... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Obama Gagal Hadapi Cyber-Jihadist

Foto: Hacker (ilustrasi)

KIBLAT.NET, Washington – Dalam menghadapi fenomena berkembangnya kelompok Negara Islam (ISIS) dan organisasi-organisasi jihadis lainnya, pemerintah Obama sangat mengapresiasi gagasan untuk menciptakan propaganda anti-ISIS melalui berbagai media sosial. Dengan itu, mereka menganggap sebagai cara paling efektif dan menyeluruh yang dianggap bisa menghentikan rekrutmen kelompok jihadis ini di seluruh dunia. Di awal tahun 2015, para pejabat pemerintah AS memuji langkah sentralisasi antar departemen dalam merilis pesan-pesan propaganda anti-ISIS untuk menjaga supaya mereka tetap satu suara dalam meng-counter perkembangan ideologi ISIS.

Namun terlepas bagaimana cara memandang ISIS dan para jihadis lainnya dari berbagai perspektif yang berbeda, pemerintah Amerika tidak pernah benar-benar konsisten dan satu suara. Maka tidak mengherankan, apabila usaha-usaha mereka yang terlihat begitu lamban dalam mendorong para birokrat memposting pesan-pesan anti ISIS melalui Twitter atau media-media sosial lainnya itu akhirnya mengalami kegagalan serius. Dan ironisnya, para pejabat itu malah sibuk mencari-cari kambing hitam.

Langkah yang paling mudah bagi pemerintah Amerika adalah dengan memanfaatkan pengaruh kekuasaannya mereka “menyasar” perusahaan-perusahaan media sosial itu sendiri. Sebagaimana diketahui bahwa Washington telah mengundang para staf/pekerja perusahaan Facebook, Google, dan Twitter dalam sebuah konferensi. Dan setelah itu, nampaknya pemerintah menganggap dari para staf/pekerja itu akan bermunculan pesan-pesan yang sesuai dengan harapan pemerintah Amerika. Sementara, Twitter memberi catatan bahwa mereka tidak menerapkan strategi dalam penulisan, dan perlu diingat bahwa “cuitan” individual selalunya lebih efektif daripada pesan-pesan yang direkayasa oleh komite atau tim Twitter.

BACA JUGA  Haluan Ekonomi Masyumi

Para pejabat Gedung Putih sangat mengharapkan Twitter, Facebook, dan media-media sosial yang sejenis bisa membantu dengan membuat pesan-pesan propaganda yang sesuai dengan agenda politik mereka. Namun, secara teknis mayoritas para birokrat terjebak dengan cara-cara tradisional lama, dan gagal menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi informasi yang notabene merupakan produk derivatif peradaban mereka. Harus diakui, para jihadis lebih maju dan fleksibel dalam “metamorfosis” dengan perkembangan teknologi informasi dalam mensosialisasikan narasi mereka.

Pada akhirnya, pemerintah Amerika tetap menginginkan akan adanya pesan-pesan propaganda yang berhasil, di mana mereka sendiri tahu tidak akan mampu melakukannya. Untuk itulah Gedung Putih sangat berharap pada perusahaan-perusahaan yang tidak sedang dalam usaha pengembangan layanan pesan supaya mengisi kekosongan tersebut. Dus, itulah rencana yang dibuat supaya gagal, dan tidak mengherankan, rencana itu memang sudah gagal.

 

Sumber: antiwar.com

Penulis: Yasin Muslim


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Manhaj

Jawaban Abu Qatadah Soal “Hukum Keluar dari Ketaatan terhadap Pemerintah”

KIBLAT.NET – Dalam suatu kesempatan Syaikh Abu Qatadah Al-Filistini, seorang pemerhati dunia jihad, ditanya tentang...

Sabtu, 15/08/2015 16:10 0

Suriah

Kurangi Tekanan di Zabadani, Mujahidin Putus Aliran Air ke Damaskus

KIBLAT.NET, Damaskus – Sejumlah brigade mujahidin Suriah mengumumkan, Jumat (14/08), memutus mayoritas pasokan air untuk...

Sabtu, 15/08/2015 13:44 0

Suriah

Markasnya Dibom, Jaiysul Sunnah: Koalisi Dibentuk Bukan untuk Perangi ISIS

KIBLAT.NET, Idlib – Faksi mujahidin Jaisyul Sunnah, Jumat (14/08), mengeluarkan pernyataan terkait serangan koalisi AS...

Sabtu, 15/08/2015 11:26 0

Indonesia

Ajak Umat Islam Ikuti Parade Tauhid, KH Tengku Zulkarnaen: Bersatu Adalah Sunnah Nabi!

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Sekjen MUI Pusat KH. Tengku Zulkarnaen acara Parade Tauhid Indonesia yang akan diselenggarakan...

Sabtu, 15/08/2015 10:53 0

Profil

Sirajuddin Zuraiqat, Sosok Tangguh Penentang Syiah di Lebanon

KIBLAT.NET – Dia dikenal sebagai sosok tangguh penentang Syiah. Suaranya lantang dalam mengajak segenap umat...

Sabtu, 15/08/2015 09:36 0

Afghanistan

Ini Jawaban Amir Baru Imarah Afghanistan bagi Semua yang Membaiatnya

KIBLAT.NET, Afghanistan – Pemimpin baru Imarah Islam Afghanistan, Mullah Akhtar Muhammad Manshur, menyambut seluruh baiat...

Sabtu, 15/08/2015 08:30 1

Indonesia

Dianggap Kembalikan Ideologi Komunis, FUI Tolak RUU KKR

KIBLAT.NET, Jakarta – Selain menolak rencana permintaan maaf Presiden kepada keluarga PKI, Forum Umat Islam...

Sabtu, 15/08/2015 08:00 0

Video Kajian

[Video] Wawancara: Mencari Format Perjuangan Politik Islam Bersama Ust. Abu Rusydan (Bag 3)

KIBLAT.NET- Ketika upaya memperjuangkan Islam lewat parlemen dihadapkan kepada dua fenomena; tuntutan terhadap nash syariat...

Sabtu, 15/08/2015 07:48 0

Afghanistan

Imarah Afghanistan Sambut Baik Baiat Pemimpin Al-Qaidah

KIBLAT.NET, Afghanistan – Imarah Islam Afghanistan (Taliban) menyambut baik baiat pemimpin organisasi Al-Qaidah, Syaikh Aiman...

Sabtu, 15/08/2015 07:12 0

Indonesia

FUI Tolak Rencana Presiden Minta Maaf Kepada PKI

KIBLAT.NET, Jakarta – Dalam sejarah terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Partai Komunis Indonesia (PKI)...

Sabtu, 15/08/2015 06:28 0

Close