... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Arah Kebijakan AS di Iraq dan Strategi Perang Jarak Jauh Al-Qaidah

Foto: John Kerry tiba di Irbil, Iraq pada 24 Juni 2014.

KIBLAT.NET – Serangan udara di Iraq oleh Angkatan Udara AS yang didukung negara-negara Arab telah berlangsung sejak 22 September 2014 lalu. Namun, hingga kini serangan udara AS tersebut masih belum memberikan hasil maksimal dalam pertempuran di Iraq.

Hal ini bisa dilihat dari banyaknya kekalahan militer Iraq di berbagai front pertempuran seperti Kirkuk, kegagalan invasi Mosul dan runtuhnya ibukota Fallujah, Ramadi ke tangan IS (Daulah).

Sebuah pertanyaan penting atas ‘pembiaran’ AS terhadap invasi IS di Iraq adalah jika Iraq memang begitu penting bagi Amerika Serikat, kenapa AS mau “berjudi” di Iraq dengan hanya mengandalkan militer Iraq, milisi Syiah dan serangan udara yang selama ini dikenal payah untuk menghancurkan kekuatan milisi di darat. Serangan udara tanpa memberi dukungan langsung di darat hanya dianggap menghambat. Tapi, AS tidak ingin terlihat mengimpor strateginya di Afghanistan dengan melancarkan serangan darat ke Iraq, meski kondisi dan kepentingan AS di kedua negara tersebut hampir sama.

Mungkinkah Amerika Serikat sengaja membiarkan konfrontasi bersenjata ISIS-Iraq terus berlanjut? Sangat sulit untuk berasumsi seperti itu. AS tidak akan mendapatkan banyak keuntungan dengan konflik ISIS – militer Iraq yang berkepanjangan. AS akan lebih diuntungkan jika Iraq berada di tangan pemerintah yang berada di bawah kendali mereka.

Lantas apa yang sebenarnya dipikirkan atau direncanakan oleh para pembuat kebijakan di Washington terhadap perkembangan ISIS dan kondisi yang sedang terjadi di Iraq?

BACA JUGA  Memahami New Normal ala Pak Jokowi

Untuk menjawab ketidakjelasan sikap AS atas konflik di Iraq, ada baiknya melihat kembali nasihat dari pengamat dan analis Barat untuk pemerintah AS, rezim Syiah dan sekutunya dalam menghadapi ISIS seperti yang pernah diucapkan analis kontra-terorisme ternama AS, Clint Watts kepada The Long War Journal.

Menurut Watts, AS seharusnya tidak gegabah dalam mengambil keputusan militer di Iraq. Ia menjelaskan bahwa serangan darat meski efektif, hanya akan mampu menimbulkan masalah serius bagi arah konflik di Iraq. Hal tersebut, lanjut Watts, akan membuat petinggi ISIS berpikir serius untuk menjalin hubungan dengan kelompok-kelompok rivalnya di Suriah dan Iraq (sesama Sunni) untuk membentuk koalisi anti-Amerika di Iraq. Meskipun, hanya sebatas kesepakatan gencatan senjata dan tidak pula terlampau jauh dalam mendikte dan mendukung Iraq. Jika itu terjadi, akan sangat beresiko mempercepat kejatuhan rezim Syiah Iraq.

AS sengaja mempertahankan konflik internal antara Mujahidin di Iraq dan Suriah.

AS sengaja mempertahankan konflik internal antara Mujahidin di Iraq dan Suriah.

 

Dengan kata lain, Clint Watts mencoba menyarankan pemerintahan Obama untuk memberi dukungan ke Iraq dengan cara efektif dan menjaga konflik internal pejuang Sunni di Iraq dan Suriah tetap membara. Saran yang cerdas sekaligus licik dari Watts tersebut mungkin telah diambil para pembuat kebijakan di Washington.

Faktor lain yang bisa menjadi asumsi atas ketidakjelasan sikap AS adalah faktor ekonomi. Amerika Serikat meskipun dipercaya memiliki sumber daya dan ekonomi yang sangat besar. Namun faktanya, AS masih cenderung merasa kewalahan dengan strategi lama Al-Qaidah yang nampaknya akan digunakan IS, yaitu strategi “perang jarak jauh”.

BACA JUGA  Imam Masjid yang Tewas di Kabul Pernah Suarakan Diakhirinya Invasi AS

Penerapan “perang jarak jauh” tersebut akan menguras sedikit demi sedikit kemampuan ekonomi AS hingga tersedot untuk kepentingan perang jangka panjang. Seperti yang telah diketahui, kenekatan AS dalam menginvasi Iraq tahun 2003, kegagalan untuk membuktikan kepemilikan senjata pemusnah massal Saddam Hussein dan kekalahan di Afghanistan telah memicu protes keras dari warga AS akibat besarnya dana pajak yang digunakan untuk kepentingan perang yang berujung kegagalan.

Strategi “perang jarak jauh” telah lama diterapkan oleh Al-Qaidah sejak kepemimpinan Syaikh Usamah bin Laden. Meski metode tersebut tidak memberikan arti kemenangan secara taktis, namun dari sudut pandang perang asimetris, metode perang Al-Qaidah ini mampu memberikan kemenangan strategis. Terbukti, hingga kini strategi tersebut dapat memberikan kerugian terhadap kepentingan dan keuangan AS. Wallahu’alam.

 

Penulis: Angga Saputra, anggota Bina Qolam Indonesia.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

BNPT Akui Densus 88 Kerap Dapat Sorotan Masyarakat

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan bahwa lembaganya berbeda dengan...

Kamis, 11/06/2015 19:45 0

Indonesia

Dewan Dakwah Lepas 90 Dai Ramadhan ke Pedalaman

KIBLAT.NET – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadhan tahun 2015 (1436 H) ini Dewan Dakwah kembali mengirimkan...

Kamis, 11/06/2015 19:20 0

Indonesia

BNPT: Mengajarkan Anak-anak Mengaji dan Salat adalah Radikalisasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris, menyatakan bahwa tidak ada radikalisme dalam agama....

Kamis, 11/06/2015 18:36 3

Palestina

Gagal Blacklist Israel, Begini Cara Ngelesnya PBB

KIBLAT.NET – Sekjen PBB Ban Ki Moon pada Senin lalu (08/06) akhirnya memutuskan untuk tidak...

Kamis, 11/06/2015 18:28 0

Info Event

Ikutilah! Rihlah Ramadhan Bersama LSMI di Villa Sarongge Cianjur

KIBLAT.NET – Ikutilah!! Rihlah Ramadhan (Ramadhan Ibadah & Latihan) bersama: LSMI Jakarta (Lingkar Studi Mahasiswa Islam) Dengan...

Kamis, 11/06/2015 16:44 0

Indonesia

ACT: Shelter untuk Pengungsi Rohingya Bukan Puncak Tapi Awal Baru

KIBLAT.NET, Aceh Utara – Mempersembahkan shelter bagi pencari suaka asal Myanmar yang memasuki kawasan Aceh, bukan...

Kamis, 11/06/2015 15:00 0

Suriah

Iran Enggan Akui Kirim Pasukan ke Suriah

KIBLAT.NET, Teheran – Iran mengaku belum mengerahkan pasukan ke Suriah untuk memperkuat pasukan rezim, negeri...

Kamis, 11/06/2015 14:11 0

Afghanistan

Wanita AS Tewas Terkena Tembakan di Pangkalan Bagram

KIBLAT.NET, Kabul – Seorang perempuan asal Amerika telah tewas terkena ‘serangan tidak langsung’ yang tidak...

Kamis, 11/06/2015 13:44 0

Afrika

Tiba di Afsel, Al-Sisi Diminta Asosiasi Pengacara Muslim untuk Segera Ditangkap

KIBLAT.NET, Johannesburg – Asosiasi Pengacara Muslim Afrika Selatan (MLA) mengajukan permohonan hukum resmi penangkapan Abdel...

Kamis, 11/06/2015 13:14 0

Palestina

Menhan Israel Tak Yakin Capai Perdamaian dengan Palestina

KIBLAT.NET, Tel Aviv – Menteri Pertahanan Israel pada hari Selasa (09/06) mengaku tidak percaya bahwa...

Rabu, 10/06/2015 21:24 0

Close