... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Kisah Jamaah Jihad: Kuat Dugaan Pembunuhan Sadat Didalangi Intelijen!

KIBLAT.NET – Di bagian sebelumnya, saya telah menjelaskan kepada pembaca tentang prinsip Dr Aiman Azh-Zhawahiri bahwa kudeta saja tidaklah cukup. Hal ini berbeda dengan pendapat rekan-rekan seperjuangannya. Azh-Zhawahiri menyiapkan militer dengan prinsip itu akan berguna pada masa mendatang, namun beberapa petinggi Jamaah Jihad lainnya memilih konfrontasi dengan penguasa lebih cepat.

Dari penuturan Dr Aiman kepada Dr Hani As-Sibai selanjutnya, ada dugaan kuat bahwa persatuan Jamaah Jihad dengan kelompok lainnya yang berakhir pada pembunuhan Anwar Sadat dikendalikan oleh intelijen. Bila tidak boleh disebut demikian, Jamaah Jihad tidaklah berjalan sesuai kehendak Amirnya.

Insiden Zawiyatul Hamra Kairo

Seiring dengan iklim keterbukaan pada masa Sadat, kelompok-kelompok Islam yang mengusung ide-ide jihad terus berkembang sendiri-sendiri sampai akhir tahun tujuh puluhan. Pada tahun 1979 mereka bersatu dan merencanakan pembunuhan Sadat, pada 6 Oktober 1981.

Persatuan tersebut terbentuk pada saat permusuhan  aktivis Islam kepada Sadat semakin memuncak! Kunjungan Sadat ke Israel dan ditandatanganinya perjanjian Camp David, telah memicu gelombang kemarahan umat kali kedua, setelah mereka marah karena Mesir memberikan suaka politik kepada Shah Pahlavi.

Di tengah suasana tersebut, sebagian aktivis Islam yang mengusung ide-ide jihad merencanakan penggulingan rezim dan melihat keberuntungan akan berpihak pada mereka. Ini menurut mereka adalah iklim yang tepat untuk merekrut orang dan membuktikan keabsahan gagasan penggulingan Sadat.

Muhammad Anwar Sadat

Muhammad Anwar Sadat

Sadat merasa bahwa atmosfer tidak akan menguntungkannya dan jalan bisa berbalik melawan dia. Maka ia menggunakan media yang saat itu memakai istilah para pengikut Khomeini untuk revolusi Iran. Ia mulai berbicara tentang para pendukung Khomeini dan bagaimana mereka menghina para sahabat nabi. Ia menggunakan fakta bahwa Mesir Sunni, sedangkan Iran adalah Syiah.

(Perlu disebutkan bahwa tahun tersebut berbarengan dengan Revolusi Iran oleh Khomeini. Bukan hanya publik Mesir, banyak pihak belum menyadari apa sejatinya revolusi Khomeini, sehingga slogan-slogannya ditiru di beberapa negara Arab, termasuk media Mesir.)

Setelah itu, terjadilah insiden di Zawiyatul Hamra, salah satu daerah di Kairo. Muslim dan Kristen terlibat dalam konflik untuk sebidang tanah. Kaum Muslimin memagari sebidang tanah dan mendirikan bangunan untuk pengajaran Al-Qur’an dan shalat. Seorang Nasrani bernama Kamal Ayyad, yang memiliki senapan mesin tinggal di depan sebidang tanah itu. Ia tidak suka tindakan umat Islam tersebut. Maka ia menembaki anak-anak yang belajar di sana, membunuh beberapa dari mereka.

Gelombang kemarahan masyarakat Muslim pecah dan menjadi konflik besar. Isu yang beredar, orang-orang Kristen membunuh umat Islam di dalam masjid, yakni Masjid An-Nadzir yang terletak di wilayah tersebut.

Pada peristiwa tersebut, Dr Aiman Azh-Zhawahiri datang langsung ke masjid tempat peristiwa terjadi. Ia melihat peristiwa itu mirip medan pertempuran militer. Rumah-rumah terbakar, dan masing-masing pihak meneriakkan slogan perlawanan.

Toko-toko dihancurkan dan dibakar. Pasukan keamanan dikerahkan dan menyebar di semua jalan yang mengarah ke Zawiyatul Hamra. Daerah itu mirip pangkalan militer. Dr Aiman dan rekan-rekannya shalat dan menginap di masjid itu. Orang-orang datang dari segala penjuru, bahkan dari Assiut dan Aswan. Mereka datang seolah-olah untuk menghadapi malhamah kubro, dengan alasan ingin melindungi masjid.

Sebenarnya, orang-orang yang terlibat dalam peristiwa itu adalah warga biasa. Sebagian dari mereka adalah orang-orang yang biasanya duduk di cafe menyedot Syisya. Mereka mendengar kabar bahwa orang-orang Kristen telah membunuhi kaum muslimin. Mereka pun berhamburan untuk membela.

Insiden meluas sampai ke daerah Waili dan sangat parah. Menteri Dalam Negeri pada saat itu adalah Nabawi Ismail. Media telah melakukan intervensi dalam hal ini dan menulis bahwa ada negara di dalam negara dan bahwa orang-orang Kristen telah dibunuh. Media membalik cerita. Kabar yang beredar bahwa Kamal Ayyad yang memulai penembakan kepada kaum muslimin. Namun media mengubah cerita dan mengisahkan bahwa pasukan keamanan menutup mata dan membiarkan Muslim membunuh orang-orang Kristen dan membakar rumah mereka.

Kenyataannya, ketika kaum muslimin datang untuk membalas dan masuk ke rumah-rumah Nasrani di wilayah tersebut, mereka hanya menemukan perempuan dan anak-anak. Kaum muslimin tidak melakukan apa pun terhadap mereka. Kaum muslimin benar-benar masuk rumah, namun ketika hendak menuntut balas, tidak ada kaum lelaki di dalam rumah. “Saya masih ingat peristiwa ini dengan sangat baik,” kenang Azh-Zhawahiri.

BACA JUGA  Sudan Hapus Studi Al-Quran untuk TK, Digantikan Lagu Nasional

Negara menggunakan beberapa ulama untuk menenangkan situasi. Pemimpin Umum Ikhwanul Muslimin Syaikh Umar At-Tilmisani dan beberapa dai datang. Tetapi, Azh-Zhawahiri menggambarkan bahwa dalam peristiwa itu seperti ada tangan tersembunyi yang mendorong agar peristiwa terjadi sedemikian rupa. Sebab, isu terus menyebar secara masif dan negara mengendalikannya setelah terjadi provokasi di beberapa kota.

Kelompok-kelompok jihad sudah ada pada saat itu dan di beberapa tempat mereka ada dalam peristiwa itu. Mereka kemudian berpikir, bahwa kaum muslimin harus dipersenjatai karena negara membiarkan mereka tanpa perlindungan. Orang-orang Kristen memiliki senjata dan menimbunnya di gereja-gereja. Beberapa di antaranya bahkan telah berlatih bela diri dan membawa belati. Hal itu diketahui saat mereka membawa pendeta ke apartemennya dan pendeta itu membawa belati dan menunjukkan keahlian bela diri karate. Ini bencana, menurut mereka! Mereka mengatakan: karena negara membiarkan Kristen (mempersenjatai diri), kita juga harus mempersenjatai diri dan menyeru orang-orang untuk mengangkat senjata.

Persatuan Kelompok-Kelompok Islam

Dalam suasana itu, dan sebelum ada ide persatuan kelompok-kelompok jihad, tiba-tiba saja muncul sosok Abdussalam Faraj. Ia tampil setelah pihak keamanan menangkap salah satu komandan terkemuka Jamaah Jihad, Ibrahim Salamah di Alexandria. Para anggota Organisasi tahu siapa Dr. Aiman dan mereka memiliki hubungan dengan Nabil Nuaim dan Isham Al-Qamari.

Meskipun Jamaah Jihad telah disingkap oleh penguasa, anehnya Muhammad Abdussalam Faraj tidak ditangkap dan bahkan mendapatkan gelar insinyur di Universitas Kairo. Rumahnya dekat dengan Bulaq dan menikah dari sana.

Muhammad Abdussalam Faraj

Muhammad Abdussalam Faraj

Meskipun Abdussalam Faraj terlihat sebagai sosok yang muncul tiba-tiba dan mengintervensi gerakan, Dr Aiman menyebutnya sebagai lelaki yang dizalimi semasa hidup dan setelah mati. Siapa dia sebenarnya akan kita bahas di bagian selanjutnya insya Allah.

Menurut Azh-Zhawahiri, ia telah dizalimi oleh teman-teman, saudara dan para pengikutnya. Dizalimi dalam arti rekan-rekannya banyak bergantung kepada dirinya dalam perkara yang sebenarnya mereka mampu melakukan. Farajlah yang melahirkan banyak ide pada mereka. Buku-buku ada di depan mereka. Akan tetapi, Farajlah yang membacakan, meneliti bahkan sampai menulis buku Al-Faridhah Al-Ghaibiyah yang populer itu.

Dalam buku tersebut ia menyerukan jihad atas dasar kewajiban yang hilang dan bahwa selama suatu kaum meninggalkan jihad, mereka akan berada dalam kehinaan.

Ia menguatkan idenya dengan dalil-dalil syar’i. Yang baru darinya bahwa ia mengritik yayasan-yayasan sosial yang menimbulkan syubhat berkaitan dengan isu yang dibangunnya untuk proyek jihad. Ia berkata kepada mereka: ketika musim haji, kalian mendatangi calon jamaah haji dan membacakan fikih haji. Ketika Ramadhan datang, kalian membacakan fikih Ramadhan. Ketika musim zakat, kalian membacakan tentang zakat. Namun dalam urusan jihad, kalian tidak berbicara sedikit pun meskipun hukum Islam tidak ditegakkan dan kekuasaan dirampas.

Kesadaran seperti itu memang sudah ada di dalam pikiran sebagian orang, namun belum pernah terkumpul dalam sebuah buku meskipun hanya kecil seperti karyanya.

Abdussalam Faraj mengenalkan seorang ikhwan bernama Syu’ban Abdul Athi dari Bulaq. Ia mengenalkannya kepada Karam Zuhdi, pemimpin Jamaah Islamiyah di wilayah atas ketika itu. Jamaah Islamiyah ketika itu belum dipahami sebagai kelompok seperti dikenal setelah pembunuhan Sadat. Saudara-saudara di wilayah atas saat itu memiliki sistem yang berbeda dengan sistem di Mesir Hilir.

Mereka memiliki prinsip mengubah kemungkaran dengan kekuatan. Mereka banyak memiliki masalah dengan kalangan Kristen di sana. Tetapi, nama mereka belumlah dikenal dengan sebutan Jamaah Islamiyah dengan makna yang dipahami sekarang.

Setelah pembunuhan Sadat, dalam beberapa tulisan, sering menyebutkan bahwa Jamaah Islamiyah didirikan dengan nama ini. Padahal sebenarnya nama ini telah dibuat oleh Ikhwanul Muslimin sejak lama, sengaja dibuat untuk masuk ke perguruan tinggi, termasuk Universitas Assiut dan Minya. Tetapi saudara-saudara kita di Jamaah Islamiyah ingin mewarisi nama ini karena nama tersebut populer dan masyhur.

Muhammad Abdussalam Faraj bertemu dengan saudara-saudara dari Jamaah Islamiyah  wilayah atas. Ia dikenalkan dengan nama Thariq Az-Zumar, Nabil Al-Maghribi (Jamaah Jihad di Kairo) dan menawarkan idenya untuk menegakkan Negara Islam.

Menegakkan negara Islam diyakini baru-baru saja! Ikhwan-ikhwan yang berbicara tentang gerakan jihad sebelumnya tidak memopulerkan hal tersebut. Terutama orang-orang yang memiliki gairah dan loyalitas kesukuan. Jamaah Islamiyah, misalnya di atas atau hilir dan di tempat lain, menggabungkan kelompok-kelompok kepartaian. Mereka belum memiliki persepsi tentang proyek mendirikan negara Islam. Muhammad Abdussalam Faraj melemparkan ide menegakkan negara Islam terpadu baru-baru itu saja. Saudara-saudara di Jamaah Islamiyah mengatakan bahwa kita ini jamaah. Akan tetapi maksudnya adalah sekelompok orang yang melakukan kegiatan di universitas-universitas, atau berdakwah kepada para wanita untuk memakai hijab, menghindari ikhtilath, dan menangani masalah dengan orang-orang Kristen di daerah mereka.

BACA JUGA  Pasca Kematian Soleimani, Sejumlah Negara Eropa Larang Warganya Bepergian ke Iran

Masalah menegakkan negara belum ada dalam persepsi mereka. Sejauh yang mereka lakukan adalah menerapkan beberapa pemahaman Islam di wilayah-wilayah di mana mereka aktif.

Abdussalam Faraj datang dan berbicara tentang proyek pembentukan negara dan membantah semua syubhat atas idenya.

Ia menunjukkan contoh peristiwa sejarah yang Dr Aiman sendiri yakin tidak ada seorang pun dalam gerakan Islam saat itu merujuknya. Faraj mengangkat isu Tatar, dan diterapkan dengan kenyataan saat itu. Tatar memang masuk Islam, tetapi mereka tidak menerapkan Islam, katanya. Mereka datang dengan undang-undang dari mereka yang mereka sebut Ilyasik.

Buku-buku Ibnu Taimiyah tentang masalah ini memang ada, tetapi tidak ada seorang pun di antara aktivis Islam yang menganalogikannya dengan realitas saat itu, sebelum Abdussalam Faraj mengenalkannya. Dr Aiman menilai, semua tulisan tentang gerakan jihad yang ada sekarang menginspirasi buku Faridhah Ghaibiyah. Sebab tidak ada yang baru, hanya perluasan saja.

Faraj mampu mendapatkan dukungan dari banyak pemuda dengan ide-idenya tersebut. Ia menyampaikan argumennya sendiri dan menjajakan proyeknya. Banyak orang setuju dengan idenya, termasuk Abud Az-Zumar—yang mendukungnya setahun sebelum bertemu dengan Faraj. Ia mendukung ide Faraj tahun 1978, dan bertemu dengannya tahun 1979.

Kemudian, ikhwan-ikhwan dari Aswan, Assiut dan Qena mengadakan pertemuan. Mereka membentuk Dewan Syura, yang bersatu dengan kelompok Abdussalam Faraj yang dianggap bermasalah. Kedua kelompok berkumpul.

Faraj adalah sosok yang dikenal sopan dan tawadhu’. Ia tidak pernah mengatakan kepada orang-orang bahwa Dr Aiman seorang Amir. Meskipun faktanya masalah inilah yang ia sembunyikan. Jika itu tidak benar, tutur Dr Aiman, mengapa Khalid Al-Islambuli meminta izin kepadanya dan mengapa pula ia menyampaikan gagasan untuk membunuh Sadat kepadanya.

Ketika Khalid Al-Istambuli ditanya dalam penyelidikan, “Mengapa engkau pergi ke Muhammad Abdussalam secara khusus?” Ia menjawab, “Karena ia seorang yang paham agama (fakih). Banyak orang dari wilayah atas dan lainnya datang kepadanya. Kalau saja pemimpin (Jamaah Jihad) orang lain, mereka tidak mungkin pergi ke Abdussalam Faraj.”

Faraj adalah pemegang kendali dan bertanggung jawab atas semua peristiwa yang terjadi di masa itu. Misalnya, seminggu sebelum pembunuhan Sadat: Faraj adalah orang yang membawa jarum api (senapan mesin dan peserta militer dalam parade yang melakukan serangan terhadap presiden Mesir). Dialah yang datang membawa bom. Khalid Al-Istambuli tidak membawa apa-apa ke dalam barisan pasukan parade. Buktinya ia berkata kepada Faraj bahwa ia tidak mampu menyelundupkan apa pun (ke tempat parade). Intelijen membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa. Maka Faraj mendatangkan semua amunisi yang dibutuhkannya untuk melaksanakan operasi tersebut.

Orang-orang yang ditangkap di Hilir dan ditemukan barang bukti senjata tersembunyi, mereka bukanlah ikhwah yang berasal dari wilayah atas. Mereka semua yang terlibat dalam operasi itu berasal dari Hilir.

Operasi itu memang tidak gagal untuk membunuh Sadat, meskipun sebelumnya Nabil Al-Maghribi ditangkap dan disiksa. Namun ia tidak pernah mengatakan bahwa Sadat akan dibunuh pada 6 Oktober, meskipun ia tahu rencana tersebut.

Dialah yang merancang rencana siaran pers (setelah pembunuhan Sadat) di radio dan televisi. Dialah yang menunjuk Muhammad Al-Baltaji untuk membaca siaran pers yang telah dipersiapkan.

Muhammad Al-Baltaji ditemui oleh Nabil dan Faraj di Munsyiatul Kubro (wilayah Mesir Barat) dan menerima ide-ide Faraj. Faraj menulis sendiri pernyataan pers yang akan dibacakan Al-Baltaji melalui radio dan televisi. Setelah peristiwa itu, Muhammad Al-Baltaji akhirnya disiksa sampai mati.

Semua hal di atas menunjukkan kepada kita bahwa Faraj memainkan peran penting dalam menyatukan kelompok-kelompok Islam dan merencanakan pembunuhan Sadat. Mengapa Faraj sangat berpengaruh? Dr Aiman sebagai Amir Jamaah Jihad sebenarnya, di manakah ia dalam peristiwa ini? Perannya akan kita bahas di bagian selanjutnya insya Allah! [Agus Abdullah]

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Manhaj

Visi Politik Islam Itu Adil dan Sejalan Dengan Fitrah Manusia

KIBLAT.NET – Sebuah kebaikan itu tidak penting untuk diceritakan, tapi cukup dikerjakan dengan ikhlas tanpa...

Rabu, 15/04/2015 20:34 0

Indonesia

Bangun Islamic Center di Afghanistan, Indonesia Kucurkan Dana Rp5 Miliar

KIBLAT.NET, Jakarta – Pemerintah Indonesia pada tahun ini berencana untuk mencairkan dana sekitar Rp 5 M...

Rabu, 15/04/2015 19:35 0

Yaman

Ketua Persatuan Ulama Yaman Dukung Operasi Koalisi Teluk

KIBLAT.NET, Sanaa – Ketua persatuan ulama Yaman, Syaikh Abdul Majid Al-Zindani, Selasa (14/04), menyatakan mendukung...

Rabu, 15/04/2015 19:06 0

Amerika

Utusan PBB: Iran Akan Dilibatkan dalam Pembicaraan Suriah Terbaru

KIBLAT.NET, New York – PBB mengatakan pada hari Selasa, (14/04) bahwa utusannya untuk urusan Suriah...

Rabu, 15/04/2015 18:00 0

Indonesia

Polisi Perketat Pengawasan Kegiatan Dakwah

KIBLAT.NET, Denpasar – Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hery Wiranto menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap kegiatan dakwah...

Rabu, 15/04/2015 17:31 0

Yaman

Banyak Pejuang Islam Divonis Mati, Asosiasi Ulama Muslim Angkat Bicara

KIBLAT.NET, Bangladesh -Asosiasi Ulama Muslim atau Muslim Scholar Association (MSA), Selasa (14/04), angkat bicara tentang...

Rabu, 15/04/2015 17:00 0

Yaman

Incar Pemimpin AQAP di Tengah Kecamuk Perang Yaman, Ini Alasan AS

KIBLAT.NET, Sanaa – Al-Qaidah di Semenanjung Arab (AQAP), sebuah kelompok yang berbasis di Yaman, melaporkan...

Rabu, 15/04/2015 16:29 0

Amerika

AS Setuju Iran Bantu Iraq Hadapi ISIS, Tapi Harus di Bawah Satu Kendali

KIBLAT.NET, Washington – AS telah berjanji akan mengucurkan bantuan kemanusiaan senilai $200 juta untuk Iraq, namun AS tidak menjanjikan bantuan...

Rabu, 15/04/2015 15:17 0

Indonesia

Berkas P21, Kasus Penyerang Syiah di Az-Zikra Belum Disidangkan

KIBLAT.NET, Bogor – Perkembangan kasus penyerangan gerombolan Syiah terhadap perumahan Muslim Az-Zikra di Sentul, Bogor pada 11...

Rabu, 15/04/2015 14:41 0

Info Event

Ikutilah! Bedah Buku “15 Menit Langsung Bisa Ruqyah Mandiri”

KIBLAT.NET – Ikutilah! Bedah Buku “15 MENIT LANGSUNG BISA RUQYAH MANDIRI” dan Seminar Kesehatan Parenting....

Rabu, 15/04/2015 14:00 0

Close