... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Gagal Blacklist Israel, Begini Cara Ngelesnya PBB

Foto: Gambar Ilustrasi

KIBLAT.NET – Sekjen PBB Ban Ki Moon pada Senin lalu (08/06) akhirnya memutuskan untuk tidak memasukkan Israel ke dalam daftar negara-negara atau organisasi yang membahayakan terhadap anak-anak.

Keputusan Ban Ki Moon tersebut dibuat bertolak belakang dengan rekomendasi dari utusan khusus mereka sendiri, yaitu Leila Zerrougui yang menyarankan supaya Israel dimasukkan ke dalam “daftar” tersebut atas kekejaman yang mereka lakukan saat menyerang Gaza pada tahun 2014.

Setelah keputusan pembatalan oleh Ban diumumkan, media melaporkan bahwa pemerintah Israel dan Amerika Serikat telah menekan Sekjen PBB itu untuk menghapus militer Israel dari daftar tersebut yang juga disebut dengan istilah “Daftar Malu”.

Pada bagian isi laporan itu menyebutkan bahwa Sekjen PBB Ban Ki Moon mengatakan Israel telah melakukan pelanggaran terhadap hak anak-anak dalam skala yang tidak bisa diterima dan belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2014, dalam suatu serangan 51 hari pada musim panas oleh Israel terhadap wilayah Gaza yang menewaskan telah 2.100 nyawa orang-orang Palestina mayoritas warga sipil.

Aksi kekerasan ini menyebabkan keprihatinan tentang kemauan Israel untuk tunduk terhadap hukum kemanusiaan internasional. Demikian menurut laporan yang didistribusikan kepada para anggota Dewan Keamanan PBB.

Jurus Mengalihkan Perhatian
Juru bicara Ban, Stephane Dujarric mengatakan kepada para wartawan bahwa (isi) laporan itu lebih penting dari sekedar memasukkan Israel ke dalam daftar negara-negara yang membahayakan anak-anak. Ia mengatakan, “Saya mendorong semua orang supaya jangan terlalu fokus dengan masalah daftar negara-negara, namun kita harus fokus ke (isi) laporan yang telah didistribusikan secara keseluruhan”.

BACA JUGA  Pantau Bumi, Israel Luncurkan Satelit Baru

Sebelumnya, PBB mengkonfirmasi setidaknya 44 orang Palestina telah meninggal, dan 220 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel terhadap tujuh buah sekolah yang dikelola PBB selama aksi serangan Israel pada bulan Juli dan Agustus tahun lalu.

Minggu lalu, Lembaga internasional HRW (Human Rights Watch) mendesak Sekjen PBB supaya jangan mau tunduk dengan tekanan Israel dan sekutu-sekutunya yang menghendaki dihapusnya negara Zionist Yahudi itu dari daftar negara-negara yang membahayakan anak-anak.

Direktur PBB untuk urusan hak asasi manusia Philippe Bolopion mengatakan, “Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon akan memperkuat perlindungan terhadap anak-anak di wilayah perang dengan cara mengkompilasi “daftar negara yang terlibat” berdasarkan pada fakta, bukan tekanan politik.

 

Penulis : Yasin Muslim
Sumber : Worldbulletin


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Info Event

Ikutilah! Rihlah Ramadhan Bersama LSMI di Villa Sarongge Cianjur

KIBLAT.NET – Ikutilah!! Rihlah Ramadhan (Ramadhan Ibadah & Latihan) bersama: LSMI Jakarta (Lingkar Studi Mahasiswa Islam) Dengan...

Kamis, 11/06/2015 16:44 0

Artikel

Analis: 75% Wilayah Kekuasaan Bashar Assad Jatuh ke Tangan Jihadis

KIBLAT.NET – Para analis memperkirakan bahwa rezim Suriah di bawah Bashar Assad telah kehilangan 75 persen...

Kamis, 11/06/2015 15:29 0

Indonesia

ACT: Shelter untuk Pengungsi Rohingya Bukan Puncak Tapi Awal Baru

KIBLAT.NET, Aceh Utara – Mempersembahkan shelter bagi pencari suaka asal Myanmar yang memasuki kawasan Aceh, bukan...

Kamis, 11/06/2015 15:00 0

Artikel

Dilema Barat Menghadapi Al-Qaidah

KIBLAT.NET – Bulan April lalu, Al-Qaidah berhasil mengambil alih kota Mukalla, menempati gedung-gedung pemerintahan dan...

Kamis, 11/06/2015 12:15 0

Indonesia

“Amerika Gunakan Syiah untuk Hadapi Muslim di Timur Tengah”

KIBLAT.NET, Jakarta – Aktivis Dakwah Senior, Ustadz Mashadi mengatakan Amerika Serikat menggunakan kekuatan Syiah untuk...

Rabu, 10/06/2015 20:34 0

Indonesia

Ijtima Ulama Resmi Ditutup, KH Ma’ruf Amin: Tugas Kita Belum Selesai

KIBLAT.NET, Tegal – Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI Se-Indonesia V secara resmi ditutup pada Selasa...

Rabu, 10/06/2015 20:00 0

Indonesia

Bedah Buku “Republik Komedi Setengah Presiden”, Telisik Siapa di Belakang Jokowi?

KIBLAT.NET, Jakarta – Banyak isu berkembang menyoroti kekuatan di balik setiap rezim yang berkuasa di...

Rabu, 10/06/2015 19:24 0

Indonesia

Jadi Panelis Ijtima Ulama, Mahfud MD Beberkan Resiko Sistem Demokrasi

KIBLAT.NET, Tegal – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD membeberkan resiko sistem demokrasi. Dia menyebutkan,...

Rabu, 10/06/2015 19:00 0

Indonesia

Fatwa MUI: Pemimpin Tak Tepati Janji Kampanye Haram Dipilih Kembali

KIBLAT.NET, Tegal – MUI berfatwa pemimpin yang melakukan kebijakan untuk melegalkan sesuatu yang dilarang agama maka...

Rabu, 10/06/2015 18:11 0

Indonesia

Inilah Hasil Fatwa Ijtima Ulama MUI Terkait Pemimpin

KIBLAT.NET, Tegal – Jabatan yang diemban seorang pemimpin adalah sebuah amanah, karenanya Majelis Ulama Indonesia...

Rabu, 10/06/2015 17:30 0

Close