... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Waspadai Penipuan Berkedok Mualaf, Begini Modus Fransiskus Kelabui Umat Islam

KIBLAT.NET, Yogyakarta – Mualaf Center Yogyakarta (MCY) melalui akun facebook resminya pada Selasa, (11/08) memperingatkan kepada umat Islam untuk berhati-hati atas kemunculan seorang yang diduga sebagai mualaf palsu.

Dalam rilisnya MCY menulis, “Waspadalah dengan kemunculan sosok mualaf palsu ini, saat ini seorang yang mengaku bernama Fransiskus Edwin Santana masih bebas berkeliaran.”

Sosok yang disebut sebagai Fransiskus itu terpampang sebagai seorang pria berkacamata dan berjaket hitam.

mualaf (1)

Sejurus kemudian, rilis yang berisi peringatan tersebut secara massif menyebar melalui media social baik facebook hingga Whatsapp. Hingga pada pukul 14.00 WIB, Kiblat.net mendapat informasi keberadaan orang tersebut di sekitaran kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Pukul 16.00 WIB, Kiblat.net berusaha menelusuri keberadaan orang tersebut sesuai dengan informasi yang didapatkan namun gagal mendapatkan keberadaannya.

Kendati demikian, Kiblat.net sempat mendapatkan jejaknya melalui pengakuan takmir masjid Al-Musyawaroh Kasihan, Bantul yang membenarkan kedatangan pria tersebut.

“Benar mas, sebelum dzuhur tadi kami menerima orang tersebut ngakunya mualaf dari Aceh. Dia mau minta uang untuk pulang katanya. Namun tidak saya kasih karena saya curiga itu modus penipuan,” ujar Suhardi, Ketua Ta’mir Masjid Al-Musyawaroh.

Dari Suhardi, Kiblat.net mendapatkan salinan dokumen yang sempat dimintanya sebelum pria tersebut meninggalkan masjid Al-Musyawaroh. Dokumen tersebut berisi Surat Pernyataan masuk Islam dan Surat Keterangan Tanda Lapor Kehilangan.

mualaf (2)

Dalam surat pernyataan nomor 050/MSR/MI/VI/2015 tertanggal 19 Juni 2015 dengan ditandatangani pengurus Harian DKM Masjid Siti Rawani, Ust. H. Syamsu Rijal disitu tertera atas nama Fransiskus Edwin Santana, Alamat Jl. RE. Martadinata 5 No. 25, RT 011/05, Mataram Aceh telah menyatakan masuk Islam dari agama sebelumnya Katolik Protestan dan mengucapkan dua kalimat syahadat di Bekasi pada (19/07/2015). Diterangkan pula setelah pengislaman tersebut berganti nama menjadi Ahmad Edwin Santana.

mualaf (3)

Sedangkan dalam surat keterangan Tanda Lapor Kehilangan Nomor SKTLK/2410/VII/2015/Sek Jt. Dari Polsek Jetis, Yogyakarta tertanggal 29 Juli 2015 dengan nama dan identitas yang sama dari dokumen sebelumnya diterangkan bahwa yang bersangkutan mengaku kehilangan barang berharga / surat berupa sebuah KTP atas nama pelapor Fransiskus Edwin Santana.

Tak berhenti di situ, Kiblat.net kemudian melanjutkan penelusuran di Masjid Nurul Huda Kasihan, Bantul. Dari pengakuan seorang saksi yaitu penjaga warung depan Masjid Nurul Huda juga membenarkan kedatangan pria tersebut. “Bahkan dia sempat membeli minum di warung saya mas,” tuturnya. “Tadi dia sempat tidur di dalam masjid, tapi saya suruh tidur di luar saja, lalu dia pergi.”

BACA JUGA  Din: Mengapa Pemerintah Pelopori Acara Konser Musik, Bukan Tingkatkan Doa

Kemudian pukul 20.00 WIB kiblat.net bertemu denga Amrulya seorang Aktivis MCY di daerah Wirosaban Yogyakarta. Ada hal yang membuat kami tercengang, pasalnya dari pertemuan yang kami lakukan Amrulya menunjukkan beberapa dokumen dengan nama dan identitas yang sama dari dokumen yang kami sebutkan di atas namun dengan tanggal dan tahun yang berbeda.

mualaf (4)

Dokumen pertama yang Kiblat.net dapatkan dari Amrulya adalah surat keterangan dari Kantor Urusan Agama kecamatan Medan Kota nomor K.k.02.15.01/SK.01/06/2013 tertanggal 09 Januari 2013 yang menerangkan bahwa nama dan identitas yang sama dari dokumen yang kami sebutkan sebelumnya telah menyatakan keislamannya di Medan pada (09/01/2013).

Setelah mengamati ketiga surat tersebut, lagi-lagi kami dibuat tercengang dengan isi surat yang lain. Kali ini, dalam surat tersebut tertulis nama dan identitas yang sama, namun dengan alamat yang sedikit berbeda.
mualaf (5)
Kali ini, dokumen yang kami tampilkan di atas masih sama yaitu Surat Keterangan Tanda Laporan Kehilangan Barang-Barang/ Surat namun dengan tanggal dan tahun yang berbeda dan alamat yang sedikit berbeda pula. Jika dari tiga dokumen sebelumnya tertulis alamat Jl. RE. Martadinata 5 No. 25, RT 011/05, Mataram Aceh, di dokumen tertanggal 11 April 2015 kali ini tertulis alamat Jl. RE. Martadinata R No. 25, RT 011/05 kelurahan Genteng, Kec. Genteng Kulon, Kab. Banyuwangi.

Adapun, isi suratnya adalah laporan kehilangan berupa satu lembar KTP atas nama Fransiskus Edwin Santana yang dikeluarkan dari Kadisdukcapil Kab. Banyuwangi, Satu Handphone merek Sony Eksperia U warna biru, dan Uang sejumlah 700.000 Rupiah.
mualaf (6)
Di dokumen yang lain, Kiblat.net juga mendapatkan satu surat lagi tentang laporan kehilangan yang ditandatangani Kapolsek Lampung Barat Nomor LP/64-C/II/2015/LPG/LAMBAR tertanggal 9 Februari 2015. Pelapor atas nama Fransiskus Edwin Santana mengaku kehilangan satu tas kecil selempang yang berisikan satu buah dompet dengan uang di dalamnya sebesar 2.500.000 Rupiah, satu buah KTP atas nama terlapor, dan satu Unit HP Sony Eksperia ZLTE dengan nomor telpon 081219324663.

Anehnya, identitas Fransiskus kali ini beralamat di Jl. RE. Martadinata 5 No. 25, RT 011/05, Kelurahan Sangata Kota, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.

Dokumen inilah yang menjadi titik awal kedustaan Fransiskus Edwin Santana yang diungkap oleh MCY. Tanggal (3/8/2015) Tim MCY melakukan dialog dengan Fransiskus yang mengaku ingin masuk Islam.

Sebagaimana diungkap oleh Amrulya, Fransiskus mengaku kepadanya berasal dari Kalimantan Timur sesuai dengan dokumen yang tertera di Surat Laporan Kapolsek Lampung Barat di atas. Dia mengaku sebagai anak dari Pendeta Fransiskus Edi Sunarto yang juga berdomisili di Kalimantan Timur. Dengan itu dia mengaku pergi dari Kalimantan lantaran di usir oleh ayah dan keluarganya.

BACA JUGA  Pandemi Belum Dapat Diatasi, Muhammadiyah Pertanyakan Rencana New Normal

Setelah mengajak dialog, MCY kemudian menawarkan supaya Fransiskus belajar agama di pondok pesantren. Mendapat persetujuan darinya, lanjut Amrulya, dia mengirim Fransiskus sore hari, tanggal (3/8/2015) ke Jakarta untuk menemui Ustadz Hanny Kristanto Sekjen Mualaf Center Indonesia supaya diarahkan ke pondok pesantren.

Diantar hingga ke Stasiun Tugu, perkiraan Amrullya dia akan sampai keesokan harinya tanggal (4/8/2015) jam 11.00 WIB. Dikonfirmasi kepada Ustadz Hanny, rupanya hingga tanggal (5/8/2015) yang bersangkutan belum tiba di Jakarta.

Sebelum kami lanjutkan cerita kebohongan dari Fransiskus ada lagi satu hal yang menarik. Setelah Kiblat.net menelusuri situs jejaring social Facebook, kami berhasil menemukan akun atas nama Rangganovalianus Santana yang diduga akun milik Fransiskus Edwin Santana.
mualaf (7)
Ada kesamaan foto wajah yang dipasang dalam akun tersebut dengan wajah Fransiskus. Sebagaimana tertulis dalam status “Selfie dulu ahhh di kecapean saya.” Tertulis tanggal (2/8/2015) pukul 1: 12 am.

Di status yang lain, akun tersebut mengunggah foto Tugu Jogja pada (4/8/2015) pukul 9:14 am. Dengan status bertuliskan, “Kenangan sewaktu di Yogyakarta”. Asumsinya, sesuai dengan perkiraan tadi, pukul 9:14 am Fransiskus mengupload foto tersebut di dalam kereta sewaktu perjalanan menuju Jakarta.

Kemudian tanggal (5/8/2015) masih di akun yang sama, Fransiskus menulis status dengan foto beberapa lembar uang limapuluh ribuan bertuliskan, “Gaji aku selama 2 day Rp 800.000 hehehe. Lumayan ganti andoid lagi.”

Artinya, gaji selama 2 day yang dimaksud dalam status tersebut adalah uang yang dia dapatkan tanggal (3-4/8/2015) dimana waktu itu posisi dia masih di Yogyakarta dan tengah melakukan perjalanan kereta ke Jakarta.

Terakhir, berdasarkan penelusuran Kiblat.net di daerah Wirosaban, menurut Sunardi ketua Takmir Masjid Al-Musyawaroh dan penuturan beberapa warga sekitar pada siang hari tanggal (11/8/2015) sekira bakda dzuhur Fransiskus masih berada di Yogyakarta.

Berdasarkan itulah Tim MCY memperingatkan sebagaimana tertulis di akun facebook resminya bahwa siapa saja yang menemukan orang tersebut dimohon segera menyerahkan ke kantor polisi atau menghubungi Tim Mualaf Center di www.mualaf.com.

 

Reporter: Muhammad Irfan
Editor: Fajar Shadiq


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Info Event

Ikuti!! Tabligh Akbar Kemerdekaan “Mengokohkan Keluarga Indonesia dengan Al-Quran”

KIBLAT.NET – Dalam rangka memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70 dan sebagai ungkapan rasa syukur...

Rabu, 12/08/2015 20:00 0

Iran

Bahas Rencana Terbaru di Suriah, Menlu Iran Kunjungi Lebanon

KIBLAT.NET, Teheran – Menteri Luar Negeri Iran, Muhammad Jawad Dharif, mengunjungi Lebanon pada Selasa (11/08)....

Rabu, 12/08/2015 19:00 0

Mesir

Pengadilan Mesir Perintahkan Pembebasan Sekutu Dekat Mursi

KIBLAT.NET, Kairo – Pengadilan Mesir memerintahkan pembebasan sekutu terkemuka Presiden Muhammad Mursi setelah dua tahun...

Rabu, 12/08/2015 18:00 0

Palestina

Polisi Israel Larang Wanita dan Anak-Anak Palestina Masuki Al-Aqsa

KIBLAT.NET, Al Quds – Polisi Israel pada Selasa (11/8) menghentikan puluhan wanita dan anak-anak Palestina...

Rabu, 12/08/2015 17:00 0

Rusia

Pemimpin Imarah Islam Kaukasus Dikabarkan Gugur

KIBLAT.NET, Kaukasus – Pemimpin Imarah Islam Kaukasus di wilayah Dagestan, Rusia dikabarkan gugur dalam serangan...

Rabu, 12/08/2015 16:00 0

Suriah

Rezim Suriah Sepakati Gencatan Senjata Sementara di Zabadani

KIBLAT.NET, Damaskus – Faksi mujahidin Suriah dan rezim Bashar Assad yang diwakili milisi Syiah Hizbullah...

Rabu, 12/08/2015 15:00 0

Afghanistan

Jubir Taliban Akui Serangan di Akademi Polisi Kabul

KIBLAT.NET, Kabul – Seorang juru bicara Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan pada sebuah...

Rabu, 12/08/2015 14:00 0

Wilayah Lain

Jelang Pemilu, PM Kanada Angkat Isu Terorisme Soal Rencana Pelarangan Bepergian

KIBLAT.NET, Toronto – Isu terorisme memang isu yang sangat laku dijual menjelang adanya pemilu. Termasuk...

Rabu, 12/08/2015 13:00 0

Philipina

Mujahidin Abu Sayyaf Kembali Beraksi, Dua Sundalo Tewas

KIBLAT.NET, Manila – Mujahidin kelompok Abu Sayyaf menyerang dua sundalo (anggota militer Filipina, red) dan menewaskan keduanya...

Rabu, 12/08/2015 12:00 0

Suriah

Jet Koalisi AS Serang Markas Jaisyul Fath di Kota Athmah

KIBLAT.NET, Idlib – Sedikitnya 25 orang, termasuk warga sipil, terbunuh dalam serangan yang dilancarkan jet...

Rabu, 12/08/2015 10:13 0

Close