... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kriteria Radikalisme BNPT Lemahkan Akidah Umat Islam

Foto: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)

KIBLAT.NET, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menuding bahwa situs-situs Islam yang ditutup menyebarkan paham radikalisme. Namun, kriteria radikal yang dibuat BNPT dikritik keras karena melemahkan akidah umat Islam dan memicu ideologi islamophobia.

BNPT mengeluarkan empat kriteria radikalisme, yang menjadi dasar permintaan pemblokiran kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Kriteria tersebut adalah ingin melakukan perubahan dengan cepat menggunakan kekerasan dengan mengatasnamakan agama, takfiri atau mengkafirkan orang lain, mendukung dan menyebarkan ideologi ISIS, serta memaknai jihad secara terbatas.

Dalam acara Tabligh Akbar Jangan Berangus Media Dakwah Kami di Masjid Al Azhar Jakarta Selatan pada Jumat malam (03/04), ulama muda Adnan Armas mengkritik keras kriteria karangan BNPT tersebut.

“Apa ada gemaislam.com, aqlislamiccenter, hidayatullah itu kemudian mengajak di situ ayo kita bom, ayo membunuh orang,” kata Adnin, mengomentari kriteria pertama.

Adnin menambahkan beberapa situs diblokir, terutama yang dia dampingi dalam mencari kejelasan nasib, tidak pernah melakukan ajakan itu.

Selama ini, pemimpin majalah Pondok Pesantren Gontor itu mendampingi mediasi yang dilakukan oleh perwakilan hidayatullah.com, aqlislamiccenter.com, gemaislam.com, salam-online.com, arrahmah.com, dan kiblat.net. Sementara, dia tidak tahu-menahu terkait situs-situs lain yang termasuk dalam 22 situs yang diblokir.

Terkait kriteria takfiri Adnan mengatakan, “Apa kalau kita sholat, qul yaa ayyuhal kafirun ini sudah tidak boleh dibaca lagi?” ungkapnya.

BACA JUGA  Ditolak Malaysia dan Thailand, 300 Rohingya Mendarat di Aceh

“Kita merdeka dulu juga karena para pejuang dulu ketika Belanda datang (mengatakan) ini orang kafir akan menjajah kita. Semangat perjuangan itu lalu muncul. Kemerdekaan itu diraih salah satunya karena semangat itu,” imbuhnya.

Jika keyakinan itu dianggap radikal, lanjut Adnan, maka hal itu jelas-jelas melukai umat Islam. Selama ini umat Islam telah berada dalam posisi lemah di berbagai bidang, dan akan lebih berbahaya lagi jika keyakinan mereka dilemahkan.

Adnin menyatakan bahwa situs-situs Islam yang dibokir dan jelas-jelas keberadaannya itu tidak ada yang mengajak dan menyebarkan ideologi ISIS. Justru sebaliknya, mereka kritis dan mengkritik ISIS. Ironisnya, situs gemaislam.com yang menjadi mitra BNPT dalam menangkal pemahaman ISIS pun juga turut diblokir.

Sementara terkait makna jihad, Adnin menyatakan bahwa istilah itu banyak termuat dalam Al-Quran dan Hadits. Selain itu jihad juga diterapkan dalam praktik kehidupan umat Islam dari dulu hingga sekarang. Kemerdekaan Indonesia pun diraih dengan jihadnya pendahulu umat Islam di tanah air.

“Yang namanya jihad ada maknanya ya memang jihad. Biarpun bukan hanya berjuang, ada juga makna bersungguh-sungguh dan sebaginya,” tegasnya.

Pria kelahiran Medan ini menilai bahwa isu radikalisme ini adalah taktik yang digunakan untuk melemahkan ahlus sunnah, dengan cara membuat laporan kepada BNPT. Dia mendesak agar jangan sampai BNPT disisipi ideologi paranoid islamophobia.

BACA JUGA  Geger Cadar di Panggung Al-Quran

“Kalau ini dibiarkan, kalau kriteria seperti ini yang dilakukan oleh BNPT bahaya. Karena akan mendangkalkan akidah umat Islam, melemahkan umat Islam,” ujarnya.

“Kita perlu mencurigai siapa yang melaporkan tadi,” tandsanya.

 

Reporter : Imam S.

Editor: Fajar Shadiq


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Profil

Menengok Perjalanan Hidup Syaikh Abu Bashir At-Thartusi

Beberapa tahun terakhir ini Suriah seolah menjadi primadona bagi para aktivis Islam di berbagai belahan...

Senin, 06/04/2015 15:00 0

Arab Saudi

Koalisi Teluk: Palang Merah Akan Segera Sampaikan Bantuan ke Yaman

KIBLAT.NET, Riyadh – Koalisi Teluk membantah bahwa pihaknya menghalangi proses evakuasi dan pengiriman bantuan ke...

Senin, 06/04/2015 12:00 0

News

Usai Dibebaskan dari Daulah, Kota Tikrit Dijarah Milisi Syiah

KIBLAT.NET, Tikrit – Hampir semua paramiliter Syiah telah meninggalkan Tikrit pada Sabtu, (04/04) setelah penduduk...

Senin, 06/04/2015 10:03 0

Yaman

Kuasai Distrik Al-Mualla, Pemberontak Syiah Hautsi Bakar Rumah Warga

KIBLAT.NET, Aden – Milisi pemberontak Syiah Hautsi pada Ahad, (05/04) mengklaim telah menguasai Al-Mualla, sebuah distrik...

Senin, 06/04/2015 09:32 0

Suriah

Dalam Sepekan, Serangan Rezim Bunuh 100 Warga Idlib

KIBLAT.NET, Idlib – Militer Suriah terus menghujani kota Idlib dengan roket dan mortir. Akibatnya, puluhan...

Senin, 06/04/2015 09:08 0

Video Kajian

[Video] Kiblat Mimbar : Bedah Buku “Zionis-Syiah Bersatu Hantam Islam” karya Muhammad Pizaro

KIBLAT.NET- “Selama ini opini berhembus bahwa Syiah dan Zionis adalah dua kelompok yang saling bertikai. Namun...

Senin, 06/04/2015 08:59 0

Iran

Mantan Kepala Mossad Sambut Baik Perjanjian Nuklir Iran

KIBLAT.NET, Tel Aviv – Mantan kepala Mossad, badan intelijen Israel menegaskan bahwa pemahaman yang telah...

Senin, 06/04/2015 08:51 0

Analisis

Syiah Hautsi: Mendulang Simpati Rakyat (Bag. 2)

Bagian pertama KIBLAT.NET – Bermula dari sebuah kelompok kecil para pemberontak, kini Syiah Hautsi menjelma...

Senin, 06/04/2015 08:31 0

Video Kajian

[Video] Audio Kajian : Bedah Buku Fitnah & Petaka Akhir Zaman

KIBLAT.NET- Bagi seorang mukmin, keyakinan akan datangnya hari kehancuran merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar,...

Ahad, 05/04/2015 08:06 0

Rohah

Kisah Imam Abu Hanifah Ini Bisa Bikin Tersenyum

Imam Abu Hanifah saat di Kuffah memiliki tetangga seorang pemuda tukang sepatu. Pemuda itu bekerja...

Ahad, 05/04/2015 07:00 0

Close