Syiah Hizbullah Lebanon Alami Krisis Pasukan

KIBLAT.NET, Beirut – Krisis pasukan tempur di tubuh organisasi Syiah Hizbullah Lebanon baru-baru ini mulai mencuat ke permukaan. Keadaan itu seiring keterlibatannya selama tiga tahun dalam pertempuran di Suriah.

Dilansir dari Al-Arabiya, Rabu (29/04), para pengamat melihat Syiah Hizbullah Lebanon mengalami krisis perekrutan. Hal itu terjadi karena ketakutan dan kekhawatiran dari para  kadernya.

Portal online ternama Lebanon, Lebanon Now, juga membicarakan hal itu. Dalam laporannya, portal itu menyebutkan Hizbullah membuka perekrutan 600 militan baru di daerah Baqa.

Namun mengejutkan, kata Lebanon Now, jumlah pendaftar yang masuk kurang dari 150 orang. Padahal daerah Baqa dikenal sebagai daerah sumber daya manusia terbesar yang dimiliki organisasi bentukan Iran itu.

Hal itu memaksa Hizbullah membentuk komite khusus untuk menyelidiki penyebab para anggota menolak direkrut pasukan tempur. Sementara Hizbullah menjanjikan gaji yang cukup menggiurkan bagi para kader tersebut.

Menurut informasi yang menyebar, penyebab banyak kader menolak jadi milisi tempur sebagai bagian bentuk protes atas keterlibatan Hizbullah dalam berbagai konflik di Timur Tengah, khususnya di Suriah.

Para pengamat mengaitkan fenomena banyaknya petempur di bawah umur di barisan Hizbullah, untuk menutupi kosongnya para dewasa yang bersedia bergabung.

Seperti diketahui, keterlibatan Syiah Hizbullah dalam pertempuran di Suriah memberikan pukulan bagi gerakan yang dibiayai Iran itu. Selain banyak komandan dan kader terbaik mereka yang tewas, kesertaan mereka dalam pertempuran di Suriah di barisan Bashar Assad itu menjadikan kampung halaman mereka menjadi sasaran mujahidin.

Sumber: Al-Arabiya
Penulis: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat