... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Banyak Kehilangan Wilayah, Daulah Masih Sangat Kuat Di Iraq

KIBLAT.NET – Setahun setelah kelompok Daulah al-Baghdadi menguasai wilayah yang luas di propinsi Nainawa dan Salahudin di utara, sebagian propinsi Diyala di bagian timur, propinsi Anbar di barat, dan Kirkuk di utara, kelompok tersebut kini secara de facto menguasai sekitar 40 persen wilayah teritorial negara Iraq.

Di dalam wilayah yang dikuasai itu termasuk ladang-ladang minyak yang mampu memproduksi hampir 80.000 barel per hari.

Meskipun menghadapi beberapa medan pertempuran secara bersamaan, yaitu melawan pasukan pemerintah, juga milisi-milisi bersenjata pro-pemerintah, ditambah lagi serangan udara koalisi internasional pimpinan Amerika, kelompok Daulah ternyata masih sangat solid, terbukti mereka masih mampu melakukan pertempuran setiap hari di Iraq.

Koalisi internasional pimpinan AS itu meliputi 60 negara yang dibentuk pada bulan Agustus 2014 dengan tujuan memerangi Daulah (ISIS), serta untuk menghentikan laju ekspansi kelompok jihadis tersebut di seluruh wilayah Iraq dan Suriah.

Dalam perkembangannya, pasukan koalisi internasional telah berhasil menekan kelompok Daulah (ISIS) keluar dari sejumlah wilayah propinsi di seluruh Iraq, namun kelompok jihadis itu masih terus melancarkan serangan-serangan dengan intensitas yang semakin meningkat.

Mereka juga memanfaatkan para pengebom Istisyhad, berbagai macam senjata dan peralatan tempur yang mereka peroleh sebagai ghanimah dari pasukan pemerintah Iraq pada tahun sebelumnya.

daisy5

Peta perkembangan laju ekspansi Daulah (ISIS) di Iraq:

1. Propinsi Nainawa (Utara)

Pada tanggal 10 Juni 2014, kelompok Daulah berhasil menguasai Mosul, ibukota propinsi Nainawa setelah kekuatan militer dan polisi pemerintah lumpuh di daerah itu.

Pada bulan Agustus 2014, Daulah menguasai bendungan Mosul yang terletak di sebelah timur kota itu, termasuk juga kota Zammar di mana terdapat ladang minyak Zala dan Batma yang mampu berproduksi 20.000 barel minyak per hari.

Daulah juga menguasai kota Sinjar dan Rabia, dan distrik Makhmur yang sebelumnya dikuasai oleh Peshmerga, milisi bersenjata pemerintahan lokal Kurdi.

Meskipun kemudian Peshmerga berhasil merebut kembali wilayah-wilayah tersebut, namun kelompok Daulah masih mempertahankan kontrol atas ladang minyak Qaiyarah di selatan kota Mosul yang mampu berproduksi 7.000 barel per hari.

Daulah menguasai kota Mosul, dan juga kota Tal Afar, dan daerah lereng Ninawah sampai ke bagian barat Mosul. Daerah ini dihuni oleh mayoritas etnis Turkmens dan sebuah sekte Syiah Syabak.

Dengan dukungan koalisi internasional, pasukan Peshmerga berhasil mengambil alih kembali wilayah-wilayah yang sebelumnya dikuasai Daulah (ISIS) di Ninawah tanpa melibatkan pasukan pemerintah Iraq maupun milisi-milisi bersenjata pro-pemerintah.

2. Propinsi Kirkuk (Utara)

Pada bulan Juni 2014, bersamaan dengan jatuhnya kota Mosul ke tangan Daulah, wilayah selatan kota Kirkuk yang dihuni mayoritas warga Arab Sunni juga berhasil direbut oleh kelompok Daulah. Pasukan militer pemerintah Iraq adalah pihak yang bertanggung jawab terhadap pertahanan wilayah itu saat jatuh ke tangan Daulah.

Pada bulan Januari 2014, kelompok pimpinan al-Baghdadi ini juga berhasil menguasai ladang minyak Khabbaz di sebelah selatan kota setelah berhasil mengusir pasukan Peshmerga. Ladang minyak Khabbaz memproduksi 35.000 barel minyak per hari.

Tiga hari kemudian, dengan bantuan pasukan koalisi internasioanl Peshmerga berhasil menguasai kembali ladang minyak Khabbaz dan perusahaan minyak dan gas Northern Company.

Saat ini Daulah menguasai 20 persen wilayah yang disengketakan antara pasukan pemerintah pusat Iraq dengan pasukan lokal di wilayah utara Iraq.

