Ini Alasan Umat Islam Bekasi Tolak Pendirian Gereja Santa Clara

KIBLAT.NET, Bekasi – Koordinator Aksi Majelis Silaturahim Umat Islam Bekasi dari Perwakilan Pondok Pesantren At-Taqwa, Bekasi, Ustadz Aang Kunaefi mengatakan pesantren At-Taqwa dengan tegas menolak keberadaan gereja Katholik Santa Clara berdiri di Kaliabang, Bekasi Utara. Pria yang akrab disapa Ustadz Aang ini beralasan, Gereja Santa Clara membawa misi terselubung Kristenisasi, bukan sekedar mendirikan rumah ibadah.

“Kita menolak Santa Carla berdiri, mereka bukan sekedar bangun gereja tapi ada misi misionaris,” kata Ustadz Aang kepada Kiblat.net di tengah aksi tolak gereja Santa Carla di depan kantor Walikota Bekasi, Jl.Ahmad Yani, Bekasi, Senin (10/08).

Santa Clara, kata Ustadz Aang, sering menggelar kegiatan sosial sebagai upaya pendekatan ke masyarakat sekitar. Seperti membagi-bagi sembako gratis, program Bekasi Berbagi Bahagia, dan membagikan uang.

“Kalau seperti ini kan jelas ada misi terselubungnya,” ujarnya.

Menurut Ustadz Aang, ada beberapa alasan lain Pondok Pesantren At-Taqwa menolak keberadaaan gereja Santa Carla. Pertama, Santa Carla dinilai telah melanggar ketentuan dan hukum yang berlaku. Santa Carla dianggap memanipulasi data untuk mendapatkan rekomendasi pembangunan gereja.

“Mereka memalsukan tanda tangan dan pembohongan terhadap warga, kalau mereka tidak melanggar hukum, mungkin lain soal,” cetusnya.

Kedua, lanjut Ustadz Aang, keberadaan Santa Carla bertentangan dengan kultur masyarakat Bekasi Utara yang merupakan kota Santri.

“Santa Carla itu berada di tengah-tengah, antara Pesantren At-Taqwa dengan Pesantren An-Nur. Mau apa dia di situ? ini yang membuat masyarakat Bekasi Utara resah dengan Santa Clara,” tuturnya.

Lebih dari itu, kata Ustadz Aang, bila satu gereja diizinkan berdiri di bekasi Utara yang notabene wilayah santri, akan memicu Kristen dari denominasi lainnya menidirikan gereja di sana.

BACA JUGA  Pakar: Penegakan Hukum Pelanggar PSBB Terkesan Diskriminatif

“Kita khawatir nanti akan terjadi pemurtadan di Bekasi Utara, seperti yang terjadi di wilayah lainnya,” bebernya.

Lanjutnya, Pesantren At-Taqwa turut hadir dalam aksi umat Islam Bekasi sebagai bagian dari kepedulian terhadap kaum Muslimin. “Man lam yahtam bi amril muslimin falaisa minhum, siapa yang tidak peduli urusan umat Islam, bukan bagian dari umat Islam,” ucapnya mengutip sebuah hadits.

Selain itu, bergeraknya pesantren At-Taqwa menolak gereja liar didorong oleh akar historis Bekasi Utara yang merupakan basis pejuang Islam.

“Kita juga sudah diinstruksikan oleh pimpinan umum KH. Amin Nur, anak dari KH. Noer Ali (pejuang Bekasi -red) untuk melakukan pergerakan menolak Santa Clara.” tandasnya.

Seperti diketahui, ratusan mat Islam dari berbagai elemen ormas, pondok pesantren, dan majelis zikir yang tergabug dalam Majelis Silaturahim Umat Islam Bekasi (MSUIB) menggelar aksi unjuk rasa tolak Gereja Santa Clara di depan Kantor Walikota Bekasi, Jl. Ahmad Yani, pada Senin, 10 Agustus 2015.

MSIUB mendesak walikota Bekasi mencabut surat rekomendasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan surat terkait lainnya yang mengizinkan pendirian gereja Santa Clara. Surat rekomendasi tersebut, dinilai cacat hukum karena didapatkan melalui manipulasi tanda tangan dan data verifikasi.
Reporter: Bilal Muhammad

Editor: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat