... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kesulitan Rekrut Pejuang, Menhan AS: Amerika Telah Kalah Sebelum Berperang

Foto: Ashton Carter, menteri pertahanan AS

KIBLAT.NET, Washington – “Kita sedang mencoba merekrut dan mengidentifikasi orang yang bisa kita andalkan. Yaitu, untuk bertempur, yang punya pola pikir dan ideologi yang benar,” ujar Menteri Pertahanan AS Ashton Carter kepada Kongres.

Secara umum ia mengeluhkan banyaknya kandidat peserta pelatihan yang potensial namun bermasalah baik karena dianggap tidak sesuai (kriteria) ataupun lemahnya kemauan mereka untuk memerangi kelompok Daulah.

“Situasinya menjadi sangat sulit untuk bisa mengidentifikasi orang yang memenuhi kriteria,” kata Carter, beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari France24.

Dengan anggaran 500 juta USD yang telah disiapkan, Amerika menargetkan akan melatih dan mempersenjatai 5.000 orang pejuang oposisi sekuler yang disiapkan untuk bertempur melawan apa yang mereka sebut sebagai ‘militan Islam’. Namun sejauh ini, Pentagon melaporkan bahwa mereka baru mendapatkan 100 hingga 200 orang sukarelawan yang siap dilatih.

Carter menambahkan,”Kita memiliki cukup fasilitas kamp latihan untuk beberapa periode ke depan. Namun, kita kekurangan jumlah peserta yang akan menggunakan fasilitas tersebut.”

Skeptis Dan Resistensi
Program yang dimulai pada bulan Mei tersebut diharapkan bisa menarik minat para sukarelawan yang sama sekali tidak terkait dengan Daulah maupun al-Qaidah. Kenyataannya, di lapangan menemui tantangan keras dari para pejuang pemberontak yang tadinya mereka diharapkan akan tertarik dengan program tersebut.

Sementara, sebagian pejuang oposisi sangat marah karena adanya persyaratan program yang mengharuskan mereka menghentikan permusuhan terhadap rezim Assad yang telah berlangsung selama lebih dari empat tahun. Sebagian pejuang oposisi lainnya menyuarakan keprihatinan bahwa meskipun ada proses pemeriksaan, verifikasi, dan sebagainya.

BACA JUGA  Kini, Trump Sebut Ancaman Kurdi di Suriah Lebih Besar dari ISIS

Hal itu tidak menutup kemungkinan ada peserta yang hari ini ikut program latihan yang disponsori oleh Amerika tersebut, namun setelah itu mereka bergabung ke Daulah ataupun al-Qaidah.

Aliansi Kontraproduktif
Inti masalahnya adalah sejak konflik Suriah mulai membara di bulan Maret 2011, sulit sekali menemukan kelompok “moderat” yang bisa eksis di Suriah. Meskipun pada mulanya koalisi internasional pimpinan Amerika pernah menganggap kelompok-kelompok seperti FSA dan Harakatul Hazm sebagai partner yang bisa diandalkan, pilihan berkoalisi dengan Amerika menyebabkan mereka menjadi target bulan-bulanan oleh kelompok-kelompok jihadis.

Kemunduran program pelatihan militer AS ini bukan hanya disebabkan oleh masalah atau kekurangan pada pihak sukarelawan saja, namun juga karena proses seleksi dan verifikasi dianggap terlalu lama dan rumit. Menurut data Pentagon, dari 6.000 orang yang telah terdaftar namanya sebagai kandidat peserta, baru 1.500 peserta yang lulus seleksi tahap awal dan 500 lainnya dinyatakan tidak lolos. Sumber-sumber tersebut mencatat bahwa sekitar 200 orang pejuang sudah tiba di dua kamp pelatihan di Yordania dan Turki, tetapi hanya ada sekitar 50 orang saja yang akan tetap mengikuti program itu setelah yang lainnya menolak menandatangani surat perjanjian yang mengharuskan mereka untuk tidak memerangi pasukan rezim Assad.

Namun demikian, Kepala Staf Gabungan militer AS Martin Demsey mencoba menyemangati dengan mengatakan, “Meskipun kita kesulitan merekrut orang, masih terlalu dini untuk menghentikan program tersebut.”

BACA JUGA  Rusia dan China Gagalkan Upaya AS Hentikan Operasi Militer Turki di Suriah

Narasi Demokrasi Dan Sekulerisme Barat Terbukti Gagal
Mobilisasi internasional telah dilakukan dengan diberlakukannya aturan yang baru dibuat di setiap negara untuk menghukum dan memberi sanksi bagi siapa saja yang bergabung atau mendukung kelompok-kelompok jihad.

Demikian juga kebijakan cekal (cegah dan tangkal), deportasi, larangan bepergian, termasuk labelisasi “teroris” yang dianggap sebagai pelaku kejahatan juga telah dilakukan. Namun hal itu belum mampu membendung arus “sukarelawan” yang terus berdatangan ke medan jihad.

Sebaliknya, ribuan juta dolar telah digelontorkan, fasilitas kamp-kamp pelatihan telah dibuka dan siap dioperasikan, senjata canggih dan amunisi yang tiada batas juga telah siap dibagi-bagikan, dan jangan lupa, tunjangan-tunjangan juga sudah dijanjikan. Namun, semua itu belum mampu menarik minat para “sukarelawan” untuk datang.

Lemahnyanya laju jumlah sukarelawan serta rendahnya minat untuk bergabung dengan program pelatihan militer yang di-backup koalisi internasional pimpinan Amerika itu menjadi bukti faktual bahwa narasi-narasi tentang demokrasi dan sekulerisme terbukti tetap tidak mampu menandingi narasi-narasi para jihadis meskipun dalam suatu kontestasi yang berjalan tidak fair sekalipun.

 

Penulis : Yasin Muslim
Sumber : France24

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Sinergi Foundation Resmi Kelola Dana Umat Secara Mandiri

KIBLAT.NET, Jakarta –  Ketua Dewan Pembina Sinergi Foundation, KH. Miftah Faridl, pada Jumat, (26/06) menegaskan adanya transformasi kelembagaan...

Sabtu, 27/06/2015 17:38 0

Foto

Beginilah Aksi-aksi Pasukan Khusus Mujahidin Taliban

KIBLAT.NET – Berikut ini adalah foto-foto pasukan khusus mujahidin Taliban. Namun masih belum jelas, apakah ini...

Sabtu, 27/06/2015 17:02 0

Artikel

Foto- foto Pasukan Khusus Mujahidin Taliban Beredar di Dunia Maya

KIBLAT.NET – Baru-baru ini para jihadis banyak memposting foto-foto dokumentasi yang diduga merupakan muaskar atau...

Sabtu, 27/06/2015 16:40 0

Indonesia

Soal Pencatutan, Syaikh Idahram Tantang Ustad Arifin Ilham

KIBLAT.NET, Bogor – Marhadi Muhayar alias Syaikh Idahram diduga kuat mencatut nama Ustadz Arifin Ilham...

Sabtu, 27/06/2015 15:00 0

Indonesia

Jumat Kedua Ramadhan, Masjid Al-Aqsa Dipadati 350 Ribu Jamaah

KIBLAT.NET, Yerusalem – Sekitar 350.000 jamaah memadati kompleks Masjid Al-Aqsa saat salat Jumat (26/06). Ini...

Sabtu, 27/06/2015 13:29 0

Indonesia

Sebut Ciri Wahabi Berjenggot dan Jidatnya Hitam, Syaikh Idahram Picu Emosi Jamaah Masjid Raya Bogor

KIBLAT.NET, Bogor – Dalam acara bedah buku “Bukan Fitnah Tapi Inilah Faktanya, Membongkar Tradisi Dusta Wahabi”...

Sabtu, 27/06/2015 13:15 0

Indonesia

Ketua Komisi Fatwa MUI Bogor Penasaran Wahabi Disesatkan Syaikh Idahram

KIBLAT.NET, Bogor – Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor Ustadz Muhammad Abbas...

Sabtu, 27/06/2015 13:03 0

Turki

Isu Kurdi, Potensi Konflik Dua Negara Yang Bersekutu Turki-Amerika

KIBLAT.NET – Turki bergabung menjadi anggota NATO sejak tahun 1952 di era perang dingin blok...

Sabtu, 27/06/2015 12:43 0

Manhaj

ِAda Makna Mendalam Di Balik Puasa Ramadhan

KIBLAT.NET – Ramadhan adalah salah satu dari lima pilar yang dijadikan oleh Allah sebagai pondasi...

Sabtu, 27/06/2015 09:12 0

Wilayah Lain

Bom Meledak di Masjid Syiah di Kuwait, 27 Tewas

KIBLAT.NET, Kuwait – Serangan bom, Jumat (26/06), mengguncang masjid Syiah Al-Imam Al-Shadiq di daerah Shawabir,...

Sabtu, 27/06/2015 06:22 0

Close