... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Renungan Pasca Ramadhan oleh Syaikh Ibrahim Ad-Duwaisy

Foto: Syaikh Ibrahim Ad-Duwaisy

KIBLAT.NET – Setelah Ramadhan, manusia terbagi menjadi dua bagian, yaitu orang-orang yang menang dan orang-orang yang merugi. Seandainya perasaan kemenangan ini ada pada kita, pasti akan mendapat ucapan selamat. Namun, jika merugi pasti mendapat ucapan duka cita. Kepergian Ramadhan sungguh membuat pahit bagi semua, baik orang-orang yang mendapat kemenangan maupun orang-orang yang merugi.

Kepergian ini juga akan menjadikan pahit bagi orang-orang yang mendapatkan kemenangan, sebab mereka telah kehilangan hari-harinya yang menyenangkan serta malam-malam yang menggembirakan. Siangnya menjadi sadaqah dan puasa, sedangkan malamnya menjadi lantunan ayat Al-Qur’an dan qiyamul-lail. Hembusan angin yang sepoi-sepoi diikuti zikir dan doa, kebaikannya adalah tetesan air mata.

Mereka merasakan pahitnya berpisah dengan Ramadhan, dengan kesedihan yang mendalam. Bagaimana tidak, Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, bulan penuh ampunan dosa. Bagaimana tidak, semua doa pasti akan didengar, malapetaka pasti akan ditolak, kebaikan pasti akan terkumpul.

Bagaimana tidak, kita menangisi kepergiannya, dan kita tidak tahu apakah kita termasuk orang yang diterima amal kita oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, atau justru amal kita ditolak?!

Bagaimana tidak, wahai saudaraku, kita juga tidak tahu apakah kita akan kembali lagi pada Ramadhan, atau ke liang lahat?!

Saudaraku, bagaimana dengan hari-hari yang akan datang? Adakah dari kita yang masih gundah dan khawatir akan kepergian Ramadhan?

Adakah dari kita yang masih gundah dan khawatir apakah amal perbuatannya diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala atau tidak?

Apakah kita termasuk orang-orang yang menang di bulan Ramadhan? Siapakah dari kita yang lisannya selalu berdoa agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima doa pada bulan Ramadhan?

Sesungguhnya kita telah mendengar dan membaca bahwa orang-orang terdahulu telah berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala selama enam bulan, memohon agar amal ibadah mereka selama Ramadhan diterima Allah. Namun, bagaimana kita setelah Ramadhan lewat beberapa hari… apakah kita sudah berdoa?

Atau apakah kita sudah melupakan Ramadhan begitu saja, seakan-akan tergelincir karena membawa barang di atas punggung kita?

Sementara, orang-orang yang menyia-nyiakan Ramadhan dibagi menjadi dua bagian:

Pertama, orang yang bermalas-malasan. Mereka hanya sedikit sekali melakukan amal kebaikan. Benar, mereka juga melakukan shalat Tarawih dan qiyam Ramadhan—meskipun terburu-buru. Jarang sekali mereka melakukan shalat malam, membaca Al-Qur’an. Bahkan shalat lima waktu pun kadang tidak mereka lakukan.

Banyak lisan-lisan yang kering dari berdzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, melalaikan doa dan istighfar, mereka selalu bergumul dengan hawa nafsu termasuk di bulan Ramadhan. Kebaikan yang telah menghiasi mereka terkadang mengalahkan dan dikalahkan dari hawa nafsu.

BACA JUGA  Pengabaian Keselamatan Jiwa Rakyat dalam Pilkada 2020

Mereka juga membaca Al-Qur’an di siang hari, tetapi masih saja tidur setelah lelah bergadang di malam hari. Sedangkan shalat Dhuhur dan Ashar terkadang ditinggalkan. Bahkan shalat Shubuh tidak dilaksanakan. Semua disebabkan karena rasa lelah. Mereka tidak menyadari datangnya Ramadhan, hingga akhirnya setelah Ramadhan pergi, yang ada hanya penyesalan dan kesedihan.

Mereka bersedih. Setelah apa mereka bersedih? Setelah semuanya pergi… setelah hari-hari yang penuh kemuliaan meninggalkannya.

Kedua, adalah orang yang menyia-nyiakan Ramadhan. Mereka sungguh-sungguh dalam kerugian, na’udzubillah…

Masih banyak yang tidak melakukan apapun di bulan Ramadhan…mereka tidak membaca Al-Qur’an, tidak pula berpuasa, siang dan malam tidak berubah tetap begitu saja, mereka sungguh celaka!!!

Mereka tidak mengetahui kapan sepuluh malam terakhir Ramadhan, bahkan malam lailatul qadarpun mereka tak mengerti. Jadi, kapan kesempatan mereka untuk berbuat baik, di bulan Ramadhanpun mereka juga tidak ingin berbuat kebaikan?! Jadi kapan..?

Kapan mereka akan terbangun dari kelalaian dan kebodohan?

Barang siapa yang menyia-nyiakan ketika menanam benih, maka dia tidak akan menuainya selain hanya kesedihan dan penyesalan saja.

Sungguh mereka sangat kasihan, bulan Ramadhan telah datang kepada mereka, di mana bulan ini penuh kemuliaan berlimpah ruah, namun mereka tidak mendapatkan apapun, selain hanya kerugian yang mendalam.

Hati mereka hampa dari rasa taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, tiada puasa yang berarti baginya, juga ibadah Ramadhan tidak bisa menolongnya.

Hati mereka telah menjadi batu hingga benar-benar keras, di mana keadaan mereka di bulan Ramadhan seperti keadaan orang yang celaka, masa muda dan tuanya hilang begitu saja tanpa tidak berarti.

Wahai orang-orang yang rugi!!

Ketahuilah bulan Ramadhan telah pergi jauh, di mana Ramadhan telah menyaksikan bahwa engkau dalam kerugian, dan Ramadhan akan membantahmu di hari Qiyamat.

Ramadhan telah pergi, Ramadhan telah menyaksikan bahwa engkau telah meninggalkan Al-Qur’an, sungguh sangat celaka di mana nanti Al-Qur’an dan Ramadhan akan membantahmu!

Wahai orang-orang yang menyia-nyiakan hidup, bagaimana engkau mengharap syafa’at? Apakah kamu akan menolak rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala?

Apakah kamu akan mengatakan kepada kami bahwa Allah Maha Pengasih dan Maha Pengampun?

BACA JUGA  Mahfud MD: Penularan Covid-19 Tak Ditentukan Pilkada

Benar jika kamu mengatakan demikian! Namun perlu diingat, “Inna Rahmatallahi qariibun minal muhsiniin”. (Rahmat Allah hanya dekat kepada orang-orang yang berbuat kebaikan)

Rahmat Allah hanya diberikan kepada orang yang mau berbuat kebaikan, yang selalu takut dan taat kepada Allah serta selalu merindukan ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dalam sebuah riwayat, Ibnu Abbas telah ditanya perihal orang yang menjalankan puasa di siang hari dan melakukan shalat malam, namun tidak pernah mengikuti shalat Jumat dan berjamaah, maka beliau berkata: Dia akan masuk neraka ! Allah juga akan menjauhkannya dari rahmat-Nya! sungguh banyak orang yang tidak mendapat rahmat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala!

Wahai orang-orang yang rugi…

Benar… Ramadhan telah pergi jauh, dan kamu telah merasakan kerugian yang mendalam, namun…segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala pintu rahmat Allah masih terbuka lebar-lebar, dan kebaikan masih lapang luas menunggu…sebelum maut tiba merenggut jiwa kita dan sebelum semua menjadi ratapan…

Semoga Allah memberikan berkah kepada kita dengan Al-Qur’an yang mulia, dan memberikan manfaat kepada kita dari ayat-ayat Al-Qur’an.

Wahai saudaraku, ini semua adalah petunjuk dan arahan setelah Ramadhan pergi. Kita ingin jiwa dan hati kita dapat selalu dan terus menerus istiqamah dalam ketaatan, hingga selalu dapat melakukan yang wajib, selalu ingat kepada Allah, takut kepada-Nya dan selalu berhubungan kuat dengan-Nya.

Meskipun ketaatan kita ini hanya sedikit, namun dengan  sedikit jika terus menerus lebih baik daripada banyak namun terputus-putus tidak istiqamah.

Ya Allah, terimalah amal ibadah kami di bulan suci Ramadhan ini..

Ya Allah, terimalah amal ibadah kami di bulan suci Ramadhan ini…

Ya  Allah, terimalah amal ibadah kami di bulan suci Ramadhan ini…

Dan ampunilah semua kekurangan kami dan kelalaian kami di bulan Ramadhan…

 

Dr. Ibrahim bin Abdullah Ad-Duwaisy adalah seorang dai terkemuka di Arab Saudi. Ceramah-ceramahnya dikenal menyentuh hati. Kaset-kaset ceramahnya banyak memenuhi toko-toko dan bursa Islami.Beliau juga menjadi imam dan khatib di Masjid Jami’ King Abdul Aziz di Rass.

Selain itu, juga menjadi pengampun di situs www.islamsky.net. Anda juga dapat follow beliau lewat saluran FB pribadi di د.ابراهيم عبدالله الدويّش  atau twitter @Ibrahim_aldwish.

Editor: Rudy

Disadur dari buku “Ramadhan Sepanjang Masa” karya Dr. Ibrahim bin Abdullah Ad-Duwaisy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

[Video] Korelasi Keadaan Umat dan Pertolongan Allah Bersama Ust. Abu Rusydan Part 2

KIBLAT.NET – Allah Ta’ala berfirman: (3) إِذَا جَآءَ نَصۡرُ ٱللَّهِ وَٱلۡفَتۡحُ ( 1) وَرَأَيۡتَ ٱلنَّاسَ يَدۡخُلُونَ...

Sabtu, 18/07/2015 07:30 0

Suriah

Senyum Assad di Balik Korban Bom Barel Suriah

KIBLAT.NET, Suriah – Saat bom-bom barel merenggut nyawa warga muslim Suriah, Bashar Assad tanpa rasa...

Jum'at, 17/07/2015 23:10 0

Suriah

“Kado Id” Assad untuk Muslim Suriah

KIBLAT.NET, Suriah – Bagi sebagian warga Suriah, Hari Raya Idul Fitri 1436 H menjadi hari...

Jum'at, 17/07/2015 22:50 0

Indonesia

Menag Minta Kasus Pembakaran Mushala di Tolikara Diproses Hukum

KIBLAT.NET, Papua – Menyikapi kasus pembakaran mushala di Tolikara, Papua, Jumat (17/07), Menteri Agama, Lukman...

Jum'at, 17/07/2015 22:27 0

Siyasah

Netwar: Era Baru Perang Media Online

“Internet adalah medan perang jihad, tempat untuk berdakwah, wahana untuk menghadapi musuh-musuh Allah. Setiap individu...

Jum'at, 17/07/2015 21:50 0

Amerika

Survey: Lebih dari Setengah Pasukan Darat AS Tidak Yakin atas Misi Mereka

KIBLAT.NET – Pada bulan April 2015, USA Today membuat laporan terkait moral Angkatan Darat AS....

Jum'at, 17/07/2015 14:00 0

Analisis

Strategi Baru Amerika dan Dampaknya terhadap Al-Qaidah dan ISIS (Bag.2)

Baca tulisan sebelumnya: Strategi Baru Amerika dan Dampaknya terhadap Al-Qaidah dan ISIS (Bag.1) KIBLAT.NET – Episode kedua:...

Jum'at, 17/07/2015 09:09 2

Indonesia

Khutbah Idul Fitri 1436 H, Ust. Abdullah Manaf: Dua Cairan yang Dicintai Allah

KIBLAT.NET, Solo — Pagi ini ribuan kaum Muslimin tumpah ruah di pelataran parkir Assalam Hypermart,...

Jum'at, 17/07/2015 08:22 0

Philipina

Gubernur Otoritas Muslim Mindanao Larang Perayaan Idul Fitri dengan Tembakan ke Udara

KIBLAT.NET, Maguindanao – Gubernur Daerah Otonomi Muslim Mindanao (ARMM) di Filipina meminta warga Muslim untuk...

Kamis, 16/07/2015 21:50 0

Info Event

Besok Hari Raya, Inilah Jadwal Khatib Dai MADINA

KIBLAT.NET, Jakarta— Idul Fitri 1436 H kali ini jatuh pada esok hari, Jumat 17 Juli...

Kamis, 16/07/2015 21:44 0

Close
CLOSE
CLOSE