Jelang Ramadhan, ACT Siapkan Shelter Terpadu untuk Pengungsi Rohingya

KIBLAT.NET, Aceh Utara – Tim Kemanusiaan ACT di Aceh Utara sedang menyiapkan integrated community shelter (ICS) untuk pengungsi Rohingya. Upaya itu dilakukan setelah Pemkab Aceh Utara memberi kabar kepastian menyediakan lahan.

“Tanah seluas 4 hektar dari 5 hektar yang disiapkan, sudah kami siapkan desainnya untuk 120 unit shelter pertama,” kata Mohammad Noor Solikin, ketua tim pelaksana pembangunan shelter, jelang briefing pra-pembangunan, di Lhokseumawe, Jumat (05/06).

Shelter ini menjadi topik penting yang diusung lembaga kemanusiaan ACT. Terutama, menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

“Ramadhan kian dekat. Kami ingin merespon harapan besar rakyat Aceh agar pada bulan suci nanti, shelter bisa menjadi hunian nyaman saat Muslim Rohingya menjalani ibadah puasa dan semua rangkaian amal-amal lain di bulan suci ini,” ungkap Noor, entrepreneur muda asal Jogjakarta yang sudah berulang kali terlibat pembangunan prasarana fisik pascabencana termasuk shelter terpadu.

Noor menjelaskan, kalau hanya berhitung jumlah Rohingya pencari suaka yang kini ada di wilayah Aceh Utara, 120 pintu atau unit shelter, masih lebih.

Pihaknya, sebagai pelaksana program ACT yang disokong penuh Pemkab Aceh Utara, membagi blok shelter menjadi tiga bagian.

“Pertama, blok laki-laki; kedua, blok perempuan, dan ketiga blok yang dihuni anak-anak yang ada keluarganya. Pemilihan ini berdasarkan data komposisi pencari suaka ini, yang tidak semuanya keluarga utuh,” jelas Noor.

BACA JUGA  FPI Dikaitkan ISIS, Begini Jawaban Menohok Aziz Yanuar

Adapun, untuk pengungsi Muslim Rohingya yang ada di Kuala‎ Cangkoy, shelter yang disiapkan malah lebih. “Ini mengantisipasi kalau ada tambahan pencari suaka dari wilayah lain,” jelas Noor.

Dalam urusan implementasi, pihaknya berkomitmen melibatkan relawan tukang setempat, selain relawan tukang yang sudah berpengalaman kerja fisik dengan ritme “ACT”. “Sesuai namanya, aksi-cepat-tanggap, kami berusaha mewujudkan shelter dan pendukungnya, seperti taman, masjid, klinik, ruang belajar, tempat pertemuan bersama‎, dan sentra pemberdayaan ekonomi, dengan standar mutu dan kecepatan ACT,” kata Noor.

Integrated Community Shelter Rohingya di Aceh Utara, wahana kepedulian bersama, memadukan kebersamaan masyarakat sipil baik personal, komunitas maupun lembaga dengan pemerintah, dalam hal ini Kabupaten Aceh Utara.

“Mohon doa, kerja keras relawan-relawan tukang, bisa sesuai target. Suhu udara siang hari di Gampong Blang Adoe, dan umumnya kawasan Aceh Utara ini mencapai 35-40 derajat. Kami akan lebih banyak bekerja setelah maghrib, saat udara lebih bersahabat. Prinsipnya, tim konstruksi akan all out, siap bekerja siang dan malam mengejar sebelum Ramadhan bisa rampung,” pungkasnya.

 

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat