PM Yaman Tegaskan Serangan Udara Terhadap Syiah Hautsi Berlanjut

KIBLAT.NET, Sanaa – Perdana Menteri Yaman, Khalid Bahah, menegaskan bahwa serangan udara menargetkan pemberontak Syiah Hautsi terus berlanjut selama mereka masih menargetkan warga sipil. Ia juga memperingatkan Iran tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri Yaman.

Pernyataan itu dilontarkan Bahah dalam wawancara eksklusif dengan TV Al-Jazeera yang dilansir situs onlinenya, Rabu (29/04), setelah berhasil lolos dari tahanan rumah. Saat ini, ia ditunjuk sebagai wakil presiden Yaman.

Bahah mengatakan, pemberontak Syiah Hautsi tidak memerangi organisasi Al-Qaidah akan tetapi memerangi rakyat Yaman. Ia juga menyeru membentuk organisasi militer dan keamanan nyata untuk memerangi “ekstremis dengan berbagai bentuk dan namanya”.

Ia menunjukkan, saat ini Menteri Pertahanan Yaman Mahmud Shobihi masih ditahan pemberontak Syiah Hautsi.

Kendati demikian, lanjut Bahah, pihaknya sampai saat ini masih berpegang dengan Departemen Pertahanan.

Terkait peran Iran, Bahah menegaskan bahwa campur tangan Iran dalam kekacauan di Yaman sudah tidak terbantahkan. Iran diminta untuk berhenti ikut campur dalam urusan negaranya.

Seperti diketahui, kudeta yang dilakukan pemberontak Syiah Hautsi yang dibantu mantan Presiden Ali Abdullah Shalih meruntuhkan rezim Yaman. Roda pemerintahan, termasuk militer, mayoritas dikendalikan Syiah Hautsi.

Perlawanan yang dilakukan warga Yaman saat ini berdasarkan inisiatif mereka di bawah koordinasi suku. Mereka tidak ingin dipimpin oleh pemberontak Syiah tersebut.

Sumber: Al-Jazeera
Penulis: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat