... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

70 Tahun HUT RI: Kemerdekaan Semu?

KIBLAT.NET – Detik-detik HUT ini merupakan momen tepat untuk menyampaikan pengamatan penulis selama beberapa tahun belakangan ini, baik di dalam maupun luar negeri. Hasil pengamatan menyimpulkan bahwa tingkat “kebahagiaan” rakyat Indonesia menduduki peringkat atas di antara penduduk bangsa-bangsa dunia. Apalagi jika para bujangan-bujangan yang merana hidupnya melakukan hijrah akbar ke negara-negara tetangga dan dengan suka rela ganti kewarganegaraan secara berjamaah. Karena bagaimanapun juga, memerangi kesengsaraan akibat ditolak “calon pendamping” tidak lebih mudah daripada perang terhadap kemiskinan.

Asumsi ini dikuatkan bahwa ternyata rakyat Indonesia (bukan pejabatnya) adalah manusia-manusia yang mampu tersenyum dan bahkan tertawa lepas di tengah himpitan ekonomi yang berat, meskipun tidak dipungkiri ada sebagian juga yang aktif “mancaci maki” atas kondisi yang ada.

Setelah 70 tahun merdeka, keadaan ekonomi negara ini tidak lebih baik dari tetangga sebelah, misalnya Malaysia dan Singapura. Bahkan Presiden ke-7, yang Mulia Bapak Jokowi layak mendapatkan penghargaan “Piala Roket” dari rakyat Indonesia atas dedikasinya membawa tingkat kebutuhan hidup yang semakin meroket (baca: melambung tinggi), baik harga Bahan Bakar Minyak (BBM), tarif dasar listrik, gas elpiji maupun ongkos transportasi.

Sebagian pembaca mungkin mengira penulis adalah barisan sakit hati pilpres. Oh tidak, maaf jangan terlalu cepat menghakimi setiap orang yang dengan objektif menyampaikan kenyataan. Saya khawatir, orang-orang demikian justru terjangkit “sakit jiwa” karena tidak mau menerima kebenaran yang ada.

Mari kita kembali ke topik utama artikel ini. Merdeka menurut KBBI adalah bebas dari penghambaan terhadap penjajah dan mampu berdikari. Ini mengisyaratkan bahwa setidaknya kita sebagai bangsa yang merdeka, bebas dari intervensi asing, baik dalam bidang pangan, pendidikan, hukum dan lain sebagainya. Tapi bukankah pemerintah masih impor bahan makanan padahal negara kita agraris, impor garam padahal dikenal sebagai negara maritim, impor pekerja padahal masih banyak pengangguran. Beginilah kondisi bangsa kita. Bukan miskin tetapi hanya salah urus alias mismanajemen. Salah juga dalam menerapkan sistem kehidupan.

Kenyataan ini mengisyaratkan bahwa kita belum benar-benar merdeka. Sebelum ada kemandirian dan bebas dari intervensi, maka upacara kemerdekaan yang gegap gempita di sudut-sudut kota, hiruk pikuk perlombaan dan pesta kemerdekaan hanyalah sekedar formalitas untuk berpura-pura bahwa kita telah merdeka. Hemat saya ini kemerdekaan semu. Terlepas dari itu semua, saya berharap bahwa pengamatan ini tidak meleset, bahwa kita benar-benar bahagia dan bukan berpura-pura bahagia. Wallahu A’lam. HIDUP RAKYAT INDONESIA!!!

 

Ditulis oleh: Ustadz Umarwan Sutopo, Lc

Alumnus Al-Azhar University, Kairo-Mesir dan Pendidik di Ponpes Muhammadiyah Al-Munawwaroh, Malang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

KH Cholil Ridwan: Parade Tauhid Bagian dari Persiapan Kekuatan Umat

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Seni dan Budaya, KH Cholil Ridwan menyatakan...

Senin, 17/08/2015 13:19 0

Indonesia

Slogan ‘Biar Kafir Asal Tidak Korupsi’, Kecelakaan Terbesar dalam Berpikir

KIBLAT.NET, Jakarta – Ustadz Bachtiar Nasir menyatakan bahwa meskipun telah memasuki zaman modern, umat Islam...

Senin, 17/08/2015 12:00 0

Indonesia

KH Abdullah Syafii Seru Umat Islam Bertaqwa Agar Turun Karunia Allah

KIBLAT.NET, Jakarta – Pemimpin Perguruan Tinggi As-Syafiiyah Jakarta, KH Abdullah Syafii menyatakan bahwa taqwa adalah...

Senin, 17/08/2015 11:37 0

Kolom

Nasionalisme Santri(?)

KIBLAT.NET – Janggutnya sudah mulai meninggalkan dunia hitam. Suara baritonnya menambah wibawa. Di Pesantren, ia...

Senin, 17/08/2015 11:11 3

Artikel

James Bond dan Jebakan Madu Aktivis Islam di Surakarta

KIBLAT.NET – Pernah dengar nama James Bond? Atau jangan-jangan anda termasuk salah satu penggemar film-filmnya?...

Senin, 17/08/2015 07:00 0

Indonesia

Soal Permintaan Maaf ke PKI, GPMI: Jokowi Melanggar Konstitusi

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Pengurus Pusat Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Iqbal Siregar mengatakan keinginan...

Senin, 17/08/2015 06:33 0

Palestina

Pasukan Israel Tembak Warga Palestina Dekat Ramallah

KIBLAT.NET, Ramallah – Tentara Israel menembak dan melukai seorang pria Palestina. Pria Palestina itu terkena...

Senin, 17/08/2015 06:00 0

Artikel

Hamzah Bin Ladin: Singa Kecil yang Menggentarkan Musuh-Musuh Islam

KIBLAT.NET – Al-Qaidah baru-baru ini telah merilis sebuah pesan audio yang diklaim merupakan pernyataan Hamzah...

Senin, 17/08/2015 05:20 0

Analisis

Serangannya Banyak Memakan Korban Warga Sipil, Begini Cara Pentagon Mengelak

KIBLAT.NET – Dalam setahun frekuensi serangan udara Amerika di Iraq dan Suriah terus meningkat. Hal...

Senin, 17/08/2015 03:14 0

Mesir

Mursi Ajukan Banding Terhadap Vonis Hukuman Mati

KIBLAT.NET, Kairo – Tim kuasa hukum yang ditunjuk pengadilan untuk mewakili Presiden Mesir terguling Muhamad...

Ahad, 16/08/2015 23:37 0

Close