Sirih Gadis Aceh Bikin Pemuda Rohingya Ini Harus Diruqyah

KIBLAT.NET, Aceh Timur – Anda boleh tak percaya, tapi Tim Posko Kesehatan kamp pengungsi Rohingya di Bireun Bayeun, Aceh Timur ternyata tak melulu menghadapi penyakit medis. Kadang kala mereka juga menghadapi penyakit non-medis.

Hal itu diungkapkan wakil koordinator Posko Kesehatan, Jeni Hartati Ginting kepada Kiblat.net, di kamp pengungsi Pengungsi Rohingya, Bayeun, Bireum, Aceh Timur, Rabu (01/07).

“Ada satu pengungsi yang diruqyah,” katanya.

Salah seorang pengungsi bernama Muhammad Taher, lanjutnya, diarahkan untuk diruqyah karena berperilaku tidak sewajarnya, seperti sering tertawa sendiri, mengamuk, dan banyak melamun.

Pengungsi berpenampilan flamboyan itu mulai berperilaku aneh, sejak perkenalannya dengan seorang perempuan Aceh yang berkunjung ke kamp.

“Wanita itu sering membawakan hadiah dan sirih,” ujarnya.

Singkat cerita, lanjut Jeni, Taher menjalin kedekatan personal dengan perempuan bernama Ita tersebut. Mereka sering berhubungan lewat telepon genggam. “Udah i love you.. i love you-an gitu di HP,” cetusnya.

Nahas bagi Taher, petugas kamp merazia ponsel yang dimiliki para pengungsi. Warga Rohingya dinilai sudah terlalu bebas menggunakan ponsel di kamp karantina.

“Sejak HP nya diambil, Taher mulai banyak melamun. Bahkan ngamuk-ngamuk, sampai dipegangi 15 orang tidak sanggup,” papar Jeni.

Posko kesehatan Aceh Timur
Posko kesehatan Aceh Timur

Segala upaya dilakukan Jeni dan posko kesehatan untuk memulihkan Taher, mulai dari meminta bantuan relawan pria sampai dengan memanggil dukun dari desa sekitar, tapi tak ada hasil yang signifikan.

“Sama orang pintar, sembuh hari itu saja, besoknya kumat lagi,” katanya.

BACA JUGA  Akankah Pemilu "Mengubah" Palestina?

Hingga akhirnya, Jeni melapor kepada ketua Tim Hilal Ahmar Jakarta, Abu Ahmad. Taher akhirnya diarahkan untuk diruqyah, kemudian Abu Ahmad pun meruqyah Taher secara berkala. Saat diruqyah, Taher menampakkan gejala-gejala gangguan jin dengan amukan amarah.

“Setelah diruqyah, Taher sudah baikan. Tidak lagi melamun dan mengamuk, kalau ketemu saya dia nunduk malu Biasanya ketemu saya selalu menanyakan hape-nya yang disita,” tandas Jeni.

Jeni sendiri mengaku sudah meminta pengungsi untuk memberitahukan kepada dirinya bila wanita Aceh bernama Ita itu datang ke kamp. Akan tetapi, sejak peristiwa kesurupan Taher, wanita itu tidak pernah kembali ke kamp.

“Terapi ruqyah adalah salah satu layanan yang disediakan oleh Hilal Ahmar Jakarta bagi pengungsi Rohingya. Selain, bantuan medis dan makanan,” ungkap Abu Ahmad.

Bagi umat Islam yang ingin turut berpartisipasi memberikan bantuan kepada para pengungsi Rohingya, dapat mengirim ke rekening BSM a/n: Yayasan Hilal Ahmar Jakarta dengan No Rekening: 1160026634 KCP Cililitan.

 

Ditulis oleh: Bilal Muhammad dari kamp pengungsi Rohingya, Aceh Timur

Editor: Fajar Shadiq

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat