Soal Minol, KPAI Ajak Masyarakat Berpandangan Manusia Sehat

KIBLAT.NET, Jakarta – Beberapa kalangan meminta agar minuman beralkohol (Minol) tidak dilarang. Sebab, Minol masih banyak digunakan dalam tradisi adat masyarakat dan ritual keagamaan tertentu.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam Sholeh mengatakan harus dibedakan antara persoalan faktual dengan persoalan yang dicita-citakan atau diidealkan. Menurutnya, alkohol yang masih digunakan dalam sejumlah tradisi tidak menjadi alasan untuk dilegalkan.

“Salah satu fungsi Undang-Undang itukan social engeenering, rekayasa sosial. Dari kondisi yang tidak baik, meski itu  dikenal luas di masyarakat menuju yang baik,” katanya dalam Diskusi ‘Forum Legislasi: RUU Minuman Beralkohol’ beberapa waktu lalu di press room DPR-RI Nusantra III.

Menurut Niam, persoalan faktual bahwa di masyarakat ada yang terbiasa minum-minuman keras, bukan berarti kebiasaan itu sudah benar secara etika, moral, dan hukum.

“Menjadi masalah kita membenarkan sesuatu di masyarakat, padahal itu salah. Di sinilah sebenarnya fungsi hukum. Bukan berarti karena itu  sudah berjalan di masyarakat, kita justifikasi. Tentu ini tidak benar, di sinilah fungsi masyarakat berbudaya,” terangnya.

Niam melanjutkan, di sini pula fungsi hukum bermain agar masyarakat menjadi tertib sosial dan tertib hukum di masyarakat.

Niam juga menolak pandangan bahwa Minol memiliki sejumlah manfaat, sehingga tidak perlu dilarang peredarannya. Menurut dia, klaim manfaat itu pasti selalu muncul sebagaimana orang yang adiksi narkoba membuat alibi bahwa mereka lebih konsentrasi bila menggunakan narkoba.  Namun, alibi itu tidak bisa dibenarkan untuk membiarkan dampak buruk Minol yang lebih luas dan besar.

BACA JUGA  BPJPH Tunggu Ketetapan Fatwa MUI untuk Terbitkan Sertifikat Halal Vaksin

“Tetapi, apakah alibi seperti itu menjadi faktor pembenar? kemudian kita fasilitasi, ini hak privasi. Kan tidak,” ungkapnya.

Seharusnya, sambung Niam, cara pandangnya perlu diubah. Masyarakat harus melihat dari cara pandang manusia yang sehat yang menginginkan tertib sosial dan tertib hukum.

KPAI juga menguraikan sejumlah keterkaitan antara kewajiban perlindungan anak dengan bahaya minuman beralkohol. Menurut data yang dihimpun, minuman beralkohol adalah ancaman nyata bagi anak-anak.

Niam menegaskan bahwa data-data tersebut sudah membantah pandangan bahwa Minol tidak berbahaya hingga dapat dibiarkan peredarannya.

“Data-data yang dimiliki KPAI dan konsiderasi-konsiderasinya sudah relatif cukup untuk meregulasi peraturan pelarangan minol,” katanya.

Reporter: Bilal Muhammad
Editor: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat