Rezim Suriah Sepakati Gencatan Senjata Sementara di Zabadani

KIBLAT.NET, Damaskus – Faksi mujahidin Suriah dan rezim Bashar Assad yang diwakili milisi Syiah Hizbullah dan Iran, Selasa malam (11/08), menyepakati gencatan senjata di kota Zabadani yang dikontrol mujahidin di pedesaan Damaskus dan kota Al-Fu’ah serta Kufreya yang dikontrol milisi Syiah di pedesaan Idlib. Gencatan senjata ini bertujuan mengirim bantuan makanan dan obat-obatan di tiga kota yang terkepung itu.

Lembaga pengawas HAM Suriah menunjukkan, kesepakatan itu ditandatangani oleh gerakan Ahrar Al-Syam di satu sisi dan milisi Syiah Hizbullah dan Iran di sisi lain. Gencatan senjata dimulai pukul 06.00 pagi waktu Suriah hingga 48 jam ke depan.

Kantor berita BBC menyebutkan, gencatan sementara itu bertujuan mengirim bantuan makanan dan medis. Di sisi lain, pengawas HAM menyebut kesepakatan itu untuk menarik pasukan pejuang yang terpojok di Zabadani dan membuka kepungan terhadap dua kota Syiah, Al-Fu’ah dan Kufreya.

Rami Abdurrahman, Direktur pengawas HAM, mengungkapkan bahwa kedua pihak sengaja tidak mempublikasikan kesepakatan ini. Akan tetapi, TV Al-Manar milisi Syiah Hizbullah Lebanon melaporkan gencatan senjata itu.

Sebagaimana diketahui, militer rezim yang didukung milisi Syiah Hizbullah Lebanon menggulirkan kampanye militer besar-besaran untuk merebut kota Zabadani sejak sebulan lalu. Pertempuran sengit berlangsung berhari-hari di kota penting itu. Ratusan warga terjebak dalam pertempuran.

Menurut laporan media, tiga pekan setelah dimulai kampanye militer, 30% bangunan di kota itu hancur. Banyak warga dan pejuang terbunuh, dan mereka juga mengalami kesulitan makanan dan obat-obatan.

BACA JUGA  Banjir Terjang Ratusan Tenda Pengungsi Suriah di Idlib

Di daerah lain, mujahidin mencoba membalas kampanye itu dengan menargetkan dua kota Syiah, Al-Fu’ah dan Kufreya, di pedesaan Idlib. Dua kota itu dikepung dan dihujani mortir setiap hari. Situasi itu memaksa rezim menyetujui pembicaraan gencatan senjata sementara.

Sumber: BBC Arabic, Al-Arabiya
Penulis: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat