... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kompas.Com Minta Maaf Atas Pemberitaan Raja Brunei

Foto: Perwakilan Kompas.com mendatangi PUSHAMI terkait pemberitaan Raja Brunei.

KIBLAT.NET, Jakarta – Pasca pemberitaan yang dinilai melecehkan syariat Islam, perwakilan media Kompas.com mendatangi kantor Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI).

Ahmad Subechi (Pemimpin Redaksi Kompas.com), Tri Wahono (Redaktur Pelaksana Kompas.com), dan Mohammad Bakir (Redaktur Pelaksana Kompas cetak) mendatangi kantor PUSHAMI di bilangan Tanah Abang, Jakarta Pusat Jumat (15/05). Mereka bertiga datang dalam rangka menindaklanjuti somasi PUSHAMI terkait pemberitaan Kompas.com seputar keluarga Sultan Brunei.

Dalam pemberitaannya Kompas.com mengaitkan sisi negatif gaya hidup keluarga Sultan Brunei dengan syariat Islam, sehingga dinilai melecehkan syariat Islam. Seperti diketahui bersama, pemerintah Brunei Darussalam sejak setahun yang lalu telah mulai menerapkan syariat Islam di negaranya.

Menanggapai pemberitaan tersebut, PUSHAMI kemudian melayangkan somasi kepada media Kompas. Mereka menuntut Kompas agar mencabut berita tersebut di seluruh media yang tergabung dalam grup mereka, meminta maaf kepada umat Islam, serta memecat penulis berita yang ternyata bersumber dari media asing itu.

Pertemuan tersebut juga diikuti para wartawan dari sejumlah media Islam, termasuk Kiblat.net. Tak terlihat suasana tegang dalam pembicaraan yang membahas masalah yang serius bagi umat Islam itu. Bahkan sesekali ketiga perwakilan Kompas tersebut menyeruput kopi yang dihidangkan di hadapan mereka.

Di awal pembicaraan, Ketua Umum PUSHAMI, Muhammad Hariadi Nasution menyampaikan bahwa pihaknya pihaknya tidak bisa mentoleransi segala sesuatu yang melecehkan syariat sebagai salah satu simbol Islam. Menurutnya tak ada yang salah dalam syariat, dan tak akan pernah salah.

BACA JUGA  Mengurungkan Berhaji, Demi Membantu Fakir Miskin

“Jadi kalau sudah urusan syariat itu urusan umat Islam,” tegas pria yang berprofesi sebagai advokat itu.

“Mudah-mudahan mas-mas saya doaikan kita semua dapat hidayah,” imbuh Hariadi, yang kemudian diamini oleh para petinggi di media Kompas tersebut.

Berulang kali ketua PUSHAMI itu mengungkapkan kalimat kekecewaan atas pemberitaan Kompas.com yang telah mencitraburukkan syariat Islam akibat. Yang lebih disesalkannya lagi, peristiwa itu seolah mengulang kembali kesalahan yang sama yang dilakukan grup media Kompas yang telah menerbitkan buku berisi penghinaan terhadap Nabi beberapa tahun yang lalu.

Tahun 2012 timbul kontroversi akibat buku berjudul 5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia karangan Douglas Wilson yang diterbitkan Kompas Gramedia. Kalimat penghinaan yang menyebut Nabi Muhammad sebagai perampok dengan jelas termuat di dalam buku itu. Kemudian buku itu ditarik dari peredaran dan dimusnahkan setelah muncul reaksi keras dari Umat Islam.

Dihadapan jajaran PUSHAMI para perwakilan Kompas itu mengaku bersalah atas munculnya berita berjudul “Kehidupan Rahasia Sultan Brunei dari Seks, Dusta, dan Hukum Syariah”, yang dinilai PUSHAMI terlihat sebagai sebuah agenda setting. Mereka pun menyampaikan permintaan maaf, meskipun sempat diganti judulnya berita itu akhirnya diturunkan.

“Ini karena keteledoran dari Kompas.com,” kata sang Pemred, Ahmad Subechi.

Rupanya Kompas sendiri juga menyadari potensi dampak lain dari pemberitaan buruk yang menyangkut simbol-simbol Islam. Mereka tahu betul bagaimana reaksi yang akan timbul jika melakukan penghinaan terhadap syariat. Masih segar dalam ingatan masyarakat dunia peristiwa penyerangan majalah Charlie Hebdo yang menyakiti umat Islam dengan memuat karikatur Nabi Muhammad, dan menjadi pelajaran berharga bagi siapapun.

BACA JUGA  Editorial: Merdeka Bersama Toedjoeh Kata

“Itu yang saya bilang tadi, ini bagus lho (hanya) dikirimi surat,” kata Redpel Kompas Cetak Mohammad Bakir. “Kalau yang begini-begini mah tidak ada apa-apanya, maksudnya tidak menakutkan,” imbuhnya.

Pertemuan itu pun berakhir dengan kesepakatan tertulis bahwa pihak Kompas akan mencabut seluruh berita dan tulisan yang terkait dengan berita tersebut, termasuk di media sosial seperti Twitter. Berita yang sama yang dimuat di media-media yang menjadi sindikasi grup media Kompas, seperti Tribunnews, juga akan dicopot.

Selain itu Kompas juga akan menyampaikan permintaan maaf atas pemberitaan mereka di seluruh media yang dimiliki. Umat Islam, melalui PUSHAMI, juga akan diberikan hak jawab atas pemberitaan tersebut.

Kompas sepertinya tak bisa menuruti tuntutan PUSHAMI yang meminta agar media tersebut memecat penulis berita pemicu polemik itu. Pemred Kompas.com mengatakan telah memindahkannya ke bagian lain.

 

Reporter : Imam S.

Editor: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Utusan PBB Serukan Perpanjangan Gencatan Senjata

KIBLAT.NET, Riyadh – Utusan PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed, pada Ahad (17/05) menyerukan...

Senin, 18/05/2015 18:19 0

Video News

Koalisi Pejuang Suriah Kuasai Dua Kota Strategis di Provinsi Idlib

KIBLAT.NET – Koalisi pejuang suriah telah menguasai dua kota yang strategis yaitu Al Masthumah dan Al...

Senin, 18/05/2015 16:17 0

Mesir

Tiga Hakim Ditembak Mati Hanya Beberapa Jam Setelah Mursi Divonis Mati

KIBLAT.NET – Tiga hakim Mesir tewas ditembak hanya beberapa jam setelah Mesir menjatuhkan hukum mati...

Senin, 18/05/2015 16:03 1

Video News

Video Tentara Iraq Kabur dari Ramadi, Provinsi Anbar

KIBLAT.NET, Ramadi – Ibukota provinsi Anbar, Ramadi, Ahad (17/05), sepenuhnya dikontrol Daulah Islamiyah. Kemenangan besar...

Senin, 18/05/2015 14:30 0

Irak

Ribuan Warga Mengungsi Akibat Pertempuran di Ramadi, Iraq

KIBLAT.NET, Ramadi – Sebanyak delapan ribu warga Ramadi meninggalkan kampung halaman mereka untuk menghindari pertempuran...

Senin, 18/05/2015 13:29 0

Afghanistan

Lagi, Serangan Syahid Taliban Hantam Konvoi Pasukan NATO

KIBLAT.NET, Kabul – Serangan mujahidin Taliban kembali menghantam konvoi pasukan asing di ibukota Afghanistan, Kabul,...

Senin, 18/05/2015 11:33 0

Yaman

Dikawal Armada Tempur, Kapal Iran Siap Bersandar di Pelabuhan Yaman

KIBLAT.NET, Xian – Sebuah kapal kargo Iran yang dikatakan membawa bantuan dan sejumlah aktivis telah...

Senin, 18/05/2015 10:22 0

China

Universitas Shaanxi Cina Berlakukan Larangan Jilbab

KIBLAT.NET, Xian – Sebuah perguruan tinggi di Cina baru-baru ini membuat peraturan kontroversial, yang melarang...

Senin, 18/05/2015 10:02 0

Irak

Daulah Kontrol Penuh Kota Ramadi, Ibukota Provinsi Anbar

KIBLAT.NET, Anbar – Daulah Islamiyah akhirnya berhasil mengontrol penuh kota ibukota provinsi Anbar, Ramadi, pada...

Senin, 18/05/2015 09:24 0

Video Kajian

Tadzkirah: Berdoalah, Agar Allah Tak Marah

KIBLAT.NET- Hidup tak pernah luput dari masalah. Seringkali masalah tersebut menyeret kita pada ambang pintu...

Senin, 18/05/2015 07:43 0

Close