Khawatir Insiden Sousse, Pemerintah Maroko Larang Warganya Bepergian Ke Tunisia

KIBLAT.NET, Maroko – Pemerintah Maroko pada hari Sabtu (18/07) kemarin menerapkan aturan baru yang melarang warga Maroko terutama para pemuda melakukan perjalanan ke Tunisia karena alasan keamanan. Ribuan pemuda dan pelajar Maroko setiap tahunnya mengadakan  program tur musim panas ke negara tetangga Tunisia.

Sejumlah pemberitaan di media-media lokal melaporkan bahwa para pemuda dan pelajar yang telah terlanjur mem-booking program perjalanan ke Tunisia terpaksa harus kelabakan karena harus membatalkan tiket perjalanan mereka di menit-menit terakhir.

Menteri Pemuda dan Olah Raga merilis siaran pers berisi pengumuman bahwa seluruh agenda perjalanan ke Tunisia pada musim panas ini dibatalkan. Pengumuman itu menyebutkan pembatalan terjadi atas permintaan otoritas Tunisia karena negara tersebut baru saja mengumumkan keadaan darurat menyusul insiden serangan mematikan terhadap lokasi wisata di Sousse baru-baru ini.

Namun pihak kementerian tidak memberi keterangan lebih lanjut apakah mereka menawarkan program tur alternatif bagi warga Maroko yang batal berangkat ke Tunisia, termasuk masalah refund (pengembalian uang) secara penuh dari penyelenggara tur.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, pada tanggal 4 Juli yang lalu Presiden Beji Caid Essebsi mengumumkan negara dalam keadaan darurat seminggu setelah seorang pria bersenjata menyerang kota resort Sousse menewaskan 38 turis asing kebanyakan warga Inggris.

Sejak insiden itu, banyak negara melakukan travel warning bahkan travel ban atau larangan melakukan perjalalanan ke Tunisia, termasuk di antaranya Inggris. Inggris menilai tingkat ancaman serangan “teroris” di negara-negara Afrika utara mengalami perkembangan signifikan sejak serangan di Sousse pada bulan Juni lalu.

BACA JUGA  Sidang Praperadilan HRS, Pengacara Ajukan Saksi Fakta dan Ahli Pidana

Banyak laporan menyatakan bahwa meningkatnya peringatan larangan perjalanan ke Tunisia bagi warga asing akan berdampak signifikan bagi ekonomi negara itu, mengingat Tunisia sangat mengandalkan industry wisata.

Reporter: Sanist Siberia

Editor: Rudy

Sumber: WorldBulletin

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat