... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Situs Media Islam Dibredel, Komisi I DPR Minta Menkominfo Beri Penjelasan

Foto: Kementerian Komunikasi dan Informatika

KIBLAT.NET, Jakarta – Pemblokiran situs-situs online media Islam oleh pemerintah memicu protes di media sosial sepanjang hari ini, Selasa, (31/03). Pemblokiran tersebut dikabarkan atas permintaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terkait penyebaran paham Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS).

Anggota Komisi I DPR Ahmad Zainuddin menegaskan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) harus menjelaskan hal ini agar tidak terjadi kegaduhan di masyarakat. Pasalnya, media-media Islam yang disebutkan telah diberlakukan pemblokiran justru selama ini menentang paham radikalisme ISIS.

“Sampai saat ini tidak ada penjelasan resmi dari Menkominfo. Tapi tiba-tiba saja menyeruak di masyarakat. Maksudnya apa, apakah operasi, atau apa. Pemerintah sebaiknya terbuka saja. Jangan tiba-tiba saja dan diam-diam. Pemerintah harus jelaskan,” ujar Zainuddin di Jakarta, Senin (30/3/2015).

Komisi I DPR, menurut Zainuddin, mendukung upaya pemerintah dalam melakukan upaya-upaya mencegah penyebaran paham ISIS. Sebagaimana ormas-ormas Islam dan juga media-media Islam resmi di Indonesia, lanjut dia, menolak cara-cara kekerasan yang dilakukan ISIS atas nama Islam.

Namun dengan melakukan pemblokiran secara diam-diam dan tertutup, Zainuddin menegaskan, sama dengan membredel kebebasan pers. Kebebasan pers dijamin dalam UU No 40 tahun 1999 ayat 1 yang berbunyi ‘Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara’; ayat 2 ‘Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran’; dan ayat 3 yang berbunyi ‘Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.’

BACA JUGA  Komnas HAM Tolak Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme

“Kita mencoba menegakkan demokrasi dan menolak radikalisme agama.

Tapi dengen membredel media, itu membunuh kebebasan pers yang menjadi pilar demokrasi,” tegasnya.

KEtua DPP PKS ini juga mengatakan, pemerintah dan penegak hukum sebaiknya lebih erat lagi bekerjasama dengan unsur-unsur umat Islam, termasuk di dalamnya media Islam, dalam mencegah paham ISIS, dan bukan sebaliknya. Apalagi ada Dewan Pers yang menaungi kode etik media nasional, menurut Zainuddin, Menkominfo juga harus melibatkan Dewan Pers.

“Tidak hanya menerima permintaan begitu saja dari BNPT. Menkominfo juga harus berdialog dengan tokoh-tokoh Islam soal situs-situs yang dianggap radikal menurut definisi BNPT. Bagaimana penanganannya yang adil,” ucapnya.

Zainuddin juga mengatakan kesewenangan seperti yang dilakukan BNPT maupun Kemenkominfo dikhawatirkan menimbulkan antipati dari anak bangsa terhadap pemerintah.

“Pemerintah baik BNPT dan Kemenkominfo perlu memiliki standar yang jelas tentang situs Islam yang harus diblokir dan perlu membuka dialog dengan pengelola situs-situs tersebut,” imbuh politisi yang juga anggota pengawas TKI dari DPR ini.

Sebuah surat perintah untuk memblokir laman internet yang diduga mendukung ISIS beredar di dunia maya. Pemblokiran dilakukan Direktorat Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo).

Dalam surat tersebut, terdapat 19 laman internet yang diblokir karena diduga menyebar paham dan ajaran radikalisme. Laman tersebut antara lain arrahmah.com, voa-islam.com, ghur4ba.blogspot.com, panjimas.com, thoriquna.com, dakwatuna.com, kafilahmujahid.com, an-najah.net, muslimdaily.net, hidayatullah.com, salam-online.com, aqlislamiccenter.com, kiblat.net, dakwahmedia.com, muqawamah.com, lasdipo.com, gemaislam.com, eramuslim.com, dan daulahislam.com.

BACA JUGA  Kashmir Memanas, Menlu RI Panggil Kedutaan India dan Pakistan

Situs tersebut dilaporkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Menurut BNPT, seluruh laman tersebut merupakan penggerak dan simpatisan radikalisme.
Reporter: Bilal Muhammad

Editor: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Analisis

Syiah Hautsi: dari Saada hingga Sanaa (Bag.1)

KIBLAT.NET – Syiah Hautsi mulanya adalah kelompok Syiah Zaidiyah di Yaman bagian utara. Sebelum masa...

Selasa, 31/03/2015 17:00 0

Wilayah Lain

Tunjukkan Syiar Islam, Pasangan Muslim di Cina Dipenjara

KIBLAT.NET, Xinjiang – Pemerintah komunis Cina kembali mendiskriminasi minoritas muslim di negaranya. Baru-baru ini, pasang...

Selasa, 31/03/2015 16:40 0

Suriah

Mulai Gempur Idlib, Tentara Suriah Gunakan Gas Beracun

KIBLAT.NET, Idlib – Militer Suriah mulai menghujani bom kota Idlib yang berhasil dikontrol mujahidin Sabtu...

Selasa, 31/03/2015 16:12 0

Irak

AS Bantah Tewaskan Dua Tentara Iran di Tikrit

KIBLAT.NET, Tikrit – Departemen Pertahanan AS, Pentagon, Senin (30/03), membantah pernyataan Iran yang mengklaim dua...

Selasa, 31/03/2015 13:38 0

Yaman

Menlu Yaman: Tentara Iran Terang-terangan Berada di Sana

KIBLAT.NET, Sanaa – Menteri Luar Negeri Yaman, Riyadh Yasin, Senin (30/03), mengungkap bahwa anggota Garda...

Selasa, 31/03/2015 11:00 1

Pakistan

Gabung Koalisi Teluk, Pakistan Berencana Kirim Pasukan

KIBLAT.NET, Islamabad – Pakistan mengumumkan akan mengirim pasukan ke Arab Saudi untuk berpartisipasi dalam operasi...

Selasa, 31/03/2015 10:08 0

News

Media Islam Diblokir, Komunisme dan Aliran Sesat Diuntungkan

KIBLAT.NET – Permintaan BNPT kepada Kementerian Kominfo agar menutup dan memblokir via DNS sejumlah website...

Selasa, 31/03/2015 09:32 1

Palestina

Lagi, Mesir Hancurkan Terowongan Warga Gaza

KIBLAT.NET, Sinai – Tentara Mesir menyatakan telah menghancurkan 22 terowongan diĀ  Sinai utara, wilayah yang...

Selasa, 31/03/2015 09:00 0

Video Kajian

Fiqih Nazilah: Menjual Barang yang Tidak Dimiliki

KIBLAT.NET- Fiqih Nazilah: Menjual Barang yang Tidak Dimiliki. Rasulullah SAW bersabda : “Janganlah engkau menjual...

Selasa, 31/03/2015 08:18 0

Yaman

Puluhan Syiah Hautsi Tewas dalam Pertempuran di Yaman Selatan

KIBLAT.NET, Usaylan – Sebanyak 30 orang anggota pemberontak Syiah Hautsi tewas dalam bentrokan dengan pejuang...

Senin, 30/03/2015 15:07 0

Close