... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Empat Langkah Agar Teguh Di dalam Jihad

KIBLAT.NET – Jihad adalah perjalanan panjang. Tak dipungkiri kemenangan dan kejayaan harus ditebus dengan optimalisasi potensi diri. Jalan yang terjal nan penuh ujian akan dihadapi setiap mujahid yang melangkah di jalan mulia ini. Tentunya, dibutuhkan kesabaran dan ketabahan ekstra agar teguh dalam perhelatan di medan juang.

Syaikh Abdullah Azzam dalam “Tarbiyah Jihadiyah” menuliskan beberapa langkah agar tetap teguh dalam perjalanan jihad. Beliau menuliskan bahwa jihad itu memang sulit sekaligus jalannya panjang dan berat. Akan tetapi, setiap mujahid tentu harus siap siaga dalam menjalaninya. Menurut beliau ada empat langkah yang harus dicanangkan, yaitu

Pertama, risalah jihad itu selalu menyertai kehidupan. Kewajiban jihad tidak akan berakhir sampai ruh berpisah dengan badan. Jika kita ragu, maka “Di mana para sahabat Nabi SAW meninggal dunia?  Di mana mereka dikuburkan?  Di mana  mereka?”

Kota Madinah yang menjadi tempat turunnya wahyu dan tempat tinggal para pembela Nabi tidak memendam di dalam tanahnya selain dua ratusan jasad para sahabat. Lalu di mana gerangan jasad para sahabat yang lain? Di mana jasad 114.000 sahabat yang melakukan ibadah haji bersama Nabi SAW saat Haji Wada’? Mereka tersebar di muka bumi.  Kubur mereka memberikan bukti kepada kita hingga hari kiamat bahwa risalah jihad akan terus berlanjut sampai datangnya Dajjal. Sampai Allah mewarisi bumi dan semua makhluk yang menghuninya.

Jalan jihad adalah jalan para pendahulu kita. Mereka lebih mencintai kehidupan di akhirat, merindukan harumnya jannah daripada hidup di dunia yang fana. Sudah tentu kita sebagai para penerusnya mengikuti jalan para para salaf ini. Tidak gentar dengan rintangan apa pun yang melintang di sepanjang perjalanan nantinya.

765

Sesungguhnya kita berjihad demi mempertahankan kehormatan kaum muslimin, juga membela dan melindungi golongan mustadh’afin. Allah SWT berfirman,

وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّـهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّ‌جَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَ‌بَّنَا أَخْرِ‌جْنَا مِنْ هَـٰذِهِ الْقَرْ‌يَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا وَاجْعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيرً‌ا

“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo’a: “Ya Rabb kami, keluarkanlah kami dari negeri (Mekah) yang zalim penduduknya ini dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau”. (An Nisa’ : 75)

Jangan sampai kita termasuk dalam orang-orang yang enggan melindungi mereka, para golongan lemah dari kaum lelaki tua renta, wanita serta anak-anak. Hingga mereka tidak mempunyai pilihan lain kecuali  dengan minta pelindung dan penolong dari Allah Ta’ala setelah penduduk bumi cuci tangan dari kewajiban menolongnya.

Semut akan melaknat mereka yang enggan berjihad. Ikan di laut hanya memintakan ampunan bagi mereka yang mau berjihad saja. Sebab merekalah yang mengajarkan kebajikan kepada manusia serta menjaga dan melindungi kebajikan itu dengan pedang, ruh dan darah mereka.

Serangga-serangga di liangnya akan mengadu kepada Allah akan kezhaliman mereka yang duduk-duduk di rumah dan enggan berjihad. Bahkan langit  berhenti menurunkan hujan, tumbuh-tumbuhan di bumi berkurang, kekeringan tambah meluas dan kelaparanpun melanda karena keengganan mereka untuk berjihad.

Demikianlah keterangan menurut dua pakar tafsir murid dari shahabat Ibnu Abbas, Mujahid dan Qatadah. Bahkan Rasulullah SAW bersabda mengenai ayat di bawah ini,

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَىٰ مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِۙ أُولَـٰئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّـهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat mela’nat”. (Al Baqarah  : 159)

d8a7d984d8acd987d8a7d8a

Beliau SAW bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Majah,

يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللاَّعِنُونَ. قَالَ دَوَابُّ الأَرْضِ.

“Mereka dilaknat oleh Allah, dan dilaknat (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknat). Al Laa’inuun adalah binatang-binatang  melata di bumi”. (HR. Ibnu Majah)

Jihad merupakan perkara yang sangat penting. Ketahuilah, kita adalah pelopor para kaum dan perintis kebangkitan negeri. Kita laksana detonator yang akan meledakkan bahan peledak di negeri kita. Bom yang non aktif membutuhkan detonator, dan kitalah detonator-detonator itu, dengan izin Allah. Beribu-ribu ton bahan explosive tanpa ada detonator yang kecil, tidak akan berarti apapun.

Tidak bermanfaat, meski sekecil sayap nyamuk untuk mengubah sesuatu. Kekuatan yang dahsyat tersebut belum dapat dimanfaatkan, selagi detonator yang kecil itu tidak ada. Karena itu, jangan merasa jemu. Allah tiada akan membuat kita jemu sehingga kita sendirilah yang merasa jemu. Dan janganlah kita berputus asa.

إِنَّهُۥ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْكَٰفِرُونَ

“Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (Yusuf : 87)

Kedua, kita berperang tidak lain hanyalah untuk mencari pahala.  Sementara pahala jihad yang agung dan melimpah itu membutuhkan kesabaran, kebenaran niat serta keikhlasan hati.

Ketiga, kita berperang bukan untuk meraih hasil yang segera. Perjuangan jihad adalah sebuah perjalanan panjang yang akan terus berlangsung hingga datangnya hari kiamat. Jadi sebuah keniscayaan bagi setiap muslim untuk selalu berjihad di jalan Allah hingga kemenangan yang dijanjikan-Nya itu tiba dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.

img201205272355133649

Keempat, kemenangan dan kekalahan adalah dua hal yang telah ditetapkan Allah. Langkah derap kaki kita tetap tegap jika kemenangan dicapai dan walau kekalahan mendera.

Rasulullah SAW bersabda,

 مَا مِنْ غَازِيَةٍ أَوْ سَرِيَّةٍ تَغْزُو فَتَغْنَمُ وَتَسْلَمُ إِلاَّ كَانُوا قَدْ تَعَجَّلُوا ثُلُثَىْ أُجُورِهِمْ وَمَا مِنْ غَازِيَةٍ أَوْ سَرِيَّةٍ تُخْفِقُ وَتُصَابُ إِلاَّ تَمَّ أُجُورُهُمْ

“Tidaklah seorang prajurit atau sekelompok pasukan yang berhasil mendapatkan ghanimah dan mereka selamat, melainkan mereka telah menyegerakan duapertiga dari pahalanya. Dan tidaklah seorang prajurit atau sekelompok pasukan yang gagal dan tertimpa musibah, melainkan mereka akan mendapat pahalanya secara penuh”. (HR. Muslim)

Menentukan kemenangan dan kekalahan bukanlah tugas kita. Sebab takdir menang dan kalah itu berada di tangan Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, takdir ada di tangan Yang Maha Mengetahui lagi Maha Berkuasa.

Kita tidak dapat menentukan sendiri hasil dari usaha. Karena itu, niat  harus murni seratus persen, tidak terikat kepada apapun bahkan kepada kemenangan sekalipun. Tidak terikat kepada bumi, tidak terikat kepada kebebasan. Sesungguhnya niat harus hanya terikat kepada pahala dan surga. Demikianlah jual beli ini berlangsung.

إِنَّ اللَّـهَ اشْتَرَ‌ىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan Jannah untuk mereka…”. (At-Taubah : 111)

Allah tidak mengatakan, “Bagi mereka kemenangan” atau “bagi mereka ghanimah atau bagi mereka Daulah Islamiyah”, tetapi …”dengan memberikan Jannah bagi mereka.  Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh dan dibunuh”.

Inilah empat hal yang harus kita camkan dalam diri kita agar setiap langkah yang kita jejakkan semakin mantap. Aral melintang tidak akan membuat kita gentar dan layu. Justru membuat kita terbangun dan sadar bahwa jalan perjuangan memang berat haruslah dihadapi bukannya dihindari. Jannah telah dijanjikan pada kita di akhirat nanti dan sesungguhnya Allah SWT pasti akan menepati janji-Nya.

Penulis : Dhani El_Ashim

Editor: Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Tragedi Tolikara, Pemuda Persis Himbau Umat Islam Siapkan Fisik

KIBLAT.NET, Jakarta – Organisasi Pimpinan Pusat Pemuda Persatuan Islam (PP Pemuda Persis) mengutuk keras tindakan...

Senin, 20/07/2015 06:30 2

Indonesia

KPAI: Pembakaran Masjid Tolikara Ancam Perlindungan Anak

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam Sholeh mengatakan insiden Tolikara...

Ahad, 19/07/2015 20:30 0

News

Khawatir Insiden Sousse, Pemerintah Maroko Larang Warganya Bepergian Ke Tunisia

KIBLAT.NET, Maroko – Pemerintah Maroko pada hari Sabtu (18/07) kemarin menerapkan aturan baru yang melarang...

Ahad, 19/07/2015 19:56 0

Indonesia

KH. Athian Ali: Islam Selalu Toleran, Tapi Islam Selalu Ditindas

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) KH. Athian Ali M. Da’i, Lc,...

Ahad, 19/07/2015 19:50 2

Indonesia

PUSHAMI Kecam Pembakaran Masjid Tolikara di Papua

KIBLATNET, Jakarta – Direktur Pengkajian Kebijakan Strategis Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI), Jaka Setiawan...

Ahad, 19/07/2015 19:38 0

Rohah

Canda Syaikh: Bunuh Belalang Diganti Unta?

KIBLAT.NET – Suatu hari saat bersama murid-muridnya, Syaikh Utsaimin mengajak diskusi mereka. Beliau melontarkan permasalahan...

Ahad, 19/07/2015 10:17 0

Wilayah Lain

Dilarang Shalat Ied, Muslim Kashmir Bentrok dengan Polisi India

KIBLAT.NET, Kashmir – Bentrokan meletus antara Muslim Kashmir dan pasukan keamanan India pada Sabtu (18/07)....

Ahad, 19/07/2015 10:00 0

Indonesia

Paska Tragedi Papua, GIDI Solo Didesak Hentikan Kegiatan Karena Tak Berizin

KIBLAT.NET, Solo – Sehari setelah tragedi pembubaran paksa dan pembakaran Mushala Baitul Muttaqin di Komplek Koramil...

Ahad, 19/07/2015 09:42 0

Arab Saudi

Saudi Klaim Ungkap Sel Daulah, 431 Anggota Ditangkap

KIBLAT.NET, Riyadh – Pemerintah Arab Saudi mengaku mengungkap jaringan yang terkait dengan Daulah Islamiyah. Sedikitnya...

Ahad, 19/07/2015 09:15 0

Indonesia

MUI Jawa Timur: BNPT dan Densus 88 Harus Turun Tangani Tragedi Tolikara

KIBLAT.NET, Surabaya – Gerakan Umat Islam Bersatu Jawa Timur (GUIB Jatim), yang berada di bawah naungan...

Ahad, 19/07/2015 09:08 0

Close
CLOSE
CLOSE