... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Strategi Tumpul AS untuk Melemahkan ISIS dan Assad

KIBLAT.NET – Kebijakan pemerintahan Obama merespon konflik Suriah dinilai oleh Kepala Hubungan Politik Ahrar Syam, Labib An-Nuhhas, tampak jelas menghasilkan kegagalan yang nyata. Menurutnya, tidak ada strategi yang baik dan Amerika tidak belajar dari kegagalannya sendiri pada masa sebelumnya dari pengalaman di Afghanistan dan Irak. Dalam hal ini, solusi dan harapan jangka pendek telah menutupi solusi dan realisasi jangka panjang.

Dalam krisis Suriah, menurut Labib, solusi jangka pendek Amerika yang diiringi dengan kebisingan media yang terpaku pada organisasi Daulah Islam, telah menyebabkan krisis Suriah berkepanjangan dan mengakibatkan lebih banyak korban kemanusiaan dan materi yang mestinya bisa dihindari. Konflik Suriah menjadi terabaikan dan korban tewas diperkirakan antara 200 sampai 300 ribu jiwa (angka sebenarnya bisa lebih tinggi), lebih dari 11 juta orang menjadi pengungsi dan banyak kota berubah menjadi puing-puing reruntuhan.

Dalam pandangan petinggi Ahrar Syam, salah satu akibat dari kegagalan Amerika yang paling menonjol tampak jelas pada cara yang sesat dalam membagi pejuang revolusi menjadi “moderat” dan “ekstremis”.

Pada bulan Desember tahun lalu, Menteri Luar Negeri AS John F. Kerry menyatakan bahwa “Rakyat Suriah tidak perlu memilih antara tiran (Basyar Assad) dan para teroris.” Kerry dengan tegas menyatakan pilihan ketiga, yakni oposisi Suriah moderat yang secara sekaligus berjuang melawan ekstrimis teroris dan Assad setiap hari.

Sayangnya, kata Labib dalam tulisannya, pilihan tersebut terlihat tumpul. Karena Amerika Serikat telah mendefinisikan istilah “moderat” sedemikian sempit dan sewenang- wenang. Salah satunya tidak memasukkan arus utama oposisi.

Labib menunjukkan organisasi afiliasinya, Ahrar Syam, sebagai salah satu contoh. Ahrar Syam berarti para patriot Suriah yang merdeka. “Kami menganggap diri kami sebagai mainstream kelompok Islam Sunni di Suriah. Ahrar Syam memimpin rakyat Suriah yang berperang untuk rakyat Suriah. Kami berperang untuk mewujudkan keadilan bagi rakyat Suriah. Meskipun demikian, kami dituduh memiliki hubungan organisasi dengan Al-Qaidah dan mendukung ideologinya,” ungkapnya menjelaskan.

BACA JUGA  Ahok Lelang Batik yang Dikenakan Saat Sidang, Ditawar Sampai Rp 100 Juta

Tuduhan itu menurutnya jauh dari kebenaran. Ahrar Syam percaya bahwa Suriah memerlukan proyek pemersatu yang tidak dapat dikontrol atau dikuasai oleh satu kelompok saja. Dan tidak harus terikat dengan satu ideologi. Ahrar percaya bisa merealisasikan keseimbangan aspirasi kekuatan mayoritas di Suriah, melindungi masyarakat minoritas dan memungkinkan mereka untuk bermain nyata dan berperan positif untuk masa depan Suriah.

Ahrar Syam yakin bahwa masa depan yang pertengahan dan moderat untuk Suriah dapat mempertahankan negara dan memperbaiki lembaga untuk melayani semua rakyat Suriah.

Akhir tahun lalu, puluhan pemimpin tertinggi Ahrar Syam terbunuh dalam serangan bom. Ahrar pulih dari kemunduran ini, dan kepemimpinan baru dengan cepat muncul. Ini menunjukkan institusionalisme dan profesionalisme yang tinggi dalam barisan Ahrar Syam, selain dukungan yang kuat dari penduduk lokal. Suriah menganggap Ahrar sebagai bagian utama dan unsur berharga dalam lanskap umum revolusi. Namun, dalam pandangan Labib, Ahrar telah difitnah secara tidak adil oleh pemerintahan Obama sejak hari pertama.

Terjebak dalam gelembung mereka sendiri, pembuat kebijakan di Gedung Putih telah mengalokasikan jutaan dolar untuk mendukung apa yang disebut sebagai kekuatan “moderat” di Suriah. Tetapi kelompok “moderat” hanya memberikan kekecewaan dalam semua tingkatan, termasuk dalam menghadapi organisasi Daulah Islam. Kebijakan Amerika Serikat untuk memerangi organisasi Daulah Islam telah mengakibatkan perang yang beragam arah, dan dalam beberapa kasus bertentangan dengan upaya untuk menghapus Assad dari kekuasaan. Hal ini telah mengakibatkan banyak peperangan tidak mengantarkan kepada tujuan akhir yang diinginkan, baik terhadap Assad maupun organisasi Daulah Islam.

Dengan pengakuan Washington sendiri, pembunuhan dan penghancuran sistematis—dalam banyak kasus yang sering melalui senjata kimia—terhadap kota-kota Sunni oleh pasukan Assad yang didominasi Alawi senantiasa menjadi unsur penting yang menguntungkan Daulah Islam dalam perekrutan. Sama juga dengan kondisi mantan Perdana Menteri Irak Nuri Al-Maliki, kebijakan sektarian telah mendorong Sunni awam untuk bergabung ke dalam pelukan kelompok ekstrem, dalam penilaian Labib An-Nuhhas.

BACA JUGA  Setelah Dilaporkan, Kabid Humas Polda Sulteng Sebut Almarhum Qidam Bukan Teroris

Meskipun Amerika Serikat menerapkan tekanan untuk menghapus Al-Maliki dari kekuasaan, beberapa orang di Washington( dan PBB) masih berpegang pada gagasan konyol bahwa Assad bisa menjadi bagian dari solusi untuk Suriah.

Pada dasarnya, kemenangan-kemenangan terakhir oleh para pejuang revolusi membuktikan bahwa rezim Suriah lemah dan sekarat. Assad telah kehilangan semua kapasitas dan kekuatan militernya. Assad sekarang semakin bergantung pada Iran yang mendanai relawan Syiah. Tetapi meskipun telah merekrut pejuang asing dari jauh sampai Syiah Afghanistan, mereka tidak bisa membalikkan arah.

Fakta perang telah membuat jelas bahwa Assad telah selesai. Satu-satunya pertanyaan yang tersisa adalah siapa yang akan memberikan tangan kasih sayang: Organisasi Daulah Islam atau oposisi Suriah? Pertanyaan ini, menurut Labib, harus dijawab Washington untuk mengakui bahwa pemikiran ekstrem organisasi Daulah Islam tidak mungkin dikalahkan kecuali membiarkan Sunni Suriah menentukan sendiri definisi “moderat” itu, bukan CIA yang menentukannya.

Meskipun tidak ada keterlibatan sejati dari masyarakat internasional, Ahrar tetap berkomitmen untuk dialog. Isu-isu yang perlu dibahas adalah bagaimana untuk mengakhiri pemerintahan Assad; bagaimana mengalahkan organisasi Daulah Islam, dan bagaimana memastikan pemerintahan yang mewakili rakyat Suriah di Damaskus. Di antaranya adalah menempatkan Suriah di jalan perdamaian, rekonsiliasi dan pemulihan ekonomi, sambil menghindari disintegrasi negara.

Tidak terlalu terlambat bagi Amerika Serikat untuk mengubah kebijakannya, kata Labib. Pilihan ketiga Kerry bisa terwujud, hanya jika Washington bersedia untuk membuka mata dan melihat lebih dalam.

Reporter: Salem
Sumber: Wapo


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Bom Meledak di Dekat Pangkalan AS di Afghanistan, Puluhan Tewas

KIBLAT.NET, Kabul – Sebuah bom mobil meledak di dekat pangkalan udara Amerika Serikat di kota...

Senin, 13/07/2015 07:00 0

Konsultasi

Rajin Puasa Tapi Jarang Shalat, Apa Hukumnya?

KIBLAT.NET – Pertanyaan: Salah seorang sahabat saya tidak mau melaksanakan shalat padahal umurnya sudah sangat tua....

Senin, 13/07/2015 00:52 0

Amerika

Bukan Rusia, ISIS dan Al-Qaidah Musuh Prioritas AS

KIBLAT.NET, Washington – Juru bicara Departemen Luar Negeri AS pada hari Jumat (10/07) mengatakan bahwa...

Ahad, 12/07/2015 19:06 0

Myanmar

Di Myanmar, Warga Budha Tak Bisa Menerima Keragaman Bangsa dan Agama

KIBLAT.NET – Komunitas warga Muslim Rohingya saat ini sedang menghadapi krisis kemanusiaan terparah di negerinya,...

Ahad, 12/07/2015 18:00 0

Mesir

Ledakan Bom Terjadi di Depan Konsulat Italia di Kairo

KIBLAT.NET, Kairo – Sebuah ledakan besar terjadi di depan konsulat Italia di pusat kota Kairo...

Ahad, 12/07/2015 17:00 0

Inggris

Akademisi, Pengacara dan Tokoh Masyarakat Inggris Kritik RUU Kontra Terorisme

KIBLAT.NET, London – Ratusan akademisi Inggris mengatakan Undang-Undang Keamanan dan Kontra-Terorisme baru hanya akan memaksa...

Ahad, 12/07/2015 16:25 0

Eropa

PM Serbia Diusir Saat Peringatan Pembantaian Srebrenica

KIBLAT.NET, Srebrenica – Perdana Menteri Serbia Aleksander Vucic diusir oleh massa dari upacara pemakaman saat...

Ahad, 12/07/2015 16:00 0

Asia

Inilah Larangan-larangan Cina terhadap Muslim Uighur

KIBLAT.NET, Urumqi – Poster berisi daftar larangan bagi Muslim Uighur bertebaran hampir di setiap sudut...

Ahad, 12/07/2015 15:00 0

Suriah

20 Birmil, 16 Misil dan 20 Rudal Hujani Kota Zabadani

KIBLAT.NET, Damaskus – Militer Rezim dan milisi Syiah Hizbullah belum berhenti menggempur kota Zabadani di...

Ahad, 12/07/2015 08:23 0

Rohah

Para Pengemis Ini Bisa Buat Anda Tersenyum!

KIBLAT.NET – Satu hal yang tak lepas dari Bulan Ramadhan adalah kewajiban membayar zakat fitrah. Zakat...

Ahad, 12/07/2015 07:25 0

Close