Ada Syiar Ketakutan pada Warga Muslim dan Pendatang di Tolikara

KIBLAT. NET, Jakarta – Selain adanya sikap intoleransi yang ditunjukkan Gereja Injili di Indonesia (GIdI), Komnas HAM mencatat adanya pelanggaran terhadap Hak atas Rasa Aman sebagaimana dijamin dalam pasal 9 ayat (2), 29 ayat (1), 30 dan Pasal 31 ayat (1) dan (2) UU Nomor 39 tahun 1999 tentang HAM.

“Faktanya, peristiwa Tolikara tersebut telah mengakibatkan syiar ketakutan yang mengakibatkan hilangnya rasa aman warga negara, khususnya warga Muslim dan warga pendatang di Tolikara,” DR. Maneger Nasution, MA, Ketua Tim Penyelidikan Peristiwa Tolikara Papua kepada Kiblat.net dalam pers rilisnya, Senin, (10/08).

Maneger menambahkan, kekhawatiran itu semakin massif terutama dengan kemungkinan akan terjadinya bentrokan susulan. Apalagi pasca kejadian, warga setempat sempat membuat tulisan dan simbol-simbol tertentu, salib, agar rumah atau kiosnya tidak dirusak atar dibakar.

“Bupati Tolikara mengakui itu dan telah memerintahkan untuk menghapusnya beberapa saat setelah peristiwa,” ujar Komisioner Komnas HAM itu.

Kemudian, ditemukan juga fakta adanya pelanggaran terhadap Hak atas Kepemilikan sebagaimana dijamin dalam Pasal 36 UU 39 tahun 1999 tentang HAM. “Faktanya, ada pembakaran yang menyebabkan terbakarnya kios/sentra ekonomi warga, rumah ibadah Muslim, dan rumah warga/properti,” katanya.

Terakhir, ditemukan juga pelanggaran terhadap Hak untuk Hidup sebagaimana dijamin dalam pasal 9 ayat (1) UU Nomor 39 tahun 1999 tentang HAM.

Tragedi Tolikara yang dipicu pelemparan massa GIdI kepada jemaah shalat Idul Fitri pada akhirnya menimbulkan korban penembakan yang menyebabkan seorang meninggal dunia.

BACA JUGA  Habib Hanif: HRS Sudah Bayar Denda Administratif

Enis Wanimbo tewas setelah menerjang barikade aparat yang mengamankan massa. Sementara, sebanyak 11 orang lainnya terkena luka tembak, yaitu Aitelur Yanengga, Endi Wanembo, Emison Pagawak, Aleri Wenda, Ailes Kogoya, Yulianus Lambe, Amaten Wenda, Perenus Wanimbo, Erendinus Jokwa, Keratus Kogoya, dan Gaubuli Jikwa.

 

Reporter: Fajar Shadiq
Editor: Bunyanun Marsus

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat