... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Fakta: Gerakan Takfiri Dibentuk oleh Penguasa

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET – Masalah vonis kafir dan gerakan takfiri telah menjadi perdebatan sejak lama. Tidak jarang hal itu berbuntut tuduhan kepada pihak tertentu tanpa bukti yang jelas. Hal ini juga dilakukan oleh pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) saat memblokir situs-situs Islam pada akhir bulan lalu. Salah satu kriteria situs radikal adalah takfiri atau mengafirkan orang lain, seperti diungkapkan oleh Prof Dr Irfan Idris, Juru bicara sekaligus Direktur Deradikalisasi BNPT saat dengar pendapat dengan tujuh perwakilan media Islam di Jakarta, Selasa (31/3).

Prof Dr Irfan Idris, Juru bicara sekaligus Direktur Deradikalisasi BNPT

Secara manusiawi, siapa pun tidak akan terima bila dituduh tanpa bukti. Apalagi bila faktanya justru sebaliknya. Dalam kasus tuduhan takfiri ini, ada fakta yang menunjukkan bahwa penguasalah yang membentuk kelompok takfiri. Bagaimana ini terjadi? Seorang ideolog gerakan jihad global, Syaikh Abu Mus’ab As-Suri mengungkap sejarah dan bagaimana kelompok ini dibentuk oleh penguasa untuk memberantas aktivis Islam.

Lahirnya Kelompok Takfiri
Di dunia pergerakan Islam, terutama gerakan jihad, Syaikh As-Suri dalam buku Dakwah Muqawamah, menyebut mereka sebagai kelompok yang menyimpang dalam takfir. Sebab kelompok jihad juga memiliki konsep takfir berdasarkan akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Satu hal yang sangat penting untuk dipahami bahwa lahirnya kelompok takfiri dipengaruhi oleh penguasa. Demikianlah menurut catatan As-Suri, bahkan penguasa sengaja membentuknya untuk memberangus gerakan jihad secara keseluruhan.

Ada kondisi tertentu yang secara alamiah membentuk kelompok takfir. Penguasa yang tidak menerapkan hukum Allah dan berlaku kejam terhadap umat Islam menjadi pemicu utama.

Aliran takfiri telah lahir sejak tahun tujuh puluhan. Anak-anak muda yang memiliki semangat tinggi untuk membela syariat Islam bergolak jiwanya melihat kenyataan para penguasa di negeri-negeri muslim telah menggunakan hukum positif dan mengabaikan hukum Allah. Mereka semakin marah ketika orang-orang yang memperjuangkan syariat Islam ditangkapi oleh penguasa dan disiksa di dalam penjara.

Kebencian terhadap keadaan itu semakin menguat ketika anak-anak muda yang penuh semangat itu melihat para ulama justru bersikap lemah dan hipokrit. Ditambah lagi, para aktivis gerakan Islam secara umum dinilai lamban dan tidak mampu melakukan perubahan apa-apa. Keadaan semakin kompleks ketika masyarakat Muslim secara luas telah terlena dalam kemaksiatan dan kerusakan. Semua kondisi ini secara alamiah telah melahirkan aliran takfir yang ekstrem.

Rumus terbentuknya kelompok takfiri menurut Syaikh As-Suri

Rumus terbentuknya kelompok takfiri menurut Syaikh As-Suri

Dibentuk oleh Penguasa

Selain tumbuh secara alami, gerakan takfiri telah sengaja dibentuk oleh penguasa. Penguasa negara-negara Muslim telah menerapkan sistem represif terhadap aktivis Islam. Berbagai upaya dilakukan untuk memberangus mereka. Kesaksian sejumlah aktivis jihad yang terbebas dari penjara Ruwais Riyadh, (lihat kitab Dakwah Muqawamah, 665-666), telah menunjukkan bagaimana penguasa membentuk kelompok takfiri.

Mereka menceritakan bahwa setelah terjadi peristiwa peledakan di Riyadh dan Al-Khabr pada tahun 1994, ribuan pemuda ditangkap dan dijebloskan ke penjara dengan tuduhan mendukung para mujahid pendahulu mereka atau orang-orang berada dalam lingkaran gerakan jihad.

Para pemuda yang ditangkap itu mendapatkan intimidasi keji yang diadopsi oleh keamanan Saudi dari Mesir, Tunisia, Suriah, dan negara-negara yang terkenal dalam ilmu penyiksaan.

BACA JUGA  Ustadz Somad: Boleh Tak Salaman dengan Pengidap Penyakit Menular

Salah seorang saksi sejarah kekejaman di penjara Ruwais menuturkan, “Setelah dilakukan penyiksaan fisik dengan pukulan dan penyetrikaan, kepala penyiksaan psikologis, yaitu seorang Syi’ah An-Nakhalah (sebutan untuk Syiah Imamiyah di Arab Saudi) yang mengenalkan dirinya dengan nama Abu Nayif —berumur enam puluh tahun dan pincang— mendatangi kami. Dia memaki-maki kami dengan kata-kata kekafiran, mencela agama, Rabb, dan kesucian Islam; meremehkan ajaran-ajaran Islam, serta mencela jihad dan mujahidin.

Sesi penyiksaan yang kami alami tidak lebih menyakitkan bila dibandingkan dengan keburukan kata-kata yang kami dengar darinya. Ia mengejek dan tertawa diikuti oleh para algojo lain.”

Mayoritas orang yang dipenjara yang disiksa adalah para aktivis jihad. Mereka dikumpulkan dalam kondisi telanjang dan hanya bisa menutupi aurat dengan tangan-tangan mereka. Setelah itu, para sipir memanggil mereka satu demi satu, lalu diikat dan digantung. Kemudian, Algojo datang dan mempermainkan alat kelamin tahanan tersebut dengan tongkat di tangannya.

Setelah itu, algojo tersebut membawa benda padat dari bahan plastik yang mirip dengan alat kelamin pria. Dia mulai menggosok-gosokkan alat tersebut dan mengancam akan menyodomi tahanan tersebut dengan alat itu bila tidak menjawab pertanyaannya. Selanjutnya, si algojo meminta agar tahanan tersebut menandatangani kertas berwarna hijau yang isinya adalah pengakuan bahwa dia mengafirkan penguasa, ulama, dan masyarakat awam.

Para saksi dari penjara Ruwais menambahkan bahwa para tahanan asing dari negara-negara Arab lain juga disiksa dengan siksaan yang sangat keji agar mereka memberikan pengakuan dengan mengatakan bahwa mereka membawa pemikiran takfiri ke Saudi

Selanjutnya intelijen atau tahanan yang diuji oleh Allah sehingga menjadi takfiri, disusupkan ke tahanan massal para mujahidin agar terjadi perdebatan sengit dalam suasana seperti itu. Gen takfiri pun lahir! Kemudian mereka pun menandatangani pengakuan agar terbebas. Tanda tangan mereka selanjutnya menjadi bukti bagi para ulama penguasa untuk melabeli siapa pun yang melawan Amerika dan antek-anteknya adalah orang-orang beraliran takfiri dan khawarij.

Takfir Berantai
Kelompok takfiri telah mengafirkan seluruh kaum muslimin, ulama, pemimpin gerakan Islam, dan dai mereka. Alasannya karena tidak mengafirkan (1) penguasa, (2) orang yang tidak mengafirkan penguasa, dan (3) orang yang tidak mengafirkan siapa saja yang tidak mengafirkan penguasa. Ini merupakan mata rantai yang kuat dan dasar gerakan pemikiran kelompok takfiri ini.

Namun, menurut As-Suri, meskipun kelompok takfiri itu telah mengafirkan penguasa, mereka tidak membangun perlawanan terhadap penguasa. Kelompok-kelompok takfiri tidak pernah diketahui memerangi penguasa, kecuali hanya sedikit saja. Apa lagi menyerukan jihad melawan orang-orang kafir yang sudah jelas kekafirannya, seperti orang-orang Yahudi dan Nasrani yang berkuasa di negeri kaum muslimin. Pada saat yang sama, mereka mengotori tangan-tangan mereka dengan membunuh kaum muslimin yang tidak bersalah dengan alasan mereka telah kafir. As-Suri menyebut mereka, “Merangkul generasi paganis dan membunuh generasi qur’ani.”

Kelompok Kecil
Fenomena kelompok takfiri sudah muncul sejak awal tahun tujuh puluhan hingga hari ini. Namun pergerakannya terbatas dan terisolasi. Mereka tidak populer dan tidak menyebar, baik di tengah-tengah kelompok-kelompok Islam maupun di komunitas publik kaum muslimin.

BACA JUGA  Peluang di Balik Wabah Corona, Pelajaran dari Jatuhnya Konstantinopel

Kelompok ini sebenarnya tidak mampu mendapatkan posisi, baik di internal maupun eksternal organisasi-organisasi kebangkitan Islam. Hal ini karena para anggota aliran takfiri ini menunjukkan sikap yang kaku, arogan, bodoh, dan sering berargumen tidak masuk akal, di samping penyimpangan dari dasar-dasar hukum Islam. Mereka hanya berbentuk kantong-kantong yang menyendiri dan terisolasi di sana-sini, menikmati kedengkian dan kebodohan serta saling mengeliminasi.

Kelompok takfiri tidak memiliki hubungan dan kaitan dengan berbagai anggota dan organisasi kebangkitan Islam, yang diklasifikasikan oleh As-Suri menjadi tiga: politik (misalnya Ikhwanul Muslimin), non-politik (misalnya Jamaah Tablig dan salafi ilmiah), dan salafi jihadi. Seluruh gerakan kebangkitan Islam sepakat untuk mengucilkan aliran takfiri dan pemikiran penganutnya. Hal ini berperan dalam penyusutan pertumbuhannya.

Penguasa Mengambil Untung
Penguasa dan intelijen telah memanfaatkan kelompok takfiri untuk memberantas gerakan jihad. Kelompok takfiri menjadi musuh internal gerakan jihad. Pasalnya, kelompok jihad menyeru umat untuk berjihad melawan musuh eksternal, sedangkan kelompok takfiri tidak mau berjihad bersama umat karena mereka telah kafir.
Penguasa lalu menyamaratakan, bahwa mereka adalah kelompok takfiri khawarij yang mengafirkan penguasa, ulama, sampai orang awam.

Ciri tersebut, dalam catatan As-Suri, jelas berbeda dengan karakter para aktivis jihad. Sudah maklum bahwa aktivis jihad tidak pernah menarik rantai pengafiran serampangan seperti itu. Mereka memiliki fikih yang berlandaskan aqidah ahlus sunnah wal jamaah yang sudah populer. Tulisan-tulisan dan mimbar informasi mereka merupakan bukti terbesar atas manhajnya dan merupakan cara terpenting untuk memisahkan para aktivis jihad tersebut dari dari kelompok takfiri.

Namun, generalisir penguasa mampu membangun persepsi yang sama terhadap dua kelompok yang berbeda tersebut. Dalam hal ini, para aktivis menghadapi dua masalah:
1. Serangan eksternal: dicap sebagai kelompok khawarij takfiri
2. Serangan internal: mereka terlibat dalam perselisihan internal.

Penguasa melihat cara yang paling tepat untuk melawan jihad dan aktivis jihad adalah memisahkan mereka dari umat dengan kondisi tertuduh sebagai kelompok yang suka mengafirkan orang lain. Masyarakat pun pasti akan membenci, lalu mengisolasi mereka, sehingga sangat mudah bagi penguasa untuk menghabisi mereka.

Media juga berperan dalam hal ini. Berpedoman dengan berbagai sarana informasi, semua pengorbanan oleh jihadis tidak dianggap sebagai kebaikan. Jihad mereka membela kaum muslimin di banyak wilayah, seperti Afghanistan, Chechnya, Bosnia, Irak dan lainnya ditutupi dengan berbagai skenario untuk mendistorsi aktivis Islam.

Penguasa menuduh para aktivis jihad telah memecah belah kekuatan kaum muslimin, mengafirkan penguasa dan rakyat, menyimpan bahan peledak, menaruh bom di dalam mushaf, dan membunuh kaum muslimin yang tidak bersalah. Pancingan ini pun menuai sukses besar. Sejumlah ulama pun ikut bergabung dalam skenario. Fatwa dikeluarkan bahwa para aktivis jihad adalah khawarij yang mewarisi pemikiran khawarij masa lalu, yang disebut Nabi saw sebagai anjing-anjing neraka.

Penutup
Lahirnya kelompok takfiri telah menjadi alat yang efektif untuk melemahkan perjuangan Islam. Penguasa menuduh aktivis Islam sebagai kelompok takfiri. Masyarakat pun setuju dan mengisolasi mereka. Hasilnya, penguasa bebas melalukan penangkapan, penembakan, pembunuhan terhadap siapa saja tanpa perlu membuktikan apa kesalahannya. Melihat kenyataan ini, maka As-Suri menyatakan bahwa membedakan antara kelompok jihad dan kelompok takfiri adalah tugas aktivis Islam selanjutnya. [Agus Abdullah]

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Kabar Gembira untuk Pengungsi Suriah, Yunani Siapkan Surat Izin Perjalanan

KIBLAT.NET, Athena – Yunani pada Rabu (15/04), telah menyiapkan surat izin perjalanan bagi pengungsi Suriah,...

Sabtu, 18/04/2015 14:03 0

Tarbiyah Jihadiyah

Dua Unsur Pokok dalam Proses Kemenangan

Layaknya procesor dalam satu rangkaian komputer. Seorang pemimpin berperan penting dalam perpaduan sebuah kinerja. Ketika...

Sabtu, 18/04/2015 13:51 0

Indonesia

PII: Ada Upaya Indonesia Dijadikan Atheis di Balik Pengosongan Kolom Agama

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Bidang Komunikasi Umat Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), Helmi...

Sabtu, 18/04/2015 11:02 0

Suriah

Serangan Udara di Aleppo Masih Intensif, Warga Tiadakan Shalat Jumat

KIBLAT.NET, Aleppo – Serangan udara bertubi-tubi di kota Aleppo yang masih dilancarkan militer Suriah hingga...

Sabtu, 18/04/2015 10:11 0

Yaman

Wapres Yaman Desak Internasional Turun ke Negaranya

KIBLAT.NET, Aden – Wakil Presiden sekaligus Perdana Menteri Yaman Khaled Bahah mendesak  pemberontak Syiah Hautsi...

Sabtu, 18/04/2015 09:40 0

Video Kajian

[Video] Audio Kajian : Wala’ dan Baraa’ oleh Ust. Abu Rusydan

KIBLAT.NET- Al-Wala’ artinya loyalitas dan kecintaan. Wala’ adalah kata mashdar dari fi’il “waliya” yang artinya dekat....

Sabtu, 18/04/2015 07:50 0

Yaman

AQAP Kontrol Bandara Militer di Hadramaut

KIBLAT.NET, Hadramaut – Pejuang Al-Qaidah Yaman berhasil merebut sebuah pangkalan pertahanan udara dan sebuah bandara...

Jum'at, 17/04/2015 17:23 0

Inggris

Ditekan Mata-Matai Siswa Muslim, Persatuan Guru di Inggris Protes

KIBLAT.NET, London – Para guru di Inggris menyatakan bahwa mereka sedang ditekan untuk memata-matai siswa...

Jum'at, 17/04/2015 16:21 0

Yaman

Rekrut Gerilyawan, Syiah Hautsi Rombak Sekolah di Sanaa Jadi Kamp Militer

KIBLAT.NET, Sanaa – Pemberontak Syiah Hautsi beberapa waktu terakhir merombak gedung-gedung sekolah yang ada di...

Jum'at, 17/04/2015 13:30 0

Yaman

AQAP Klarifikasi Berita Penyergapan 14 Tentara di Syobwah, Yaman

KIBALT.NET, Syobwah – Ansharus Syariah Yaman mengumumkan meminta maaf kepada publik atas kesalahan informasi yang...

Jum'at, 17/04/2015 11:42 0

Close