Dinilai Sukses, Operasi Koalisi Teluk di Yaman Dihentikan

KIBLAT.NET, Riyadh – Negara koalisi Teluk mengumumkan, Selasa (21/04), mengakhiri operasi militer Ashifatul Hazm untuk memberangi pemberontak Syiah Hautsi di Yaman. Operasi itu dinilai sukses dan mencapai hasil yang diinginkan.

Pengumuman itu disampaikan Departemen Pertahanan Saudi di televisi nasional. Presiden Yaman mengucapkan banyak terima kasih atas operasi tersebut.

“Presiden Yaman mengucapkan terima kasih dalam suratnya ke Raja Salman bin Abdul Aziz atas upaya Saudi di koalisi Teluk dan menanggapi permintaannya,” kata Dephan Saudi dalam pernyataannya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa operasi militer ini bertujuan menyelamatkan rakyat Yaman dan mengembalikan legitimasi pemerintah yang dikudeta pemberontak. Operasi itu juga telah berhasil menghilangkan ancaman terhadap Saudi dan negara-negara tetangga, dengan dihancurkannya senjata berat dan rudal balastik yang dimiliki Syiah Hautsi.

Dephan menambahkan bahwa operasi koalisi Teluk berhasil menghancurkan gudang-gudang senjata yang dikuasai pemberontak Syiah Hautsi. Rudal balastik dan senjata-senjata berbahaya lainnya berhasil dihancurkan oleh jet tempur koalisi.

Sementara itu, juru bicara operasi Ashifatu Hazm Ahmad Asiri mengatakan bahwa operasi negara koalisi di Yaman belum berhenti. Selanjutnya adalah operasi “mengembalikan harapan”.

Operasi itu untuk merekonstruksi kembali pemerintahan di Yaman dan mengembalikan legitimasi pemerintah. Selain itu, untuk membangun kembali Yaman yang hancur akibat pertempuran.

Negara-negara Teluk, kecuali Oman, pada 26 Maret lalu mengumumkan operasi militer untuk memerangi pemberontak Syiah Hautsi di Yaman. Selain untuk membantu Presiden Yaman Abdu Rabbah Manshur Hadi, operasi itu juga untuk mencegah ancaman yang ditimbulkan pemberontak Syiah Hautsi terhadap negara-negara Teluk. Setidaknya 2.300 serangan dilancarkan menargetkan Syiah Hautsi.

Sumber: Al-Jazeera
Penulis: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat