Mursi Ajukan Banding Terhadap Vonis Hukuman Mati

KIBLAT.NET, Kairo – Tim kuasa hukum yang ditunjuk pengadilan untuk mewakili Presiden Mesir terguling Muhamad Mursi mengajukan banding pada hari Sabtu (15/8) di pengadilan tertinggi.

“Banding dilakukan guna melawan vonis penjara seumur hidup dan hukuman mati yang dijatuhkan pada bulan Juni,” kata pengacara Mursi.

Pengadilan pidana Kairo menghukum Mursi dengan vonis mati atas dakwaan memboobol penjara secara massa selama revolusi 2011 terhadap Husni Mubarak. Sedangkan hukuman penjara seumur hidup atas dakwaan memberikan rahasia negara ke Qatar.

Pengadilan pidana juga mengeluarkan hukuman massal terhadap para pimpinan Ikhwanul Muslimin, kelompok tertua di Mesir.

Mursyid Aam Ikhwanul Muslimin, Mohamed Badie, dan empat pemimpin lainnya juga mendapat vonis hukuman mati. Lebih dari 90 orang lainnya, termasuk ulama terkemuka Syaikh Yusuf al-Qaradawi, dijatuhi hukuman mati secara in absentia.

Hukuman tersebut adalah bagian dari tindakan keras yang diluncurkan Mesir, setelah militer menggulingkan Mursi dari kekuasaan pada tahun 2013 setelah terjadi protes massa terhadap pemerintahannya. Tindakan keras tersebut, mengakibatkan ratusan orang tewas dan ribuan lainnya ditangkap.

Pemerintah Mesir telah menetapkan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris. Mesir juga menuduh Al-Ikhwan mengobarkan pemberontakan sejak penggulingan Mursi, tapi kelompok itu mengatakan pihaknya berkomitmen untuk melakukan perubahan politik melalui cara-cara damai.

Seperti diketahui, Mursi belum menunjuk pengacara untuk membela dirinya sendiri dan telah menolak untuk mengakui legitimasi pengadilan. Mursi mengatakan ia tetap presiden yang sah negara.

Sementara itu, Pemerintah mengklaim pengadilan yang digelar adalah independen dan tidak pernah mengintervensi proses peradilan.

 
Sumber: Worldbulletin

Penulis: Qathrunnada

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat