Salurkan Bantuan Banjir dari PBB, Myanmar Abaikan Warga Rohingnya

KIBLAT.NET, Arakan – Pejabat di unit pengawasan dan dokumentasi sektor hak asasi manusia Global Rohingya Center (GRC), Muhammad Naim Al-Arakani, menuduh pemerintah Myanmar mendiskriminasi penyaluran bantuan untuk korban banjir di negara tersebut. Warga minoritas Muslim Rohingnya yang juga menjadi korban banjir dihalangi mendapatkan bantuan itu.

“Sampai saat ini warga Rohingnya tidak mendapatkan sedikitpun bantuan internasional yang dialokasikan khusus untuk korban banjir di Myanmar,” kata Naim, seperti dilansir koran online Saudi, Sabq.org, Senin (10/08).

Naim menambahkan, hal itu dikarenakan kebijakan politik diskriminatif yang dikeluarkan pemerintah. Warga Rohingnya tidak dimasukkan dalam daftar penerima bantuan tersebut.

Tim yang dibentuk pemerintah untuk menyalurkan bantuan internasional mengabaikan keberadaan warga Rohingnya di wilayah Arakan. Mereka hanya mencari korban banjir dari kalangan pengikut Budha.

Naim menjelaskan, pemerintah Myanmar mendapat bantuan $10 M dari sejumlah negara untuk meringankan penderitaan korban banjir di negara tersebut. Bencana banjir yang melanda Myanmar mengakibatkan kerugian material dan nyawa.

Perlu dicatat, Myanmar sebelumnya menolak keberadaan kantor PBB untuk HAM di negaranya karena bertemu warga Rohingnya. PBB ingin mengungkap bencana kemanusiaan yang terjadi di wilayah Arakan, yang dihuni mayoritas Muslim Rohingnya.

Sumber: sabq.org
Penulis: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat