahkan Pertempuran di Wilayah Syiah

KIBLAT.NET, Beirut – Pemimpin Brigade Abdullah Azzam Lebanon, Syaikh Sirajudin Zuraiqat, menyeru seluruh faksi pejuang...

Selasa, 18/08/2015 13:34 0

Wilayah Lain

Pemimpin Boko Haram Bantah Telah Diganti Atau Terbunuh

KIBLAT.NET, Niger – Pemimpin gerakan “Boko Haram” Nigeria, Abu Bakar Hikaw, membantah dirinya tidak memimpin...

Selasa, 18/08/2015 10:50 0

Wilayah Lain

Sebut Al-Quran Kitab Pengubah Dunia, Novelis Dunia Sita Perhatian Netizen

KIBLAT.NET, Brasilia – Seorang penulis buku terlaris internasional asal Brasil Paulo Coelho membuat heboh dunia...

Selasa, 18/08/2015 10:15 0

Wilayah Lain

Iran dan Rusia Tegaskan Bashar Assad Tidak Boleh Lengser

KIBLAT.NET, Moskow – Menteri Luar Negeri Rusia dan Iran menolak tegas sarat lengsernya Bashar Assad...

Selasa, 18/08/2015 09:27 0

Suriah

Duma Kembali Menangis, 100 Orang Terbunuh Dalam Sehari

KIBLAT.NET, Damaskus – Kota Duma di pedesaan Damaskus, Suriah, Ahad (16/08), kembali menangis. Serangan udara...

Selasa, 18/08/2015 08:45 0

Video Kajian

[Video] Kiblat Mimbar : Sebab lemahnya Semangat Jihad Fi Sabilillah (Bag 1)

KIBLAT.NET- Zaman sudah dikoyak oleh raksasa yang tak terhindarkan bernama Globalisasi. Teknologi informasi kian maju,...

Selasa, 18/08/2015 08:39 0

Afrika

Nigeria Lancarkan Serangan Udara ke Basis Boko Haram

KIBLAT.NET, Sambisa – Jet tempur Nigeria melakukan beberapa serangan udara di timur laut wilayah hutan...

Senin, 17/08/2015 16:25 0

Pakistan

Pejabat Senior Pakistan dan 10 Lainnya Tewas dalam Serangan Bom Syahid

KIBLAT.NET, Islamabad – Ledakan bom syahid menewaskan 10 orang dan menyebabkan puluhan terjebak di bawah...

Senin, 17/08/2015 15:20 0

Suriah

Masjid Era Turki Usmani Rusak Berat Akibat Serangan Rezim di Ghouta, Suriah

KIBLAT.NET, Ghouta – Masjid Thaha yang dibangun pada masa pemerintahan Khilafah Turki Usmani (Ottoman), sultan...

Senin, 17/08/2015 14:30 0

Suara Pembaca

70 Tahun HUT RI: Kemerdekaan Semu?

KIBLAT.NET – Detik-detik HUT ini merupakan momen tepat untuk menyampaikan pengamatan penulis selama beberapa tahun...

Senin, 17/08/2015 14:06 0