... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Mesir Tahan Jurnalis Al-Jazeera Pewawancara Al-Jaulani di Bandara Jerman

Foto: Ahmad Mansour

KIBLAT.NET, Berlin – Masih ingat dengan wawancara Syeikh al-Jaulani yang disiarkan oleh jaringan televisi Al Jazeera beberapa minggu yang lalu? Yang kita lihat adalah, entah dengan alasan tertentu wajah Syeikh al-Jaulani tidak diambil secara langsung atau menghadap kamera.

Sebaliknya, lensa kamera pada dua sesi wawancara yang berlangsung di wilayah kekuasaan mujahidin di propinsi Idlib itu lebih banyak menampilkan wajah wartawan pemandu acara tersebut. Dialah Ahmad Mansour, jurnalis senior Al-Jazeera yang ditahan pihak otoritas bandara di Jerman sejak hari Sabtu kemarin.

Stasiun TV berita yang berbasis di Doha, Al Jazeera mendesak Jerman untuk segera membebaskan wartawan mereka Ahmed Mansour yang ditahan di bandara Berlin atas permintaan otoritas Mesir.

Mansour adalah seorang wartawan senior Televisi Berbahasa Arab Al Jazeera, hingga saat ini ia masih ditahan di bandara Tegel Berlin sejak hari Sabtu tanggal 20 Juni 2015 jam 13.20 waktu Greenwich saat akan menaiki pesawat Qatar Airways dari Berlin ke Doha.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal jaringan media Al Jazeera, Mostefa Souag mengatakan, “Tindakan keras pihak berwenang Mesir terhadap para jurnalis sudah sangat dikenal secara luas. Jaringan stasiun TV Al Jazeera sebagai jaringan siaran yang paling banyak ditonton di dunia Arab merasakan pukulan berat atas kebijakan itu. Negara-negara lain seharusnya tidak menjadikan diri mereka sebagai alat untuk menekan media, paling tidak bagi negara-negara yang masih menghormati kebebasan pers seperti Jerman.”

BACA JUGA  Hari Arafah, Renungan Kesempurnaan Islam

Ia menjelaskan, “Ahmed Mansour merupakan salah satu jurnalis yang paling dihormati di dunia Arab dan ia harus segera dibebaskan.”

Melalui sambungan telepon, Mansour sempat berbicara kepada Al Jazeera bahwa ia akan di tahan sampai hari Senin (22/06) di mana ia akan menghadapi pengadilan Jerman yang akan memutuskan terhadap kasus yang dialaminya.

Sebelumnya, Mansour telah divonis secara in absentia dengan hukuman 15 tahun penjara oleh pengadilan kriminal Kairo pada tahun 2014 atas tuduhan penganiayaan terhadap seorang pengacara di Tahrir Square pada tahun 2011 yang lalu.

Mansour sendiri menyangkal atas tuduhan itu. Pada bulan Oktober 2014, Interpol menolak permintaan Mesir untuk memberikan surat perintah penangkapan internasional yang menargetkan dirinya.

Al Jazeera menolak tuduhan tersebut dengan menggambarkannya sebagai sebuah upaya yang mengada-ada untuk melakukan pembunuhan karakter terhadap salah satu jurnalis terkemuka mereka.

Terorisasi Wartawan Al Jazeera
Penangkapan terhadap Mansour terjadi dua minggu setelah Presiden kudeta Abdel Fattah el-Sisi berkunjung ke Jerman.

Setelah meraih kekuasaan melalui kudeta militer yang memakan banyak korban, el-Sisi kemudian menerapkan kebijakan sangat keras untuk menekan perbedaan pendapat di Mesir. Ribuan aktifis dan oposisi politik telah ditangkap, lalu dituntut di pengadilan. Dalam banyak kasus, bahkan, telah divonis dengan hukuman mati sejak mantan Presiden Mohamed Morsi dimakzulkan dua tahun yang lalu.

BACA JUGA  Hukum Membagikan Daging Kurban dalam Kondisi Sudah Dimasak

Pengacara Mansour, Saad Djebbar menyampaikan kepada Al Jazeera bahwa penahanan atas kliennya itu bermotif politik.
“Ini merupakan upaya terorisasi terhadap para wartawan Al Jazeera dan bertujuan untuk melumpuhkan kegiatan stasiun televisi berita tersebut,” kata pengacara Mansour menjelaskan mengenahi penahanan tersebut.

Sebelumnya, tiga orang wartawan seksi-Bahasa Inggris Al Jazeera dituduh berkolusi dengan Ikhwanul Muslimin yang telah dinyatakan dilarang di Mesir. Peter Greste telah dideportasi pada bulan Februari yang lalu setelah ditahan selama 400 hari, sementara dua orang koleganya Baher Mohamed dan Mohamed Fahmy harus mengahadapi pengadilan ulang.

 

Penulis : Yasin Muslim
Sumber : Al Jazeera

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Demo Jamaah #GazaInJakarta, Disabotase Spanduk Anti-ISIS

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengembang PT.FIM Jasa Eka Tama pimpinan Ichsan Thalib, dinilai telah dua kali...

Senin, 22/06/2015 14:06 0

Indonesia

Soal #GazaInJakarta, Pengurus Bantah Ada Konflik Pribadi

KIBLAT.NET, Jakarta – Pihak pengembang PT. FIM Jasa Eka Tama di sejumlah media mengklaim bahwa konflik...

Senin, 22/06/2015 13:04 0

Video Kajian

[Video] Kiblat Mimbar : Membedah Syiah bersama : Ust. Abu Rusydan

KIBLAT.NET- Banyak dari kita yang mungkin tahu bahwa Syiah adalah sebuah aliran yang sesat dan...

Senin, 22/06/2015 12:50 0

Info Event

Ikuti! I’tikaf Ramadhan 1436 H di Masjid Al-Hidayah, Bekasi

Ikuti I’tikaf Ramadhan 1436 H di masjid Al-Hidayah, Tria, Cibitung, Bekasi dengan fokus tema: Menapaki...

Senin, 22/06/2015 11:45 0

Palestina

Hamas Siap Bergabung dengan Pemerinahan Kesatuan Nasional Palestina

KIBLAT.NET, Ramalah – Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menyatakan bersedia bergabung dengan Pemerintahan Kesatuan Nasional...

Senin, 22/06/2015 11:28 0

Irak

AS Mulai Latih Suku Sunni Iraq Pro Pemerintah

KIBLAT.NET, Anbar – Kepala Staf Komando Gabungan pasukan Koalisi AS, Thomas Alde, Ahad (21/06), mengumumkan...

Senin, 22/06/2015 10:53 0

Indonesia

Peneliti Budaya: Umat Islam Harus Kritisi Wacana Islam Nusantara

KIBLAT.NET, Jakarta – Peneliti Budaya Jawa, Susiyanto, menilai munculnya wacana Islam Nusantara sebagai sebuah dinamika dan...

Senin, 22/06/2015 10:14 0

Afrika

Al-Shabab Gebrak Markas Komando Intelijen Militer Somalia

KIBLAT.NET, Mogadishu – Gerakan mujahidin Al-Shabab Somalia kembali menggebrak pasukan pemerintah. Gerakan yang berafiliasi dengan...

Senin, 22/06/2015 09:41 0

Indonesia

Dakwah Wali Songo, Desakralisasi Budaya Bukan Dekulturisasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Dakwah Wali Songo yang menjadikan kebudayan sebagai sarana mengenalkan Islam kepada masyarakat...

Senin, 22/06/2015 09:12 0

Afghanistan

Taliban Masuki Ibukota Provinsi Kunduz, Afghanistan Utara

KIBLAT.NET, Kunduz – Mujahidin Taliban, Ahad (21/06), mengontrol sebagian kota Kunduz di Afghanistan utara. Pertempuran...

Senin, 22/06/2015 09:07 0

Close