Rezim Suriah Ancam Gempur Idlib dengan Senjata Kimia

KIBLAT.NET, Idlib – Rezim Suriah baru-baru ini mengancam akan menggunakan senjata kimia untuk menggempur kota Idlib. Ancaman itu dikeluarkan setelah pasukan darat Suriah tidak mampu menghadang pergerakan mujahidin di kota yang dibebaskan sepenuhnya itu.

Sumber Al-Jazeera mengungkapkan, Jumat (24/04), bahwa Kolonel Suhail Al-Hasan –komandan rezim yang bertanggung jawab dalam pertempuran di Idlib– telah mengeluarkan ancaman menggunakan senjata kimia. Senjata itu untuk membalas mujahidin yang meraih banyak kemenangan di wilayah Idlib.

Sumber itu menambahkan, militer Suriah saat ini tengah mempersiapkan bom-bom birmil yang mengandung gas klorin yang dilarang oleh internasional. Bom-bom itu didatangkan dengan pesawat militer dari pabrik pertahanan militer di daerah Safirah, pedesaan Aleppo, menuju Idlib.

Perlu diketahui, Suhail Al-Hasan bukanlah komandan yang dikenal luas sebelumnya. Akan tetapi, dalam beberapa bulan terakhir ia merupakan perwira militer Suriah paling tersohor di Idlib.

Di awal revolusi, Hasan sempat menjabat kepala operasi khusus di bawah naungan intelijen udara Suriah.

Hasan juga saat ini dikenal sebagai komandan yang sukses memimpin pasukannya memukul mundur mujahidin di Aleppo dan Hama. Ia juga mengatur rencana serangan operasi bom birmil di sejumlah kota dan desa di Suriah utara.

Dalam perkembangan terkait, mujahidin Suriah dikabarkan menarik diri dari pos militer Tel Hikmah di sekatan kota Jisr Ash-Shughur, pedesaan Aleppo. Pos tersebut sebelumnya dikontrol mujahidin melalui serangan mendadak.

Akan tetapi, mujahidin dilaporkan berhasil memindahkan senjata dan amunisi dari markas tersebut. Pos itu hanya mampu diduduki selama beberapa jam.

Kota Idlib direbut mujahidin Suriah bulan lalu melalui operasi gabungan dengan sandi Jaisy Fath. Saat ini mujahidin terus bergerak, memperluas kontrol di sekitar kota tersebut.

Sumber: Al-Jazeera
Penulis: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat