“Tentara Elektronik Khilafah” Bobol Web Pengawas HAM Suriah

KIBLAT.NET, Beirut – Peretas yang menamakan diri “Tentara  Elektronik Khilafah”, Rabu (08/07), membobol website pengawas HAM Suriah atau yang dikenal Syrian Observatory Human Rights. Peretas juga mengancam direktur lembaga yang menghusung demokrasi, kebebasan, persamaan hak dan keadilan itu.

Lembaga yang bermarkas di Inggris itu segera menutup situsnya setelah mengalami serangan tersebut.

Situs online AS yang khusus memantau pergerakan “militan” menyebutkan, peretas memosting foto yang melihatkan wajah Rami Abdurrahman, direktur pengawas HAM. Dalam foto itu, Rami berpakaian warga oranye dan di sampingnya salah satu anggota ISIS memegang pisau.

Rami Abdurrahman yang dihubungi Reuters mengatakan bahwa itu merupakan ancaman yang mengkhawatirkan. Ancaman sudah biasa menghampiri para pekerja HAM, namun tidak seperti ini.

“Mereka berupaya menghentikan pekerjaan kami,” kata Rami.

Dia menambahkan bahwa ancaman seperti ini biasa kami terima baik dari rezim Bashar Assad dan pendukungnya dan dari Daulah Islamiyah dan pendukungnya. Akan tetapi, kami akan terus bekerja demi mencapai negara demokratis, bebas, adil dan kesetaraan.

Para peretas juga mengancam membunuh para pekerja di lembaga tersebut.

Pengawas HAM menunjukkan, pihaknya belum pernah mengalami serangan elektronik secanggih ini.

Lembaga pengawas HAM Suriah merupakan lembaga independen yang intens memantau konflik di Suriah. Media-media internasional kerap menjadikan lembaga itu sebagai sumber laporan.

Sumber: Reuters Arabic
Penulis: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat