... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ini Tiga Catatan Penting TPF Komat pada Tragedi Tolikara

Foto: Adnin Armas

KIBLAT.NET, Jakarta – Juru bicara Komite Umat untuk Tolikara (Komat), Adnin Armas menegaskan dalam peristiwa Idul Fitri berdarah di Tolikara, Papua, ada tiga hal yang menjadi catatan penting Tim Pencari Fakta.

Pertama, terkait surat dari Badan Pekerja Gereja Injili di Indonesia (GIdI) yang ditemukan oleh Intel Kapolres Bripka Taslim di Pos Maleo pada tanggal 13 Juli.

Surat itu tidak di antar ke kantor Polres tetapi diletakkan begitu saja di sebuah pos.

Surat yang ditujukan kepada Kapolres Tolikara AKBP Suroso ini, ditandantangi oleh Ketua GIdI Tolikara, Pdt.Nayus Wenda dan Sekretaris GIdI Toli, Pdt Martin Jingga kemudian difoto dan dikirim ke Kapolres oleh anggota intel Polres tersebut. Surat ini dinilai menjadi salah satu pemicu konflik di Tolikara.

“Surat ini sangat tidak toleran,” kata Adnin dalam seminar “Model Kerukunan Beragama Menanggapi kasus Tolikara” di Fakultas Tehnik Universitas negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta, Rabu (5/8).

Lanjut Adnin, intoleransi GIdI nampak dalam isi surat itu, di antaranya pertama melarang umat Islam shalat Idul Fitri 1436 H di Tolikara.

“Padahal 17 Juli itu hari libur nasional, dimana umat Islam sedang merayakan Idul Fitri. Tapi, di Tolikara umat Islam justru dilarang” ujar Adnin.

Isi surat kedua, dikatakan kalau umat Islam mau shalat Idul Fitri harus di luar Tolikara. Padahal, kata Adnin, umat Kristen di Indonesia dengan mudahnya dapat beribadah tanpa diganggu sedikitpun, gereja-gereja berdiri dengan sangat megah.

BACA JUGA  Soal PMA Majelis Taklim, Muhammadiyah: Itu Aturan Tak Perlu

Lalu isi surat ketiga, GIdI melarang muslimah memakai jilbab di Tolikara. Terkait hal ini, Adnin merasa heran, apa hubungan pemakaian jilbab dengan acara seminar Kebaktian Kebangkitan Rohani (KKR) Internasional yang dijadikan alasan melarang shalat Idul Fitri.

“Mereka gereja yang tidak toleran, gereja radikal karena melarang jilbab. Sementara perda syariah di Aceh hanya berlaku untuk umat Islam, tidak ada paksaan untuk Non-Muslim. Gereja GIdI meruntuhkan wacana toleransi yang sedang dibangun.

“Padahal, negara saja meliburkan selama dua hari untuk Idul Fitri. Ini GIdI malah melarang shalat, artinya GIdI merasa lebih tinggi tingkatannya dari negara. Itu kesalahan terbesar yang dilakukan Gidi Tolikara,” tegasnya,” sambut Peneliti INSISTS ini.

Menurut dia, Pendeta GIdI bertanggung jawab atas pecahnya kerusuhan di Tolikara, karena surat itulah yang memicunya.

Kedua, yang perlu dicermati, waktu seminar internasional bukan tanggal 17 Juli seharusnya tgl 22-25 Juli. Kemudian tanggalnya digeser bertepatan dengan Idul Fitri. Padahal mereka mengetahui tanggal 17 Juli itu umat Islam merayakan Idul Fitri. Bahkan bukan tanggalnya saja yang digeser. Tetapi, jamnya juga digeser, seharusnya mulai acara jam 10 WIT, ini jam 6 WIT umat Islam akan shalat mereka sudah berkumpul.

“Akhirnya umat Islam gagal shalat baru mau mulai sudah diserang, ini juga menjadi catatn kita,” beber Pimred Majalah Gontor ini.

BACA JUGA  Kemenag: Perusahaan Marketplace Dilarang Berangkatkan Jamaah

Ketiga, rumah-rumah dan kios-kios penduduk dicat berwarna biru putih dengan simbol-simbol Israel. Bahkan angkot juga dicat ditempatkan simbol-simbol seperti itu.

“Pengecatan bukan sukarela tetapi dipaksa, kalau tidak mau melakukan akan didenda membayar 500 ribu, bahkan ada yang diancam diusir.

Ini lebih-lebih dari negara Sosialis, kalau negara Sosialis memang memungkinkan negara mencampuri urusan rumah tangga rakyatnya hingga ke dapur, tandas Adnin

 
Reporter: Bilal Muhammad
Editor: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Turki: Perang Melawan ISIL Segera Dimulai

KIBLAT.NET, Turki – Pesawat dan drone AS tiba di pangkalan udara Turki, dan pertempuran yang...

Rabu, 05/08/2015 14:39 0

Suriah

Lagi, Mujahidin Hadang Pergerakan Militer Rezim di Zabadani

KIBLAT.NET, Damaskus – Mujahidin Suriah yang beroperasi di kota Zabdani, pedesan Damaskus, kembali menggagalkan serangan...

Rabu, 05/08/2015 07:10 0

Profil

Inilah Profil Pemimpin Baru Taliban

KIBLAT.NET – Media resmi Taliban secara resmi telah menyatakan mangkatnya Amirul Mukminin Muhammad Mullah Umar...

Rabu, 05/08/2015 06:16 0

Wilayah Lain

Boko Haram Seru Pengikutnya Lawan Nigeria dan Uni Afrika

KIBLAT.NET, – Boko Haram merilis video terbaru berisi seruan untuk mempersiapkan diri melawan tentara Nigeria...

Selasa, 04/08/2015 16:56 0

Suriah

Serangan Perdana AS untuk Lindungi “Boneka”nya di Suriah

KIBLAT.NET, Washington – Amerika Serikat mengonfirmasi, Senin (03/08), melancarkan serangan udara pertama untuk melindungi oposisi...

Selasa, 04/08/2015 15:20 0

Irak

1.500 Sekolah Hancur Akibat Pertempuran di Anbar

KIBLAT.NET, Anbar – Pertempuran yang memanas di provinsi Anbar, Iraq barat, beberapa bulan terakhir merusak...

Selasa, 04/08/2015 13:40 0

Suriah

Pejabat AS: Anggota Oposisi Pro AS Tewas di Suriah

KIBLAT.NET, Washington – Seorang anggota oposisi Suriah yang dilatih AS diyakini tewas dalam pertempuran Jumat...

Selasa, 04/08/2015 09:07 0

Afghanistan

Tayseer Allouni: Inilah Mullah Umar yang Saya Kenal

KIBLAT.NET – Pemimpin bersejarah Taliban, Mullah Umar, yang meninggalnya diumumkan pada hari Kamis, adalah pejuang...

Selasa, 04/08/2015 09:02 0

Amerika

AS Kerahkan Jet Tempur untuk Lindungi Oposisi yang Dilatihnya

KIBLAT.NET, Washington – Amerika Serikat menggulirkan peran baru untuk memperkeruh konflik berkepanjangan di Suriah. Setelah...

Selasa, 04/08/2015 08:26 0

Video Kajian

[Video] Kiblat Mimbar : Liputan Sholat & Khutbah Ied 1436 Bersama Ust. Abu Rusydan

KIBLAT.NET- Moment hari raya Idul Fitri belum lama berakhir. Tak bisa disangkal ada beberapa dari...

Selasa, 04/08/2015 08:06 0

Close