... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Hamas Tolak Syiah, Kado Pahit Perayaan Hari Quds Sedunia

Foto: Perayaan Hari Al-Quds Sedunia di depan Kedubes AS, di Jakarta pada tahun 2014.

KIBLAT.NET – Hari ini adalah Jumat terakhir di Ramadhan 1436 H. Sebagaimana lazimnya, kaum Syiah di seluruh dunia pada hari ini menggelar sebuah acara yang disebut “Hari Quds Sedunia”.

Puluhan bahkan ratusan artikel tentang perayaan Hari Quds mungkin telah ramai dibaca orang. Hal ini seiring dengan perkembangan teknologi dan pemahaman masyarakat yang semakin membaik terkait agenda-agenda politik kelompok Syiah di dalam dan luar negeri.

Saat ini, mungkin tak banyak lagi orang bertanya-tanya, “Apa sih Hari Quds itu?”

Tapi bagi yang belum tahu, Hari Quds Sedunia merupakan sebuah hari khusus dicetuskan oleh pemimpin tinggi syiah Iran, Imam Khomeini. Hari itu jatuh pada Jumat terakhir di Bulan Ramadhan. Maka, bagi pemeluk ajaran syiah, menghadiri acara Hari Quds Sedunia merupakan sebuah kewajiban karena telah difatwakan oleh pemimpinnya.

“Secara umum, mengagungkan syiar-syiar Islam dan menjaga Revolusi Islam adalah tugas setiap Muslim (Syiah). Seluruh aksi yang menyebabkan penguatan Islam dan pelemahan kaum kafir adalah hal yang ideal dan memiliki pahala dan ganjaran,” cetus Imam Khomeini pendiri Republik Iran terkait Hari Quds Sedunia.

Maka pada hari yang dinamakan Hari Quds Sedunia itu, kaum Syiah akan berbondong-bondong menuju alun-alun atau kedutaan Amerika, bisa juga kedutaan Israel di negara masing-masing untuk melakukan ritual ibadah mereka: mencaci dan memaki.

Teriakan-teriakan dan slogan seperti, “Terkutuk Amerika, Terkutuk Israel. Mampus Amerika, Mampus Israel,” selalu terdengar saat aksi demonstrasi Hari Al-Quds Sedunia.

Lalu, apa yang membuat perayaan Hari Quds Sedunia pada kali ini patut dijadikan catatan khusus?

Sebelumnya kita perlu sedikit memahami posisi Hamas sebagai gerakan rakyat Palestina dan Iran sebuah negara yang mencoba mengambil peran penting dalam konstelasi politik Islam dan Timur Tengah.

Hamas, Iran dan Kartu Penting Bernama Palestina

Dikutip dari tulisan Reza Ageung di Hidayatullah.com berjudul “Hamas, Iran dan Kartu Penting Bernama Palestina”, setelah revolusi Iran 1979 yang menumbangkan Shah Pahlevi yang pro-Barat, politik luar negeri Iran berubah haluan. Imam Khomeini menggariskan kebijakan tersebut dengan ungkapan, “Laa Syarqiyah wa Laa Gharbiyah”, artinya Tidak Barat dan juga Tidak Timur.

BACA JUGA  Alhamdulillah, Arab Saudi Izinkan Umrah Mulai 4 Oktober

Maksudnya, Republik Islam Iran mesti menjadi blok ideologis tersendiri. Tentu saja term ideologi ini harus kita pahami dalam konteks Islam-Syiah yang menjadi sekte resmi negara tersebut.

Politik tersebut juga berarti tuntutan bagi Iran untuk menjadi kuasa hegemonik di kawasan Timur Tengah. Karenanya, Iran terus menerus berusaha meraih hati umat Islam sedunia dan bangsa Arab dengan menggunakan semangat anti-Israel. Ini bisa dilihat retorika-retorika Ahmadinejad yang seringkali berapi-api dan frontal terhadap Israel.

Hal ini melengkapi retorika pemimpin-pemimpin Iran yang lain, di antaranya sang pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Pada hari yang sama, Khamanei mengatakan, “Hari ini menjadi jelas bahwa rezim Zionis berada pada titik terendah dan tidak dapat menahan kesabaran bangsa Palestina.”

Dukungan moral ini diikuti oleh dukungan materiil. Sepanjang tahun 2008, konon Iran memasok 120 mm mortir kepada HAMAS, di samping juga menyelundupkan roket dan senjata-senjata lainnya.

Jadi sekilas Iran menjadi “mendua”. Setelah ia menjadikan milisi Syiah itu sebagai “perwakilan resmi” di front perlawanan dengan Israel, sekarang Iran ingin masuk lebih jauh dengan menempatkan sahamnya di dalam batas wilayah Palestina, Gaza, di tengah-tengah pejuang yang lebih berhadapan langsung dengan Israel, faksi-faksi yang merupakan insider.

Namun patut dicatat bahwa laporan-laporan ini sebagiannya berasal dari laporan lembaga intelejen Zionis-Israel, yang entah fakta ataukah dugaan yang disengaja, mencerminkan ketakutan Israel akan aliansi Iran-Fatah, atau bisa juga sebagai upaya Israel untuk menempatkan HAMAS dan Iran pada satu blok musuh untuk menggiring publik dunia, khususnya Amerika, akan bahaya HAMAS.

Sebagaimana dimaklumi, Israel giat melakukan monsterisasi Iran. Dan jika HAMAS ditempatkan sepihak dengan Iran, akan lebih mudah melakukan monsterisasi HAMAS, sebagaimana AS melakukan monsterisasi terhadap kelompok Islam yang lain dengan dalih “terkait jaringan Al-Qaidah”.

BACA JUGA  Syekh Ali Jaber: Allah Selamatkan Saya dari Pembunuhan

Walaupun pernyataan-pernyataan HAMAS sebagaimana dipaparkan di awal mencerminkan adanya hubungan dengan Iran, di samping juga adanya laporan bahwa Iran juga memberi bantuan dana lewat Damaskus, hal ini tidak membuat gerakan perlawanan itu menjadi kepanjangan tangan Iran. HAMAS sendiri menegaskan bahwa ia independen dari Iran.

Pada 3 Desember 2008, deputi Biro Politik HAMAS Abu Marzuq membuat klarifikasi, “Kami telah menjelaskan sikap kami ke Mesir yakni bahwa tidak ada campur tangan Iran dalam urusan Palestina. Hamas adalah gerakan yang paling independen dalam pengambilan keputusan.”

Hamas tolak keberadaan Gerakan Syiah di Gaza.

Hamas tolak keberadaan Gerakan Syiah di Gaza.

Kado Pahit untuk Syiah

Nah, menjelang perayaan Hari Al-Quds Sedunia pada Ramadhan 1436 H ini, HAMAS membuat keputusan yang mengejutkan (bagi kelompok Syiah).

Seperti dikutip dari situs berbahasa Arab, Arabi21.com pada Rabu (08/07), pemerintah Palestina di Jalur Gaza, memutuskan untuk membubarkan dan melarang gerakan Syiah ‘Ash-Shabirin’ dan menghentikan serta melarang semua aktivitas gerakan yang berafiliasi ke Iran.

Keputusan untuk membubarkan gerakan ‘Ash-Shabirin’ ini diambil untuk mengakomodir massifnya tuntutan dari masyarakat Gaza, yang menganggap bahwasanya gerakan tersebut bisa menjadi ‘gerbang paham Syiah di Jalur Gaza’.

Perlu dicatat, bahwasanya gerakan Syiah ‘Ash-Shabirin’ tidak menyangkal loyalitasnya yang mutlak untuk pemerintah Iran. Sebagai buktinya, bahwa logonya merupakan salinan yang mirip sangat signifikan dengan logo “Hizbullah” Libanon, dengan gambar Khameini yang terpampang di dinding markas mereka.

Sebelum ini, banyak isu kurang sedap, Hamas banyak mendapat bantuan dan dukungan dari Iran. Informasi ini nampaknya membantah tuduhan itu.

Pendiri gerakan ‘Ash-Shabirin’, Hisham Salem, sejak dua tahun berlepas dari gerakan Jihad Islam dan telah ditangkap pejuang HAMAS.

Mudah-mudahan keputusan tegas HAMAS pada Jumat terakhir di bulan Ramadhan ini menjadi sebuah furqon (garis pemisah, red) yang tegas antara haq dan bathil. Sekaligus, menjadi kado pahit bagi kaum Syiah dan Iran yang telah setia mendukung rezim Assad membantai rakyatnya sendiri di Suriah.

 

Penulis: Fajar Shadiq


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Asia

10 Fakta tentang Negeri Xinjiang

KIBLAT.NET – Bangsa Uighur adalah etnis minoritas Cina yang menempati wilayah Xinjiang, sebelah barat Cina....

Jum'at, 10/07/2015 13:00 1

Suriah

Sekjen PBB Kutuk Campur Tangan Syiah Hizbullah di Suriah

KIBLAT.NET, Damaskus – Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, mengutuk keterlibatan Syiah Hizbullah Lebanon dalam krisis...

Jum'at, 10/07/2015 11:00 0

News

Maroko Larang ‘Itikaf di Sejumlah Masjid, Gerakan Islam Mengecam

KIBLAT.NET, Rabat – Jamaah Al-Adl wal Ihsan Maroko mengecam tindakan pemerintah yang mengerahkan keamanan untuk...

Jum'at, 10/07/2015 10:00 0

Irak

Milisi Syiah Iraq Rekrut Anak-anak untuk Hadapi Daulah

KIBLAT.NET, Baghdad – Koalisi milisi Syiah Iraq, Al-Hasd Al-Syakbi, merekrut anak di bawah umur untuk...

Jum'at, 10/07/2015 09:30 0

Suriah

Lagi, Mujahidin Cegat Pergerakan Militer dan Syiah Hizbullah di Zabadani

KIBLAT.NET, Damaskus – Mujahidin Suriah yang beroperasi di kota Zabadani, pedesaan Damaskus, Kamis (09/07), kembali...

Jum'at, 10/07/2015 09:00 0

Afghanistan

Namanya Kerap Dicatut, Taliban Bentuk Kantor Biro Politik

KIBLAT.NET, Kabul – Imarah Islam Afghanistan baru-baru ini mengumumkan perubahan formasi politik untuk urusan luar...

Jum'at, 10/07/2015 08:30 0

Yordania

Saudi Tegaskan Lawan Intervensi Iran di Kawasan

KIBLAT.NET, Amman – Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adil Al-Jubair, Kamis (09/07), menegaskan bahwa negaranya...

Jum'at, 10/07/2015 08:00 0

Analisis

Banyak Kehilangan Wilayah, Daulah Masih Sangat Kuat Di Iraq

KIBLAT.NET – Setahun setelah kelompok Daulah al-Baghdadi menguasai wilayah yang luas di propinsi Nainawa dan Salahudin di...

Jum'at, 10/07/2015 06:59 1

Indonesia

Benarkah Islamisasi di Nusantara Berjalan Damai, Sementara Arab Selalu Perang?

KIBLAT.NET, Jakarta – Para pengusung Islam Nusantara seringkali menyandarkan istilah tersebut dengan sejarah masuknya Islam...

Jum'at, 10/07/2015 03:46 0

Philipina

Muslim Mindanao Gelar Festival Halal Pertama di Filipina

KIBLAT.NET, Mindanao – Wilayah Otonomi Muslim Mindanao (ARMM) akan menggelar sebuah inisiatif baru yang berfokus...

Jum'at, 10/07/2015 00:34 0

Close