... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Kisah Jamaah Jihad: Polisi Nyari Teri Dapat Kakap

KIBLAT.NET – Di akhir bagian sebelumnya, saya telah menyinggung sedikit tentang Jamaah Jihad yang mulai bangkit kembali setelah hancur pasca pembunuhan Sadat tahun 1981. Jamaah Jihad telah membangun kembali organisasinya di bumi jihad Afghanistan. Para pemuda dikirim ke Afghanistan untuk pelatihan militer. Celah dan dampak dalam misi pelatihan ini akan kita bahas dalam bagian ini Insya Allah. (Baca juga: Perselisihan di Penjara)

Orientasi Lokal di Bumi Jihad Global

Orang-orang Mesir masuk ke Afghanistan dalam suasana perang melawan musuh global. Mereka tidak menghadapi penguasa Afghanistan, melainkan musuh dari luar, yakni Uni Soviet. Dari bumi jihad ini pula, Al-Qaidah lahir dan mengusung jihad global dengan skala prioritas yang definitif. Namun, orang-orang Mesir datang dan berlatih di Afghanistan sebagai bekal untuk melakukan operasi negerinya sendiri.

Anak-anak muda datang ke Afghanistan untuk pelatihan militer dan kembali ke Mesir untuk melakukan operasi. Ini adalah masalah, menurut Dr Hani As-Sibai.

Ide itu tidak pernah ada dalam pemikiran para pemimpin Jamaah Jihad. Mereka ingin melatih anak-anak muda itu agar memiliki kesiapan dan keterampilan militer ketika waktu yang telah ditetapkan tiba. Sayangnya, para pemimpin Jamaah Jihad fokus pada pembentukan tentara pada anak-anak muda itu, tanpa menyatakan rencana sebenarnya kepada mereka. Maka kemudian timbullah krisis pemikiran. Orang-orang memiliki interpretasi masing-masing terhadap isu lokal.

Orang-orang yang kembali ke Mesir mulai membicarakan latihan di Afghanistan itu untuk apa. Ide-ide untuk melakukan operasi dicium oleh penguasa. Akhirnya pada awal tahun sembilan puluhan, sekitar seribu pemuda yang telah terlatih dan pulang ke Mesir ditangkap oleh penguasa dan diadili dalam kasus Thala’i Al-Fath.

Kasus tersebut dimulai pada akhir 1992 dan awal 1993. Persidangan terhadap para pemuda itu berlangsung sekitar dua atau tiga bulan. Mayoritas pemuda yang telah terlatih di Afghan itu ditangkap. Mereka terdiri dari banyak kelompok yang berbeda, bukan dari Jamaah Jihad saja. Mereka ditangkap dan kebanyakan tidak tahu apa ide dasar di balik pelatihan itu. Mereka pikir akan seperti Jamaah Islamiyah yang anggotanya dilatih di Afghanistan dan pulang ke Mesir untuk melakukan operasi. Adapun Jamaah Jihad, sebagian kecil dari unsurnya tahu bahwa pelatihan itu untuk masa depan. Tetapi kebanyakan anggotanya juga tidak tahu.

BACA JUGA  Syarh Safinatun Naja 01: Mengenal Tanda-Tanda Baligh

Inilah kekeliruan yang terjadi pada Jamaah Jihad. Mestinya, dalam pandangan Dr. As-Sibai, para pemimpin Jamaah Jihad menjelaskan kepada orang-orang yang datang untuk berlatih: Ini adalah rencana kami! Kalian datang untuk berlatih, namun tidak untuk melakukan operasi di negaramu dan merusak proyek kami.

Seandainya anak-anak muda itu memahami itu, niscaya tidak ada interpretasi-interpretasi yang beragam dan kesalahan. Apalagi, sebagian pemuda pulang ke Mesir setelah muak dengan kerahasiaan ekstrim dan anonimitas di markas-markas Jamaah Jihad di Afghanistan.

Beberapa kasus bahkan mengundang tawa. Sebagai contoh, ada dua orang tinggal bersama dalam satu rumah selama berbulan-bulan, tetapi penghuni satu kamar tidak tahu siapa yang tinggal di kamar sebelahnya. Padahal sama-sama unsur Jamaah Jihad. Orang yang tinggal di kamar harus meminta izin untuk keluar. Ia tidak akan diizinkan keluar sebelum penghuni satunya masuk kamar. Keduanya kemudian kaget ketika ternyata berasal dari satu kamp pelatihan. Keduanya tidak tahu ketika dipisahkan. Sebelumnya mereka berada di kamp pelatihan selama berbulan-bulan bertemu dalam program khusus. Ini menyebabkan beberapa orang menggerutu dan sempit.

Lemahnya Koordinasi Antara Kelompok
Itulah pemikiran Jamaah Jihad. Ingin melakukan sesuatu yang cepat dan arah yang jelas, tetapi penjadwalannya lambat. Inilah yang mengakibatkan kendala dan masalah. Arena ini bukan untuk Jamaah Jihad sendiri, ada kelompok lain yang juga bergerak. Kurangnya koordinasi antara kelompok berakibat fatal. Satu kelompok melakukan kesalahan semua kelompok habis. Inilah yang terjadi.

Suatu kelompok melakukan sesuatu yang kurang perhitungan, polisi Mesir mengatur serangan dan penangkapan aktivis dari kelompok berbeda yang tinggal di daerah yang sama. Mereka yang ikut tertangkap itu berasal dari sel-sel yang bekerja dengan teliti, perencanaan jangka panjang dan proyeknya pun lain. Dengan penangkapan itu, negara menemukan ikan yang lebih besar. Bahwa ternyata ada organisasi lain yang memiliki proyek besar, yang sebelumnya negara tidak menyadarinya.

BACA JUGA  Syarh Tsalatsatul Ushul (1): Berkah di Balik Ucapan Basmalah

Habisnya Kader Militer
Beberapa analisis Dr Hani As-Sibai tersebut tidaklah berbeda dengan catatan sejarah yang ditorehkan oleh ideologi jihad global, Syaikh Abu Mus’ab As-Suri. Ulama Suriah ini mencatatnya sebagai celah dalam cara kerja dan manajemen konfrontasi.

Penangkapan terhadap kader-kader Jamaah Jihad, disebabkan tumpang-tindihnya hubungan antara para anggota Jamaah Islamiyah dan unsur Jamaah Jihad. Jamaah Islamiyah yang melaksanakan operasi, sedangkan anggota organisasi Jamaah Jihad juga mempunyai andil di dalamnya. Inilah yang menyebabkan sejumlah kader militer organisasi ditangkap.

Jamaah Jihad memiliki kader dari kalangan militer dan sipil. Program-program strategis Jamaah Jihad Mesir berorientasi kepada penciptaan kudeta militer. Aktor utamanya adalah para perwira yang telah menjadi anggota Organisasi. Tujuan ini telah ditanamkan di tentara Mesir yang direkrut sejak masa pemerintahan Anwar Sadat.

Namun, penangkapan salah satu unsur sipil dari Jamaah jihad telah mengakibatkan penangkapan salah satu perwira dari anggota dari unsur militer. Penangkapan ini secara berangsur-angsur menyeret kebanyakan kader militer Organisasi. Hal ini terjadi pada akhir 1989 atau awal 1990, dalam ingatan As-Suri.

Hal itu terjadi pada kelompok jihad yang dinilai As-Suri sebagai pengalaman jihad yang paling matang. Beliau mengatakan, “Saya yakin bahwa pengalaman jihad di Mesir adalah pengalaman jihad yang paling matang di dunia Arab pada level ideologi dan manhaj, serta memiliki peran dan keteguhan paling banyak.” Di level organisatoris dan gerakan, juga mencatat hal yang sama.

Penutup
Kolaborasi antara realitas penguasa, kebutaan terhadap program organisasi, dan adanya “bekal” kemiliteran telah melahirkan tindakan di luar kendali Jamaah Jihad. Namun, dalam catatan ada satu lagi yang perannya tidak kalah besar yaitu media. Bagaimana media memainkan peran untuk membasmi gerakan jihad di Mesir akan kita bahas di bagian selanjutnya insya Allah. [Agus Abdullah]

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Irak

Menhan Iraq Kembali Minta Bantuan Pasukan kepada Pemimpin Spiritual Syiah

KIBLAT.NET, Baghdad – Kantor Departemen Pertahanan Iraq, Senin (11/05), mengumumkan bahwa Menteri Pertahanan Khalid Al-Obeidi...

Selasa, 12/05/2015 12:01 0

Arab Saudi

Saudi Kirim Pasukan Spesialis Pertempuran Medan Terjal ke Perbatasan Yaman

KIBLAT.NET, Riyadh – Angkatan bersenjata Arab Saudi, Senin (11/05), mengumumkan mengirim pasukan khusus di medan...

Selasa, 12/05/2015 10:30 0

Indonesia

Daarut Tauhiid Klarifikasi Isu Dugaan Pembakaran Masjid

KIBLAT.NET, Bandung – Menyebar pesan berantai melalui media sosial dalam dua hari terakhir mengenai pembakaran...

Selasa, 12/05/2015 09:45 0

Video Kajian

[Video] Tabligh : Kesalahan di Dalam Masjid (bag 2) oleh Ust. Abu Harits, Lc.

KIBLAT.NET- Banyak sekali kesalahan yang kita lakukan di dalam masjid. Ironisnya, kita tak sadar akan...

Selasa, 12/05/2015 09:43 0

Indonesia

Jubir Az-Zikra: Kasus Ini Belum Usai, Ada yang Lebih Penting dari Sekadar Urusan Hukum!

KIBLAT.NET, Cibinong – Meski tuntutan jaksa kepada para terdakwa penyerang Kampung Az-Zikra terbilang ringan, Jubir...

Selasa, 12/05/2015 09:39 0

Suriah

Lagi, Empat Syiah Hizbullah Tewas dalam Pertempuran Qalamun

KIBLAT.NET, Qalamun – Kantor berita Lebanon, Senin (11/05), kembali merilis korban tewas Syiah Hizbullah selama...

Selasa, 12/05/2015 09:17 0

Indonesia

Tuntutan Jaksa Maksimal 10 Bulan, Jubir Az-Zikra: Tak Ada Keadilan dalam Hukum Buatan Manusia

KIBLAT.NET, Cibinong – Pada sidang lanjutan kasus Az-Zikra di PN Cibinong, yang digelar Senin, (11/05),...

Selasa, 12/05/2015 09:09 0

Indonesia

Ini Cara HTI Jogja Tolak Sabda Raja

KIBLAT.NET, Jogjakarta — “Sabda Raja” Sultan HB X terus memicu protes. Salah satunya, penghapusan gelar...

Selasa, 12/05/2015 07:22 0

Afghanistan

Taliban Raih Kemajuan di Barat Laut Afghanistan

KIBLAT.NET, Kabul – Mujahidin Taliban kembali berhasil memperluas kontrol dalam operasi musim semi tahun ini....

Senin, 11/05/2015 20:00 0

Indonesia

Dianggap Bersalah, Penyerang Az-Zikra Paling Tinggi Hanya Dituntut 10 Bulan

KIBLAT.NET, Cibinong – Jaksa Penuntut Umum  menganggap para pelaku penyerangan Az-Zikra terbukti bersalah melakukan pengeroyokan....

Senin, 11/05/2015 19:15 0

Close