Kedua pasukan pemerintah Iraq tersebut yang dikendalikan dari markas operasional mereka di propinsi Salahudin, beserta pasukan Peshmerga, bersama-sama bekerja untuk menghadapi serangan-serangan kelompok Daulah di wilayah Kirkuk barat tanpa keikutsertaan pasukan al-Hasyid al-Syaabi.

3. Propinsi Salahudin (Utara Tengah)

Pada tanggal 11 Juni 2014, pasukan kelompok Daulah melancarkan serangan di propinsi Salahudin. Hanya dalam beberapa jam, mereka berhasil menguasai ibukota propinsi Tikrit dan distrik Baiji setelah pasukan Iraq mundur tanpa perlawanan. Di wilayah inilah terdapat kilang minyak terbesar di Iraq.

Sebulan setelah Daulah menguasai Tikrit, kelompok tersebut lalu bergerak ke selatan dan menguasai ladang minyak Aalas dan Ajeel yang mampu memproduksi 20.000 barel minyak per hari.

Dalam waktu satu bulan, kelompok Daulah berhasil menguasai sekitar 50 persen wilayah propinsi tersebut.
Namun, setelah dilancarkannya serangan besar-besaran oleh pasukan anti-Daulah pada akhir tahun 2014 yang lalu, kelompok Daulah banyak kehilangan wilayah kekuasaan termasuk di antaranya adalah wilayah penting Tikrit. Tikrit berhasil direbut kembali oleh pasukan Iraq pada bulan Maret 2014 dengan dukungan koalisi internasional dan milisi Syiah, al-Hasyid al-Syaabi.

Daulah juga dilaporkan telah kehilangan kontrol atas distrik Baiji dan sejumlah ladang minyak di utara propinsi itu. Namun, kelompok Daulah masih menguasai 10 persen luas wilayah propinsi di sebelah utara Tikrit.

Pasukan militer dan polisi Iraq, al-Hasyid al-Syaabi, dan milisi suku warga Sunni adalah pihak-pihak yang bertanggung jawab menghadapi serangan-serangan kelompok Daulah di propinsi itu.

4. Propinsi Anbar (Barat)

Fallujah sebagai salah satu kota terbesar di propinsi Anbar merupakan wilayah yang pertama kali dikuasai oleh kelompok Daulah (ISIS).

Pada tanggal 20 Juni 2014, dengan cepat Daulah meraih kemajuan dan berhasil mengalahkan pasukan pemerintah Iraq sehingga mereka bisa mengontrol garis perbatasan dengan Suriah. Pada bulan Oktober 2014, Daulah kembali berhasil meraih kemajuan di lapangan dengan dikuasainya kota Hiit.

Pada bulan Juni yang lalu, Daulah menambah wilayah kekuasaan mereka di ibukota Ramadi dan memperluas pengaruh mereka hingga mencapai 90 persen dari seluruh wilayah Anbar. Anbar sendiri merupakan propinsi dengan wilayah yang sangat luas mewakili sepertiga wilayah negara Iraq.

Sementara kontrol pasukan pemerintah hanya terbatas di beberapa area di sebelah timur dan barat Ramadi, dan juga area yang dekat dengan kawasan Tharthar.

Saat ini, pasukan keamanan Iraq sedang melakukan konsentrasi kekuatan di dekat Ramadi dalam rangka persiapan apa yang mereka namakan dengan “rencana merebut kembali kota Ramadi”.

Pasukan militer dan polisi Iraq, pasukan al-Hasyid al-Syaabi, para pejuang suku Sunni, adalah pihak-pihak yang bertanggung jawab menghadapi serangan-serangan kelompok Daulah, serta bertanggung jawab mempersiapkan serangan untuk membersihkan wilayah dari kekuasaan Daulah.

5. Propinsi Diyala (Timur)

Pada bulan Agustus 2014, kelompok Daulah al-Baghdadi berhasil menguasai 20 persen wilayah propinsi Diyala termasuk daerah pegunungan Hamrin setelah memukul mundur militer Iraq dan Peshmerga.

Pada bulan yang sama, Daulah juga mengambil alih distrik Adheem dan bendungan, demikian juga mereka memutus jalur jalan raya internasional yang menghubungkan Iraq bagian timur dengan ibukota Baghdad.

Pada bulan November, pasukan Iraq beserta Peshmerga dan al-Hasyid al-Syaabi berhasil menguasai kembali distrik Adheem dan beberapa area lainnya.

Kemudian pada bulan Januari 2015, pemerintah secara resmi mengumumkan bahwa propinsi tersebut telah bebas dari pengaruh kelompok Daulah.

Usaha Merebut Kembali Wilayah dari Tangan Daulah
Meskipun kelompok Daulah telah banyak kehilangan wilayah kekuasaan di propinsi Diyala di sebelah timur, dan propinsi Salahudin di utara, namun kelompok jihadis itu masih menguasai mayoritas kota-kota dan wilayah di propinsi Ninawah dan Anbar.

Pasukan militer Iraq, milisi al-Hasyid al-Syaabi, dan Peshmerga saat ini sedang bekerja sama dengan dukungan koalisi internasional pimpinan Amerika untuk berusaha mengambil alih kembali wilayah-wilayah tersebut dari kekuasaan Daulah (ISIS).

Departemen pertahanan AS mengungkapkan bahwa menghadapi kelompok Daulah (ISIS), rata-rata Amerika mengeluarkan biaya sebesar 9,2 juta dolar per hari.

Pentagon juga mengumumkan bahwa total biaya keseluruhan yang dikeluarkan untuk kampanye militer melawan Daulah (ISIS) sejak bulan Agustus tahun 2014 silam telah mendekati angka 3 milyar dolar Amerika.

Menurut satu sumber, 54 persen dari biaya tersebut dialokasikan untuk serangan udara, 25 persen untuk persenjataan. Sisanya adalah untuk pengeluaran transportasi, logistik, dan operasional lainnya.

 

Penulis : Yasin Muslim
Sumber : Anadolu

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Banyak Kehilangan Wilayah, Daulah Masih Sangat Kuat Di Iraq”

  1. Daulah islam baqiyah

    Ini daulah islam yg dinubuwah kan oleh rasul… kenapa par media munafik mengecap isis itu khawarij.sesat??? Apakah kalian menghalalkan darah para mujahidin? Skrg daulah masih tetap Eksis walaupun digempur 80 negara.sebab dalam hadits rasul pasukan imam mahdi akan melawan koalisi 80 kafir dan murtaddin .dan skrg sudh benar terjadi diabad ini amerika mengadakan Pertemuan 60 negara tinggal 20 negara lagi akan terjadi Malhamah kubro. Insya allah akan ditaklukan Jazirah arab.Persia dan ar rum

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Benarkah Islamisasi di Nusantara Berjalan Damai, Sementara Arab Selalu Perang?

KIBLAT.NET, Jakarta – Para pengusung Islam Nusantara seringkali menyandarkan istilah tersebut dengan sejarah masuknya Islam...

Jum'at, 10/07/2015 03:46 0

Philipina

Muslim Mindanao Gelar Festival Halal Pertama di Filipina

KIBLAT.NET, Mindanao – Wilayah Otonomi Muslim Mindanao (ARMM) akan menggelar sebuah inisiatif baru yang berfokus...

Jum'at, 10/07/2015 00:34 0

Turki

Turki Tempatkan Puluhan Artileri dan Rudal di Perbatasan Suriah

KIBLAT.NET, Ankara – Konvoi panjang kendaraan militer keluar dari ibukota Ankara membawa berbagai rudal dan...

Kamis, 09/07/2015 21:44 0

Palestina

Pemimpin Hamas Khawatir Daulah Sebabkan Kekacauan di Palestina

KIBLAT.NET, Al-Quds – Pemimpin Hamas, Syaikh Raid Shalah, menegaskan serangan kelompok Daulah Islamiyah atau lebih dikenal...

Kamis, 09/07/2015 21:26 0

Indonesia

LGBT Bukan Takdir Tapi Penyakit

KIBLAT.NET, Jakarta – Peneliti INSISTS, Adnin Armas mengatakan menentang Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT)...

Kamis, 09/07/2015 21:01 0

Indonesia

Adnin Armas: Nikah Sesama Jenis Pengaruhi Demografi Politik

KIBLAT.NET, Jakarta – Intelektual muda, Adnin Armas menilai fenomena pengesahan nikah sesama jenis (Sex Same Meried)...

Kamis, 09/07/2015 20:47 0

Philipina

Serangan Granat Lukai Tujuh Warga Sipil di Filipina Selatan

KIBLAT.NET, Mindanao – Tujuh warga sipil dilaporkan terluka pada hari Selasa (07/07), ketika sebuah granat...

Kamis, 09/07/2015 20:33 0

Mesir

Lancarkan Operasi Represif, Mesir Tangkapi 48 Anggota IM

KIBLAT.NET, Kairo – Pasukan keamanan Mesir telah menahan 48 anggota Ikhwanul Muslimin dalam operasi represif...

Kamis, 09/07/2015 20:20 0

Indonesia

Aneh, Feminis Legalkan LGBT Tapi Tolak Poligami

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Dr. Hamid Fahmy Zarkasy, mengkritisi...

Kamis, 09/07/2015 19:58 0

Indonesia

Masjid Arakan, Sumbu Spiritual Pengungsi Rohingya di Aceh

KIBLAT.NET, Aceh Utara – Masjid Arakan, yang berlokasi di tengah lahan Integrated Community Shelter (ICS)...

Kamis, 09/07/2015 19:49 0

Close