Terkait ISIS, Ini Saran Abu Rusydan untuk Jokowi

KIBLAT.NET — ISIS menjadi isu yang terus menggelinding. Isu tersebut seolah menjadi legitimasi bagi pemerintah untuk berbuat apapun yang dimaui, atas dasar pencegahan terorisme atau radikalisme. Meskipun definisi terorisme dan radikalisme itu masih samar, apalagi bukti keterkaitan ISIS di Indonesia dengan terorisme.

Sekonyong-konyong situs-situs Islam diblokir tanpa alasan yang jelas. Meski akhirnya dibuka, stigma situs bermasalah tetap melekat, apalagi pemerintah enggan meminta maaf atau merehabilitasi nama baik situs-situs tersebut. Sementara, beberapa orang ditangkap hanya gara-gara membawa atribut yang identik dengan bendera ISIS.

Sikap reaksioner yang terkesan tanpa arah tersebut mengundang keprihatinan aktivis Islam dan pengamat jihad internasional, Ustadz Abu Rusydan. Menurutnya, ada kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh Pemerintah Jokowi ini ketimbang memblokir situs-situs Islam.

“Katakanlah media-media tertentu memprovokasi anak-anak muda kaum Muslimin untuk datang ke Suriah. Kemudian caranya dengan diblokir oleh pemerintah untuk mengatasi persoalan itu. Itu menurut saya keliru,” ujarnya kepada Kiblat.net dalam sebuah rangkaian kegiatan dakwah di Kudus, Jawa Tengah beberapa hari lalu.

Menurutnya, yang harus dilakukan oleh pemerintah hari ini adalah menjelaskan dengan sejujur-jujurnya kepada rakyat Indonesia tentang apa yang sebenarnya terjadi di Suriah.

“Bukan memprovokasi atau kontra provokasi. Sebab, baik provokasi maupun kontra provokasi tidak memperbaiki masalah. Maka kewajiban pemerintah yang baik itu adalah menjelaskan kepada publik secara jujur apa yang sedang terjadi di Suriah. Tidak memihak. Kalau pemerintah berpihak, ya biarkan kami sebagai umat, berpihak (juga),” pungkasnya.

BACA JUGA  Jejak Dakwah Habib untuk Bangsa

Pernyataan lebih lengkap Ust. Abu Rusydan tersebut dapat dilihat dalam video ini.

Reporter: Budiono
Editor: Hamdan

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat