... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tak Ada Rehabilitasi, Pemblokiran Media Islam Menyisakan Stigma Negatif

Foto: Pemred Hidayatulah.com, Mahladi Murni

KIBLAT.NET, Jakarta – Pemimpin Redaksi Hidayatullah.com, Mahladi Murni menyayangkan stigma radikal terhadap media-media Islam, padahal definisi radikal versi Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) belum jelas dan rancu.

Hal itu nampak dari ucapan Kepala BNPT, Saud Usman Nasution bahwa radikalisme ada yang positif dan negatif dalam sebuah diskusi.

“Kalau radikalisme memang ada yang baik dan buruk. Kenapa harus ada direktur deradikalisasi di BNPT,” kata Mahladi dalam diskusi bertajuk “Kebebasan Pers dan penistaan” di Hall Dewan Pers, Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (04/05).

Sementara itu, lanjutnya, di dalam Islam sendiri tidak ada istilah radikal. Sehingga, cukup sulit menerapkan istilah itu sembarangan.

“Kalau di dalam Islam tidak ada istilah radikal, adanya istilah ghuluw atau berlebih-lebihan dalam perkara agama,” jelasnya

Mahladi meminta istilah radikal disepakati terlebih dahulu sebelum memblokir media-media Islam. Setelah definisinya disepakati, baru kemudian menentukan kriteria radikalisme.

“Kita pernah minta penjelasan, konten seperti apa yang disebut radikal oleh BNPT. Tapi tidak pernah diberitahu,” ujarnya.

Medianya memang sudah dinormalisasi oleh Kominfo, tetapi Mahladi tidak pernah dijelaskan dengan rinci dan jelas letak kesalahan medianya oleh Kominfo ataupun BNPT.

“Ketika dipaksa, baru BNPT memberitahu bahwa ada dua berita yang dipandang radikal,” ungkapnya.

Padahal menurutnya, berita tersebut sudah memenuhi kaidah jurnalistik. Oleh karena itu, timbul pertanyaan selanjutnya apakah berita yang sudah sesuai dengan kode etik jurnalistik bisa dicap radikal.

BACA JUGA  IM Gelar Konferensi Internasional di Turki Bahas Idelogi Terkini

“Kalau bisa, berarti yang bermasalah adalah kode etiknya. Saya bisa pastikan dua berita itu sudah sesuai kode etik,” terangnya.

Berita itu adalah berita kutipan dari seorang tokoh pendukung ISIS. Di satu sisi, kaidah jurnalistik menuntut media untuk melakukan cover both side. Kutipan tokoh itu bagian dari upaya cover both side.

Penjelasan BNPT itu juga menimbulkan pertanyaan kembali, apakah suatu berita kutipan dari seorang tokoh yang mendukung ISIS bisa membuat media yang mempublikasi juga dicap radikal.

“Kalau ada media memberitakan pernyataan seseorang bahwa korupsi itu enak, apakah media itu juga korupsi? Tentu kan tidak,” jelasnya.

Meski sudah dibuka blokirnya, tindakan BNPT dan Kominfo masih menyisakan efek negatif ke medianya. Hidayatullah terlanjur terkena stigma negatif.

“Masalahnya bukan pada normalisasi, tetapi masalahnya adalah rehabilitasi. Karena kita sudah terkena stigma negatif,” cetusnya.

Pemblokiran terhadap medianya berpengaruh langsung kepada para pembaca setia Hidayatullah di Jambi.

“Pembaca majalah kami ada yang berhenti langganan karena stigma radikal,” terangnya.

Selain itu, Mahladi juga menegaskan tidak setuju dengan kebebasan tanpa batas. Kebebasan tetap membutuhkan etika dan adab.

“Kami tidak setuju kebebasan yang kebablasan, karena kami khawatir kebebasan seperti itu akan melanggar fitrah manusia, tetap harus ada batasan-batasannya. Hanya saja jika batasan itu salah, akan banyak yang menjadi korban,” katanya.

BACA JUGA  GNPF Ulama: Kita Tunggu Ketegasan Pemerintah Sikapi Ricuh Papua

 

Reporter: Bilal Muhammad

Editor: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Belajar dari Perburuan Bin Ladin: Tora Bora Hingga Abbottabad (Bag. 1)

KIBLAT.NET – Pada tanggal 1 Mei 2011 dini hari, pasukan komando Amerika Serikat melancarkan operasi...

Selasa, 05/05/2015 10:23 0

Wilayah Lain

Dukung Koalisi Teluk, Senegal Berencana Kirim 2.100 Tentara

KIBLAT.NET, Dakar – Senegal mengumumkan akan mengirim 2.100 tentara ke Arab Saudi untuk bergabung dalam...

Selasa, 05/05/2015 09:59 0

Video News

Jabhatun Nushrah Ledakkan Bungker Persembunyian Milisi Nushairiyah

KIBLAT.NET – Jabhatun Nushrah melalui media resminya Al Manarah Al Baidha’ merilis sebuah video yang...

Selasa, 05/05/2015 09:37 0

Suriah

Lagi, Mujahidin Raih Kemajuan di Idlib

KIBLAT.NET, Idlib – Mujahidin Suriah terus bergerak membersihkan seluruh provinsi Idlib dari keberadaan militer Suriah....

Selasa, 05/05/2015 09:37 0

Video Kajian

[Video] Kiblat Mimbar : Kita Berada di Akhir Zaman oleh Ust. Abu Fatiah

KIBLAT.NET- Sudah bukan rahasia lagi bahwa kita berada di akhir zaman. Rosulullah SAW telah membagi...

Selasa, 05/05/2015 08:34 0

Amerika

Bahas Isu Kawasan Teluk, Menlu AS Kunjungi Saudi dan Prancis

KIBLAT.NET, Washington – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, Rabu besok(06/04), dijadwalkan tiba di...

Selasa, 05/05/2015 07:53 0

Amerika

Dua Pria Bersenjata Serang Pameran Anti Islam di Amerika

KIBLAT.NET, Garland – Dua pria bersenjata menembaki gedung tempat digelarnya lomba menghina Nabi Muhammad dengan...

Selasa, 05/05/2015 07:03 0

Suriah

Daulah Unggah Video Korban Sipil Akibat Serangan Koalisi AS di Aleppo

KIBLAT.NET, Aleppo – Kantor media Daulah Islamiyah atau yang lebih dikenal ISIS di Aleppo, Ahad...

Senin, 04/05/2015 17:30 0

Artikel

Sengsara Karena Salah Pilih Teman dan Pemimpin

KIBLAT.NET – Ada peribahasa Arab yang pantas disimak, “إن الطيورعلى أشكالها تقع”. Sesungguhnya burung-burung itu hinggap...

Senin, 04/05/2015 14:40 0

Lebanon

Lebanon Klaim Telah Menangkap Petinggi Daulah

KIBLAT.NET, Tripoli – Pihak keamanan Lebanon mengklaim telah menangkap seorang petinggi Daulah Islamiyah (ISIS) di...

Senin, 04/05/2015 11:33 0

Close