... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Rangkaian Nasehat Buat Para Pengemban Jihad: Korelasi Ilmu dan Jihad

Suatu ketika Rasulullah SAW mengirim sebuah pasukan ke tempat musuh. Sesampai di tempat tujuan, mereka mendapati para musuh telah meninggalkan daerahnya. Hanya tersisa seorang lelaki yang mempunyai banyak harta. Ketika melihat pasukan muslim, lelaki itu mengucapkan Laa ilaaha illallaah. Namun, salah seorang pasukan tetap membunuhnya. Ketika kembali ke Madinah, Nabi SAW berkata kepada sahabat itu, “Bagaimana tanggung jawabmu kelak di akhirat, sedangkan ia telah mengucapkan Laa ilaaha illallaah?” Setelah itu, Allah SWT menurunkan Surat An-Nisa ayat 94.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا ضَرَبْتُمْ فِي سَبِيلِ الله فَتَبَيَّنُوا وَلا تَقُولُوا لِمَنْ أَلْقَى إِلَيْكُمُ السَّلامَ لَسْتَ مُؤْمِنًا تَبْتَغُونَ عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فَعِنْدَ الله مَغَانِمُ كَثِيرَةٌ كَذَلِكَ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلُ فَمَنَّ الله عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُوا إِنَّ الله كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepadamu: ‘Kamu bukan seorang mukmin’ (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (An-Nisa’ : 94)

Amalan jihad di jalan Allah merupakan amalan tertinggi dalam Islam dan menyimpan banyak hikmah dan manfaat. Konsekuensi yang terjadi di medan juang adalah membunuh atau dibunuh. Sebuah perkara besar yang berhubungan dengan tertumpahnya darah manusia.

Selain itu, amalan jihad juga untuk menjaga harkat dan martabat umat Islam dari pernindasan. Sudah maklum, musuh-musuh Allah selalu berusaha memadamkan cahaya-cahaya Islam dengan berbagai cara. Ketika mereka telah mengangkat senjata, maka kaum muslimin wajib melawan pula dengan hal serupa.

Dalam perjalanan jihad, di dalamnya tentu akan bermunculan riak-riak permasalahan. Berkumpulnya para ulama dan mujahid akan berujung pada lahirnya bermacam-macam ijitihad yang berbeda. Sikap-sikap dalam menyelesaikan persoalan pun terkadang tidak sama,  tergantung kapasitas ilmu yang dimiliki.

BACA JUGA  Prosedur Pembukaan Rumah Ibadah Saat Pandemi ala Kemenag

Oleh karena itu, Imam Syihabuddin Al-Qarafi Al-Maliki berkata, “Telah berkata Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddien dan Imam Syafi’i dalam risalahnya bahwa seorang mukallaf tidak boleh berbuat sesuatu sebelum mengetahui hukum-hukum Allah yang mengatur di dalamnya. Seperti sesiapa yang melakukan jual beli, maka ia harus mengetahui syariat Allah dalam jual beli…”.

Sebuah kewajiban dan sudah selayaknya bagi seorang yang mukallaf untuk mengetahui hukum-hukum Allah di setiap amalan. Terlebih, bagi para mujahid yang berurusan dengan darah, tentu harus menggunakan ilmu dalam setiap tindakan di dalamnya.

Amalan jihad memang menjadi kewajiban bagi setiap muslim. Namun dalam soal aplikasi, sudah selayaknya harus dibarengi dengan berbagai syariat yang mengatur di dalamnya.

Analis jihad modern abad ini, Syaikh Abu Mus’ab As-Suri dalam kitabnya Ad-Da’wah Al-Muqawwamah Al-Islamiyyah Al-‘Alamiyyah menuliskan bahwa perjalanan jihad telah meraih beberapa prestasi, namun tak luput dari koreksi. Salah satu yang poin yang menjadi perhatian adalah kesalahan cara berpikir dan persepsi terhadap perjalanan atau perjuangan (kesalahan manhaj dan pemikiran).

Rincian dalam masalah ini sebenarnya sangat komplek, Syaikh As-Suri menggarisbawahi dengan mengatakan, “Manhaj aliran jihadi hanya bersifat parsial, tidak komprehensif, hanya terbatas pada masalah al-wala’ wal bara’ dan al-hakimiyah, serta sempitnya cakrawala pustaka dan karya tulis di tubuh aliran jihadi.”

Syaikh menambahkan,”Bila dibandingkan dengan umumnya doktrin-doktrin ash-shahwah islamiyah dan melihat pustakanya yang lengkap, kita menemukan bahwa pustaka (kumpulan buku, literatur, buletin khusus berbagai kelompok dan organisasi dan data-data berkala atau yang lain) gerakan jihad sangat kecil sekali dan hanya merupakan gagasan individu semata.”

Koreksi dari Syaikh As-Suri ini terlahir dari buah pengalaman beliau. Hal ini juga menjadi bukti nyata bahwa ketika berjihad tanpa ilmu, akan menimbulkan beberapa masalah. Permasalahan takfiri ekstrim, fanatisme madzab yang berlebihan dan persoalan-persoalan lain akan berpmunculan.

BACA JUGA  Imam Masjid yang Tewas di Kabul Pernah Suarakan Diakhirinya Invasi AS

Kunci dari semua masalah ini adalah meningkatkan integritas keilmuan dalam diri setiap muslim dan mujahid. Ketika kita sudah memahami syariat dan ilmu dalam setiap amalan, maka sekiranya terjadi perbedaan pendapat dalam ranah ijtihad, akan mampu menahan diri dan mencerna setiap tindakan yang akan dilakukan.

“Ketika seseorang berazam dalam amalan jihad maka dia wajib mempelajari hukum-hukum di dalamnya, persoalan yang menyangkut darah, harta dan hak-hak seseorang yang dihalalkan dan diharamkan. Maka, dilarang bagi sesiapa berbuat sesuatu secara serampangan tanpa mengetahui hukum halal-haramnya. Sungguh wajib bagi seseorang untuk tahu maqashid, tujuan dan adab-adab didalamnya.” lanjut Syaikh As-Suri dalam risalahnya.

Persoalan darah dan harta merupakan perkara besar di sisi Allah. Hukum awal dari semua itu adalah haram ditumpahkan dan menjadi halal hanya atas izin dari Allah. Maka dari itu, Allah menurunkan ayat 94 surat An-Nisa’ sebagaimana disebut di awal. Sebuah peringatan bagi orang-orang beriman untuk berhati-hati dalam semua tindakan dan mendasarkan semuanya dengan ilmu.

Miris memang, jika melihat beberapa kejadian di dunia jihad, terlebih ketika sebagian pihak bertindak serampangan. Seolah darah, harta dan hak-hak setiap muslim itu tidak berharga. Koreksi Syaikh As-Suri tersebut selayaknya dapat dijadikan perhatian.

Oleh karena itu, bagi seseorang yang telah menyadari pentingnya ilmu sebelum beramal, hendaknya semakin meningkatkan keilmuan. Sehingga jika sewaktu-waktu Allah memberikan kesempatan dalam sebuah amalan jihad, sudah siap dengan ilmu dan mental untuk berjuang. Wallahu a’lam bi shawab (Dhani El_Ashim)


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

[Video] Kiblat Mimbar : Hangatkan Bumi Syam Di Musim Dingin

KIBLAT.NET- Ada satu tanah syam yang dihuni oleh saudara-saudara muslim kita yang terlupa. Tahukah anda?,...

Rabu, 29/04/2015 14:10 0

Afghanistan

Ratusan Pejuang Taliban Serbu Kunduz, Pasukan Pemerintah Kewalahan

KIBLAT.NET, Kunduz – Pertempuran sengit pecah antara mujahidin Taliban pasukan pemerintah di pinggiran kota Kunduz,...

Rabu, 29/04/2015 12:30 0

Artikel

Begini Syariat Islam Memandang Hukuman Mati Bagi Gembong Narkoba

KIBLAT.NET, Pemerintah Indonesia Rabu dini hari (29/04/2015) kembali mengeksekusi gembong narkoba di lembaga pemasyarakatan Nusakambangan....

Rabu, 29/04/2015 12:00 0

Indonesia

Dini Hari, 8 Terpidana Kasus Narkoba Dieksekusi Mati

KIBLAT.NET, Jakarta – Sebanyak delapan terpidana mati kasus narkoba telah diekskusi di Nusakambangan, Cilacap, Jawa...

Rabu, 29/04/2015 11:45 0

Indonesia

GENAM Apresiasi RUU Pelarangan Minuman Beralkohol

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Gerakan Nasional Anti Miras (GENAM), Fahira Fahmi Idris mengaku impiannya telah...

Rabu, 29/04/2015 11:38 0

Indonesia

KPAI: UU Perlindungan Anak Beri Landasan Kuat untuk RUU Minuman Beralkohol

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam Sholeh menegaskan, lembaganya memberikan...

Rabu, 29/04/2015 11:25 1

Indonesia

Hari Angkutan Nasional, IMS Gelar Layanan Kesehatan Gratis di 3 Terminal

KIBLAT.NET, Jakarta – Bekerjasama dengan PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek, Islamic Medical Service (IMS) menggelar...

Rabu, 29/04/2015 11:15 0

Indonesia

Kasus Az-Zikra, Habib Faisal Salim Al-Kaff Dijadwalkan Bersaksi di Pengadilan

KIBLAT.NET, Cibinong – Sidang lanjutan kasus penyerangan kampung Az-Zikra oleh gerombolan Syiah hari ini, (29/04)...

Rabu, 29/04/2015 11:05 0

Yaman

Hadang Pesawat Iran, Koalisi Teluk Gempur Bandara Sanaa

KIBLAT.NET, Sanaa – Jet tempur koalisi Teluk, Selasa (28/04), menggempur landasan pacu bandara internasional Sanaa....

Rabu, 29/04/2015 10:24 0

Suriah

Kalah Beruntun di Idlib, Rezim Kerahkan Kekuatan Udara

KIBLAT.NET, Idlib – Pesawat tempur Suriah, Selasa (28/04), kembali menggencarkan serangan udara menargetkan sejumlah daerah...

Rabu, 29/04/2015 09:36 0

Close