... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Amir Jabhah Nusrah: Kita Masih dalam Fase Jihad Daf’u Shail

KIBLAT.NET – Muamalah Jabhah Nusrah dengan faksi lain dan masyarakat di bawah kontrol mereka menjadi salah satu poin utama yang ditanyakan oleh Ahmad Mansur, wartawan Al-Jazeera asal Mesir dalam pertemuannya dengan Amir Jabhah Nusrah Rabu malam 27 Mei 2015 lalu. Dalam hal ini, Syaikh Abu Muhammad Al-Jaulani menjelaskan secara rinci sikap Jabhah Nusrah terhadap Druze, Alawi, Kristen serta faksi-faksi lain di lapangan.

Sekte Druze

Sejumlah desa yang dihuni pengikut sekte Druze di Idlib telah dibebaskan dan berada dalam kendali Jabhah Nusrah. Mereka tidak mendukung Basyar Assad, juga tidak memerangi Jabhah. Dalam kondisi demikian, Jabhah memosisikan masyarakat Druze sebagai lahan dakwah.

 

Jabhah Nusrah tidak menguasai kepemilikan dan tidak menghancurkan tempat ibadah mereka. Sikap ini, seperti kata Al-Jaulani, merupakan interpretasi Islam sebagai agama rahmat. Berkaitan dengan tempat-tempat peribadatan, bila ada sesuatu yang tidak sesuai syariat, Jabhah memperlakukan sesuai syariat.

“Mereka memiliki kubur yang dijadikan tempat ziarah (meminta kepada ahli kubur). Ini kami anggap sebagai kesyirikan. Islam menganggapnya sebagai kesyirikan kepada Allah. Kami menjauhkan mereka dari peribadatan seperti itu dan kami mengirimkan para dai untuk memperbaiki akidah mereka, menjelaskan segala hal yang menyebabkan mereka keluar dari Islam,” Al-Jaulani menjelaskan.

Druze adalah minoritas di Suriah. Dari populasi mereka di seluruh dunia, sekitar 45% atau 539.000 penganut Druze[1] tinggal di Suriah, sisanya di  Lebanon, Israel, Yordania, dan beberapa negara di Timur Tengah.

Druze adalah aliran kebatinan yang secara lahir memperlihatkan keislaman. Para ulama seperti Ibnu Taimiyyah menyatakan bahwa Druze adalah sekte yang keluar dari Islam. Menurutnya, Druze tidak meyakini wajibnya shalat lima waktu, puasa Ramadhan, dan haji. Juga tidak meyakini apa yang dihalalkan dan diharamkan Allah.[2]

Druze di Suriah

Druze di Suriah

Sekte Alawi

Demikian pula terhadap penduduk Alawi di wilayah yang telah dikontrol Jabhah, dai-dai Jabhah Nusrah menjelaskan apa saja penyimpangan-penyimpangan yang menyebabkan mereka keluar dari keislamannya. Ketika mereka menyadari itu dan kembali kepada Islam serta meninggalkan dukungannya kepada Basyar, maka Jabhah berperan sebagai pelindung bagi mereka.

“Semua Alawi (Syiah Nushairiyah) yang mengatakan mereka berlepas dari rezim Assad dan tindakannya terhadap ahli sunnah; para pemudanya meletakkan senjata untuk tidak bertempur di baris rezim, tobat dari keyakinan yang membuat mereka keluar dari Islam, serta kembali kepada hukum Islam maka dengan itu semua mereka menjadi saudara bagi kami. Jabhah Nusrah akan membela mereka.”

BACA JUGA  MUI kepada Non-Muslim: Hormati Umat Islam yang Menjalankan Puasa

“Semua orang yang meninggalkan Assad dan rezimnya dan melarikan diri kepada kami, maka kami akan menyelamatkannya meskipun seribu orang dari kami harus terbunuh,” tutur Al-Jaulani.

Jabhah tidak akan mengambil balasan atas apa yang pernah dilakukan Alawiyyun kepada mereka. “Meskipun Alawiyyun melakukan tindakan melampaui batas terhadap kami, kami menyeru mereka untuk meletakkan senjata dan berlepas diri dari rezim Assad.”

Ahlus Sunnah telah mendapatkan perlakukan tidak adil dan penindasan oleh Nushairiyah atau kelompok Alawi (keluarga asal rezim Basyar Assad). Sekte Alawi telah keluar dari agama Islam menurut para ulama. Demikian pula pandangan Jabhah Nusrah. “Tetapi, perang kita bukan perang balas dendam,” kata Al-Jaulani. Jabhah Nusrah tidak memerangi kecuali pihak yang mengangkat senjata dan memerangi mereka.

Qardahah, Lattakia, kampung asal sekte Alawiyyun dan di sini pula Hafidz Assad dikubur

Qardahah, Lattakia, kampung asal sekte Alawiyyun dan di sini pula Hafidz Assad dikubur

Minoritas Kristen

Terkait Kristen, Al-Jaulani mengatakan, “Kami tidak memerangi orang Kristen yang tidak memerangi kami. Kami juga tidak mewajibkan jizyah kepada siapa pun pada saat ini.”

Semua sikap tersebut diterapkan oleh Jabhah Nusrah atas pertimbangan bahwa sekarang ini masih dalam fase jihad daf’u shail. Jihad daf’u shail adalah pembelaan terhadap harta, jiwa dan kehormatan kaum muslimin yang diserang.

Jihad jenis ini memiliki hukum yang berbeda dengan jihad seruan umum oleh ulil amri. Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa membela diri merupakan jihad fi sabilillah. Jihad ini berhubungan dengan pertimbangan maslahat dan perhitungan bahaya yang lebih ringan.[3]

“Kita masih dalam fase perang daf’us shail dan memerangi orang yang memeranginya.” Al-Jaulani juga menjelaskan bahwa pada fase tersebut tidak perlu tergesa-gesa upaya untuk menegakkan imarah atau daulah Islam.

Sikap lainnya yang ditunjukkan oleh Jabhah Nusrah dari pemahaman jihad daf’u shail tersebut adalah:

Pertama: Fokus pada penumbangan Basyar Assad

Al-Jaulani menjelaskan bahwa Jabhah Nusrah tidak menantang dunia. “Kami tidak memanfaatkan Syam sebagai titik untuk memerangi negara-negara di seluruh dunia. Perang kami masih terbatas pada memerangi Assad dan Hizbullah,” ungkapnya. Kampung-kampung Syiah yang sekarang dikepung oleh Jabhah Nusrah, itu terjadi karena mereka memerangi mujahidin.

 

Beberapa front seperti di Qalamun, Al-Jaulani menyebutnya sebagai perang gerilya. Perang di Qalamun melawan milisi Hizbullah Lebanon hanyalah jalan untuk menembus Damaskus, yang dibentengi oleh Hizbullah. Menurut Al-Jaulani, nasib Hizbullah terkait dengan nasib Basyar Assad. “Hizbullah akan enyah dengan runtuhnya rezim Assad di Suriah,” ungkapnya penuh keyakinan.

Jabhah Nusrah di Qalamun

Jabhah Nusrah di Qalamun

Kedua: Bekerja sama dan huznudzan kepada faksi-faksi lain

BACA JUGA  Al-Qaidah dan ISIS di Mata Intelijen AS (Bag. 2)

Wujud kerja bareng itu adalah terbentuknya Jaisy Fath dalam pembebasan ibukota Idlib, yang dilanjutkan di Qalamun.

Jaisy Fath adalah koalisi antarfaksi yang berdiri atas dasar syuro. Jaisy Fath bukanlah perjanjian Jabhah Nusrah di satu pihak dengan faksi-faksi lain di pihak kedua, melainkan koalisi semua faksi atas dasar musyawarah. Jabhah memandang mereka sebagai sesama muslim.

Al-Jaulani membenarkan bahwa beberapa faksi telah melakukan kesalahan (baca: penyimpangan). Namun Jabhah Nusrah masih berprasangka baik. Tindakan sebagian faksi mungkin ditafsirkan sebagai antek atau menjalankan agenda musuh. Namun hal itu belumlah disebut sebagai kufur sharih (kekafiran yang nyata), kecuali telah memberikan loyalitas (wala’) kepada kekafiran.

“Beberapa faksi memang melakukan kesalahan, tetapi kita berpikir sebagian kesalahan itu terjadi karena ganasnya peperangan,” ungkap Al-Jaulani. Namun terhadap faksi yang benar-benar menyimpang, Jabhah Nusrah menunjukkan sikap, seperti Harakah Hazm beberapa waktu lalu.

Al-Jaulani menyebutkan bagaimana Rasulullah menerapkan hukuman sesuai tindakan, bukan pukul rata. Hukuman yang diterapkan kepada Yahudi bani Quraidhah tidak lantas diterapkan kepada Yahudi bani Qainuqa’ meskipun mereka sama-sama Yahudi. Setiap pihak berhak mendapatkan hukuman sesuai tindakannya.

Salah satu bentuk kampanye dukungan untuk Jabhah Nusrah

Salah satu bentuk kampanye dukungan untuk Jabhah Nusrah

Al-Jaulani menyadari bahwa kekuatan militer membutuhkan dukungan masyarakat. Karena itulah, Jabhah Nusrah tidak ingin menjadi unsur pinggiran di arena. Jabhah Nusrah tidak meremehkan hak seorang pun. Jabhah Nusrah adalah ujung tombak. Semua faksi mengetahui itu. Jabhah Nusrah memiliki kehadiran kuat di masyarakat karena kelangsungan militer tidak mungkin lepas dari mereka. Setelah rezim jatuh, Jabhah akan bekerja sama dengan faksi-faksi lain untuk menegakkan hukum Islam yang benar.

Karena itulah, Al-Jaulani menampik tuduhan bahwa Jabhah Nusrah adalah kelompok takfiri. “Tuduhan bahwa kami takfiri hanyalah rumor belaka. Tujuannya adalah merusak citra kami seperti tuduhan teroris kepada kami,” terangnya.

Ia menambahkan, “Kaum muslimin adalah muslim (tidak kafir). Kita tidak mengafirkan muslim. Pengafiran terhadap muslim memerlukan fatwa dan ini urusan khusus bagi ahli ilmu. Masyarakat umum cukup menyambung lidah fatwa para ahli ilmu.”

Penulis: Agus Abdullah

——————-

[1] https://joshuaproject.net/people_groups/11620/SY

[2] Lihat Majmu’ Al-Fatawa, 35/161.

[3] Lihat lebih lanjut  Ahkamul Jihad ‘inda Ibni Taimiyyah, 218-220.

 

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Amir Jabhah Nusrah: Kita Masih dalam Fase Jihad Daf’u Shail”

  1. M. Andri Elwin

    Saya seorang muslim yg bekerja sbg tenaga medias, saya tertarik dengan cara pandang JN dalam pertampuran diSuriah, kalau Alah memberi izin , umur dan kekuatan pada saya, saya ingin bertanya bagaimana cara saya bisa bergabung dengan JN dengan harta dan nyawa saya.
    Terima kasih

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Fadli Zon: Tantangan OPM Jatuhkan Kehormatan Negara

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua DPR Bidang Politik dan Keamanan (Polkam), Fadli Zon mengatakan bahwa...

Jum'at, 29/05/2015 19:15 0

Indonesia

Fahri Hamzah Desak Pemerintah Persoalkan Keanggotaan Myanmar di ASEAN

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mendesak pemerintah Indonesia mempersoalkan keanggotaan Myanmar di...

Jum'at, 29/05/2015 18:40 0

Video News

Reaksi Warga Suriah Setelah Kota Ariha di Idlib Dibebaskan

KIBLAT.NET, – Warga Suriah di kota Salqin, provinsi Idlib, bersuka cita direbutnya kota terakhir rezim...

Jum'at, 29/05/2015 18:20 0

Indonesia

Pemkab Aceh Utara Galakkan Program Mengaji Ba’da Maghrib

KIBLAT.NET, Aceh – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara beberapa hari terakhir menggalakkan program mengaji ba’da...

Jum'at, 29/05/2015 16:45 0

Manhaj

Kepada Kelompok Mana Kita Harus Bergabung (1)

KIBLAT.NET – Tulisan di bawah ini adalah karya dari Syaikh Abu Abdillah Asy-Syami, salah satu...

Jum'at, 29/05/2015 16:09 0

Indonesia

20 Ribu Massa HTI Besok Berencana Shalat Subuh di GBK

KIBLAT.NET, Jakarta – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) akan menggelar shalat Subuh dengan 20 ribu jamah...

Jum'at, 29/05/2015 15:10 0

Suriah

Koalisi Mujahidin Aleppo Bersiap Serang Kota Mayoritas Kurdi PKK

KIBLAT.NET, Aleppo – Koalisi pejuang Suriah di bawah payung operasi “Labbaika Ukhtah” di Aleppo, Kamis...

Jum'at, 29/05/2015 14:41 0

Indonesia

HTI Akan Gelar Pawai Akbar 2015 di Gelora Bung Karno

KIBLAT.NET, Jakarta – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berencana menggelar acara puncak ‘Rapat dan Pawai Akbar...

Jum'at, 29/05/2015 11:17 0

Irak

Bom Mobil Hantam Dua Hotel High Security di Baghdad, 10 Tewas

KIBLAT.NET, Baghdad – Dua serangan bom mobil menargetkan dua hotel di ibukota Baghdad. Akibatnya, sedikitnya...

Jum'at, 29/05/2015 10:16 0

Indonesia

Wakil Ketua DPR Lepas Relawan Kemanusiaan Suriah

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua DPR, Fadli Zon dan Fahri Hamzah, Kamis (28/05), melepas delegasi...

Jum'at, 29/05/2015 09:37 0