Inikah Cikal Bakal Takfir Ghuluw dalam Jamaah Jihad?

KIBLAT.NET — Sekitar 1990-an, Aljazair terjerembab pada kancah perang saudara setelah militer menghalangi gerakan Partai Pembebasan Islam (FIS) yang hendak mengambil alih kekuasaan selepas kemenangan mereka dalam pemilu. Di antara kelompok yang bangkit melawan pemerintah adalah Al-Jama’ah Al-Islamiyyah Al-Musallahah (GIA). Kelompok ini merupakan salah satu kelompok terbesar mujahidin pada era jihad melawan rezim sekuler Aljazair 1995-2000.

Sayangnya, kelompok ini berubah menjadi kelompok bersenjata yang berlaku serampangan dalam menerapkan kaidah: “Barang siapa yang tidak mengafirkan orang kafir, niscaya ia telah kafir”. Dengan ganas mereka membunuh anak-anak, wanita, dan orang tua para polisi dan tentara rezim sekuler Aljazair. Alasan mereka sederhana; para polisi dan tentara itu adalah orang-orang kafir, sedangkan anak-anak, istri-istri, dan orang tua para polisi dan tentara itu tidak mengafirkan polisi dan tentara yang merupakan famili mereka.

Tidak hanya itu, GIA juga terpengaruh paham yang menghalalkan pembunuhan dan perampasan harta masyarakat awam kaum muslimin yang tidak mau bergabung dengan mereka. Banyak ulama, komandan mujahidin dan sejumlah tokoh Islam yang mereka bunuh atau hendak mereka bunuh, karena dianggap telah kafir dan tidak sejalan dengan pemahaman mereka.

Buah dari sikap ekstrem dalam masalah takfir ini pada akhirnya melahirkan sikap trauma dan salah paham di tengah umat terhadap aktivis Islam. Jatuhnya korban jiwa —yang disebut-sebut hingga 100 ribu jiwa selama konflik— menjadi harga yang sangat mahal untuk dibayar. Eksperimen jihad untuk menggulingkan rezim sekuler Aljazair pun berujung pada kegagalan.

23 x 15 cm; 230 hal; Rp. 50.000
23 x 15 cm; 230 hal; Rp. 50.000

Buku ini merupakan rangkuman testimoni Abu Mush’ab As-Suri, ideolog jihadi terkemuka asal Suriah, yang pernah menjadi saksi hidup “tragedi” di negeri bekas jajahan Prancis tersebut. Apakah krisis takfir yang memicu konflik dunia jihad hari ini merupakan pengulangan kasus Aljazair? Yang jelas, buku ini sarat pelajaran berharga; jangan sampai kaum muslimin jatuh ke dalam lubang kehancuran yang sama untuk kedua kalinya.

BACA JUGA  Jejak Dakwah Habib untuk Bangsa

Penerbit edisi Indonesia juga menyisipkan koreksi terhadap kitab Al-Jami’ yang banyak menginspirasi para aktivis jihad, sekaligus memantik diskursus yang cukup runcing seputar takfir. Buku yang dengan ukuran 23 x 15 cm dengan tebal 230 ini sangat penting untuk menambah luas cakrawala berpikir kaum jihadis. Dengan harga Rp. 50.000, buku baru terbitan Jazera ini dapat dipesan dengan mengetik: nama/alamat/jumlah buku yang dipesan, lalu SMS ke 082 325 275 533.

Penulis: Hamdan

 

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat