James Bond dan Jebakan Madu Aktivis Islam di Surakarta

KIBLAT.NET – Pernah dengar nama James Bond? Atau jangan-jangan anda termasuk salah satu penggemar film-filmnya? Sejak diciptakan dalam bentuk karakter novel oleh Ian Flemming pada tahun 1953, banyak orang tergila-gila dengan sosok dan karakter agen bersandi 007 ini.

Apalagi, ketika tahun 1962 film pertama James Bond dirilis ke pasaran, orang dari segala penjuru berduyun-duyun pergi ke bioskop untuk menonton aksi mata-mata terbaik Inggris ini. Hingga tahun 2012, sudah 23 film James Bond dibuat, dan meraup keuntungan sebanyak 13,7 milyar dollar.

Sosok James Bond yang selalu tampil rapih, necis, tapi juga lihai berkelahi dipadu-padankan dengan tekhnologi mata-mata yang sangat mutakhir dan canggih kerap memanja mata kita untuk selalu menonton aksinya.

Tapi jika anda cermat, dan cerita ini hampir ada di setiap skenario kisah mata-mata. Selalu diselipkan plot berupa intrik licik, jebakan dan pengkhianatan. Cerita-cerita Bond pun tak jauh dari itu. Biasanya selalu ada wanita-wanita cantik di film 007 yang sejak awal menemani petualangannya tapi berakhir jadi pengkhianat.

Dari Kota London, tempat agen Bond bermarkas kita terbang menuju kota kecil bernama Surakarta. Di kota itu, beberapa hari lalu, tepatnya pada Rabu (12/08), Tim Detasemen Khusus Anti Teror/88 menangkap YK, I dan S atas tuduhan terorisme. Ketiganya dituding akan melakukan pengeboman pada 17 Agustus, hari raya kemerdekaan Republik Indonesia.

Di balik penangkapan tiga orang di Surakarta terselip sebuah cerita menarik. Seperti dilansir dari Panjimas.com, sepuluh hari sebelum penangkapan, salah seorang korban penangkapan Densus 88, YK, didatangi seorang wanita muda dari Bandung. Wanita yang mengaku bernama Ismi Rina Marlisa ini kenal dengan YK melalui sebuah grup chatting bertajuk jihad.

Ismi datang ke rumah YK di Semanggi RT 04 RW 03 Pasar Kliwon Solo pada Ahad pagi (2/8/2015). Saat datang ke rumah YK, wanita yang mengaku berusia 14 tahun ini minta dijemput di Stasiun Solo Balapan pada pagi hari. Ismi mengaku minggat dari rumah karena tidak kuat menghadapi permasalahan berat di rumah.

BACA JUGA  Human Rights Watch: Vaksinasi Warga Palestina Tanggung Jawab Israel

“Karena ada permasalahan dengan keluarganya maka Ismi minggat dari rumah. Ia masih remaja berumur 14 tahun. Itu terlihat dari foto kopi kartu pelajar yang diberikan ke pengurus RT,” ujar Bu Poniyem, ibunda YK seperti dikutip Panjimas, Jumat (14/8/2015).

Kepada ibu dan saudara-saudaranya, YK menjelaskan bahwa wanita ini adalah calon istri yang tak lama lagi akan dilamarnya jika tidak ada halangan.

Singkat cerita, keluarga melihat banyak keganjilan pada diri Ismi. Selama sepekan tinggal di rumah YK, Ismi sama sekali tak pernah terlihat shalat atau mengaji. Menjelang malam hari, Ismi selalu menelepon selama berjam-jam seorang lelaki yang disebutnya ‘teman di Bandung’.

Ismi pun ketika dikenalkan pada teman-teman YK selalu mengajukan pertanyaan unik, “Dia Anshar Daulah (pendukung/loyalis Daulah Islamiyah, red) bukan?”

Pada Ahad, (09/08/2015), Ismi tiba-tiba menghilang dari rumah YK. Pihak keluarga juga merasa heran atas kepergian wanita asing ini yang begitu tiba-tiba. “Pamit saja tidak kok, apalagi mengucapkan terimakasih. Padahal kami ini sering membantu dia saat ia membutuhkan sesuatu,” ujar kakak perempuan YK dengan nada kesal.

Hingga akhirnya, tepat tiga hari setelah Ismi pergi tanpa pamit, Densus 88 beraksi menangkap tiga aktivis Surakarta itu pada Rabu (12/8/2015).

Densus 88 menangkap 3 orang yang dituduh akan melakukan pengeboman saat HUT RI 17 Agustus 2015.
Densus 88 menangkap 3 orang yang dituduh akan melakukan pengeboman saat HUT RI 17 Agustus 2015.

Jebakan Madu
Kisah Ismi dan YK tentu menjadi cerita yang menarik buat para aktivis Islam. Terutama di era sosial media, di mana kawan dan lawan tak mudah diduga. Tapi apa yang dilakukan Ismi bukan hal asing di dunia intelijen.

Di dunia mata-mata, dikenal istilah honey trap, yang kalau diterjemahkan secara harfiah bermakna jebakan madu. Sebagai mana jebakan pada umumnya, taktik ini dilakukan guna memancing target sasaran untuk memakan umpan dan menariknya keluar ketika sudah dirasa cukup momentum atau barang buktinya.

BACA JUGA  Komisi III DPR Setuju Listyo Sigit Jadi Kapolri

Dan, seperti yang anda baca sendiri kisahnya, baik itu di film James Bond atau di kehidupan nyata, wanita memang umpan yang paling ‘enak’ untuk dihidangkan (atau disantap?). Banyak orang mampu menahan godaan harta atau tahta, tapi kalau wanita, belum tentu kuat menolaknya.

Contoh jebakan madu yang paling populer di dunia mata-mata adalah Mata Hari. Wanita bernama asli Margaretha Zelle ini lahir di Belanda dan pernah tinggal di Indonesia. Ia dijuluki “The Greatest Woman Spy” karena berkat informasinya, ribuan tentara Perancis mati sia-sia. Latar belakangnya sebagai penari telanjang dan parasnya yang memukau memang menarik banyak orang. Termasuk pejabat-pejabat penting dan komandan militer di era Perang Dunia I.

Ironisnya, saat ini musuh-musuh Islam menganalisis bahwa skenario jebakan madu masih laku jika diumpankan kepada para aktivis Islam. Mulai dari petinggi partai dakwah hingga aktivis biasa macam YK. Ini sebuah kenyataan sekaligus pukulan telak yang mematikan. Orang awam pun bisa menilai dengan mudah, “sebegitukah kualitas para pembawa panji Islam hari ini?”

Hal ini sesungguhnya bisa diantisipasi jika para aktivis memiliki basis keimanan yang kuat dan ditempa melalui proses panjang tarbiyah. Apalagi jika mampu melazimi amalan para salafussalih dalam mengunduh sistem tazkiyatunnafs warisan Rasulullah SAW. Maka sejahat apapun makar musuh, Allah SWT senantiasa ada menjadi Pelindung.

Suatu waktu, jika sosok Mata Hari atau Ismi-Ismi lain datang ke kehidupan Anda, Anda tak akan ragu menolaknya dengan senyuman khas milik James Bond. Semoga Allah SWT memberikan pertolongannya pada kita semua.

 

Penulis: Fajar Shadiq

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat