Sambut Pengungsi Rohingya Sebagai Tamu, Warga Aceh Gelar Konser Amal

KIBLAT.NET, Aceh Utara – Seniman Aceh Rafly Kande, pada Jumat (05/06) menggelar “Konser Amal Peduli Rohingya” yang bertajuk “Peumulia Jamee”. Dalam bahasa Aceh, Peumulia Jamee bermakna memuliakan tamu.

Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Exxon Mobil Landing Lhoksukon sejak pukul 15.00 hingga 18.00 WIB.

Selain konser syiar syair yang dibawakan oleh Rafly, pada kesempatan tersebut juga diisi oleh pementasan kesenian tari Aceh, “Rapa’i Pasee”. Di sela-sela acara juga ada penggalangan dana dari semua pihak yang ingin membantu pengungsi dari Muslim Rohingya.

“Semua dana yang terkumpul ini nantinya akan disumbangkan kepada pengungsi Rohingya yang berasal dari Myanmar,” ujar Tgk. Faizan selaku Ketua Panitia, dikutip dari Lintas Nasional.

Rafly mengatakan, Konser Amal ini merupakan suatu peristiwa Budaya Aceh yang tujuannya untuk Peumulia Jamee (memuliakan tamu).

“Pada hari ini kita ingin tunjukkan bahwa Aceh benar-benar peduli terhadap siapapun yang teranianya, walau dari negara manapun, kita juga ingin perlihatkan kepada dunia bahwa orang Aceh ini punya kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat bangsa lain,” tegas Rafly yang juga senator asal Aceh di Senayan.

Rafly menambahkan, etnis Rohingya ini mendapat perlakuan yang sangat diskriminatif secara politik, ekonomi dan agama, mereka tidak menemukan hak kemanusiaan di negaranya. Karena itu, pelaksanaan acara ini juga sebagai bentuk protes kepada negara Myanmar.

“Kita ingin masyarakat dunia bisa melihat kondisi ini, saat ini masih ada ribuan manusia terombang-ambing di lautan karena ingin mempertahankan hidup dan hak azasinya,” ujar Rafly sembari menyebutkan salah satu syair dalam lagunya yang berbunyi Geutanyoe Aceh.

BACA JUGA  Sidang Praperadilan Kedua HRS Digelar Hari Ini

Acara konser amal syiar syair “Peumulia Jamee” ini sendiri diprakarsai oleh beberapa organisasi yang selama ini aktif dalam penanganan pengungsi Etnis Rohingya yang terdampar di Aceh Utara sejak 10 Mei 2015 lalu. Di antaranya Centre for Information of Samudera Pasai Heritage (Cisah), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh Utara, Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Aceh Utara, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Aceh Utara, Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pase, Rakan Rafly Kande (R2K) dan beberapa organisasi lainnya.

 

Sumber: Lintas Nasional

Penulis: Fajar Shadiq

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat